INVASI TOKO ONLINE, TOKO OFFLINE HARUSKAH MATI (SURI)? Skip to main content

INVASI TOKO ONLINE, TOKO OFFLINE HARUSKAH MATI (SURI)?

Hallo teman-teman dan sahabat semua.

Kita bertemu lagi untuk sama-sama berdiskusi tentang berbagai hal yang aktual. Khusus untuk pertemuan kali ini saya ingin melanjutkan topik artikel yang masih hangat sebelumnya, yaitu PELUANG EMAS BISNIS ONLINE

Seperti telah saya paparkan diartikel sebelumnya diatas, betapa kini fenomena serbuan bisnis online begitu cepat melesat! Sama sekali tidak bisa dibendung!
---------------------------------------------------------------------------------
Begitu 'mengerikannya' serbuan online store ini hingga cukup banyak membuat toko offline/toko fisik tersentak dan kaget. Tidak bisa di pungkiri gencarnya invasi online store ini cukup mengguncang eksistensi toko fisik, termasuk salah satunya adalah toko fisik saya hehehe.☺
(nanti akan saya buat artikel khusus tentang kenapa dan apa alasan saya akhirnya juga membuka toko online).
---------------------------------------------------------------------------------
Tulisan ungu diatas adalah kutipan salah satu paragraf dari artikel tersebut. Jadi, akibat invasi toko online, toko offline haruskah mati suri?

Nah yang sedang ditulis inilah artikel khusus itu, akan saya ulas secara terperinci. 
Berikut dibawah ini sub topik yang akan saya bahas :

# 1. Beberapa 'goncangan' dan perubahan yang terjadi pada toko fisik akibat fenomena invasi online store tersebut.

# 2. Akhirnya saya memutuskan untuk mulai buka toko online 'bang izal toys'.

# 3. Beberapa kelebihan toko online yang dapat secara jeli di manfaatkan agar besinergi dengan toko fisik kita (mutualis simbiosisme).

# 4. Beberapa kerugian dari toko fisik yang tidak mau atau tidak pandai beradaptasi dengan fenomena era invasi online shop ini.

# 5. Beberapa syarat dasar yang harus di miliki seorang owner toko fisik agar bisa beradaptasi dengan dunia bisnis online.

Baiklah, saya coba kisahkan secara runut satu persatu dimulai dari :

# 1.Beberapa 'goncangan' dan perubahan yang terjadi pada toko fisik akibat fenomena invasi toko online. 

Saya mulai membuka usaha toko mainan (offline) didaerah kalisari jakarta timur pada awal tahun 2010. Saya masih ingat saat itu 'semuanya berjalan baik-baik saja'. Waktu itu sejauh pengamatan saya, toko fisik belum terlalu menjamur seperti sekarang. 

Ketika itu yang membuka toko mainan baru ada tiga toko (sudah termasuk toko saya). Yang dua toko lain telah ada terlebih dulu daripada toko mainan saya. Di daerah kecamatan lain (yang masih terhitung dekat dengan kalisari), yaitu pasar ciracas saat itu baru ada dua toko mainan. 

Artinya apa?

Jadi persaingan harga saat itu belum terlalu ketat. 
Sehingga kami para pelaku usaha toko mainan bisa mengambil margin cukup besar. Contohnya untuk mainan yang tidak pasaran (harganya buta) rata-rata per item kami ambil margin mencapai 100%. 

Paling rendah untuk mainan yang sudah dikenal luas harga pasarannya (seperti hot wheel, kinsmart, dll), kami pedagang toko mainan masih bisa ambil margin rata-rata 50%, pada saat itu.

Gimana? 
Marginnya gede dan GUUUURIH kan teman-teman,,,,? ☺☺☺

TAPI itu DULUUUUU! ☺

Semua mulai saya rasakan berubah drastis sejak awal tahun 2012. 
Pada awalnya saya kaget dan heran kenapa pembeli dan pelanggan saya yang sebelumnya tidak pernah protes soal harga, kenapa sekarang mulai mempertanyakan?

Pertanyaan seperti :
"Bang, kok harganya mahal banget sih? di toko online aja harganya cuma bla,,,bla,,,bla,,,,,,,,,,"
"Bang, kuranginlah harganya, di bukulapuk harganya bisa lebih murah"
"Ditokopakdia kok harganya lebih murah-murah ya bang? (kalo pembeli ini caranya ngomongnya lebih halus, yaitu dengan gaya bertanya tapi tetep aja mak jlebb dihati hehehe).

Diatas beberapa contoh komentar dari pelanggan toko saya waktu itu. Hampir semua komentarnya senada dan seirama. Sudah mulai terasa gejala pelanggan saya pergi satu persatu, toko pun mulai sepi dari pembeli.

Omset bahkan menurun mencapai 50% dari waktu-waktu sebelumnya. 
Tapi pada awalnya saya masih mencoba untuk bertahan dan tidak terlalu ambil pusing. Harga produk mainan ditoko belum juga saya turunkan/sesuaikan.

Tapi yang membuat saya kaget pada waktu pertengahan tahun 2012, ketika itu saya iseng mengecek harga ke salah satu kompetitor terberat di daerah saya. 
Ternyata,,,,, toko kompetitor itu telah menurunkan harga banderol produk-produknya! 
Rupanya toko kompetitor itu sudah mulai start menyesuaikan diri!

Dari situlah saya mulai tersadar dan mulai mau belajar untuk beradaptasi, agar bisa menghadapi segala perubahan dalam dinamika usaha. Saya pun mulai mengganti semua banderol harga di toko saya, 

Ya! 
Semua banderol lama saya coret silang pakai pulpen, dan diganti dengan banderol harga baru yang lebih murah! (lihat foto dibawah).

Proses penurunan harga ini ada kisah unik tersendiri.
Kisahnya telah saya tulis lengkap di artikel 'MUSUHKU' ADALAH GURUKU YG TERBAIK
Demikianlah di atas perubahan utama dan 'goncangan' yg terjadi pada toko-toko fisik akibat fenomena invasi toko online.

INVASI TOKO ONLINE, TOKO OFFLINE HARUSKAH MATI (SURI)?

2.Akhirnya saya memutuskan untuk mulai buka toko online 'bang izal toys'.

Oke sekarang kita fokus tentang adaptasi untuk membuka toko online.

Apakah ada pilihan bagi kita selain beradaptasi?

Jelas Tidak Ada!

Pilihannya hanya ada 2 :
Bisa beradaptasi atau 'tenggelam' ditelan perubahan zaman.

Kenapa bisa 'Tenggelam',,,?

Sudah tahukah teman-teman berapa persen margin rata-rata yg diambil toko online di market online store atau Ecommerce itu?

Rata-rata pada saat ini semuanya berlomba-lomba mengambil margin paling rendah/murah! 
Berapa persen?? Yakni cuma ambil margin bersih sekitar 15% - 10%!

Sedangkan (setahu saya), toko offline/toko fisik hanya berani mengambil margin paling rendah di kisaran angka 30% - 25 %.

Toko offline tidak akan pernah sanggup ambil margin cuma 15% atau 10%, karena mereka pasti akan tekor setelah dihitung dan di potong semua biaya operasionalnya.

Toko offline sudah pasti butuh biaya untuk membayar sewa toko, gaji karyawan, dan masih banyak biaya operasional lainnya. Sedangkan toko online paling banter biaya wajib yang harus dikeluarkan hanya bayar internet, beli laptop dan bayar listrik.

Toko online jangkauannya luas hampir tak terbatas, sedangkan jangkauan toko offline? 
Ya sudahlah. ☺

Pokoknya toko offline benar-benar kalah telak deh!! Onlineshop benar-benar telah meng-invasi!
Tapi apakah dengan semua kenyataan itu, owner toko offline musti kehilangan akal,,,?!!
Owww,,,oww,,oww mestinya jangan sampai begitu,,,, ☺
Kita harus cerdik mencari selahnya,,,,

Caranya?!

Ya tinggal kita ikuti saja alurnya! ikuti saja arusnya, jangan dilawan!
CARANYA : Kita buka juga toko online! Simple! ☺☺☺

Kenapa kita musti pusing dan bingung? 
Lah,,,Produk kita punya lengkap ditoko kita, kenapa tidak kita jualkan juga produk kita ditoko online?

Bagaimana dengan persoalan pasaran harga yang 'sudah hancur'?
Ya tidak terlalu menjadi masalah! No problemo!

Tinggal di ikuti saja alurnya sembari kita ukur bagaimana kemampuan kita.

Kalau kita punya kemampuan modal yang kuat, ya kita ikut main Quantity, main cepat perputaran laku barang. Kalau belum sanggup main quantity, ya sudah kita main cara biasa saja. Yang penting banderol harga yang kita jual tidak terlalu mahal dan tidak terpaut terlalu jauh dengan pasaran harga toko online lain. 

Tidak semua orang yang berbelanja di toko online itu benar-benar teliti dengan harga. Banyak juga terjadi, walau harga produk sedikit lebih mahal (misal beda 5.000 atau 10.000) dari toko online lain, tapi kalau pelayanan kita ramah, packing rapi, cepat dan tepat, biasanya pembeli tetap akan datang berbelanja lagi ke toko online kita. 

Intinya jika toko online lain mengandalkan harga jual murah, kita bisa mengandalkan pelayanan yang maksimal!

Ada tipe pembeli yang bila telah merasa puas dengan pelayanan kita, perbedaan harga yang sedikit biasanya tidak menjadi masalah bagi mereka.

Buktinya harga produk di toko online saya termasuk harga standar, tidak terlalu murah, juga tidak terlalu mahal, toh tetap laku dan tetap ada pelanggan setiannya ☺☺☺ 

Masing-masing ada rezekinya ☺

Jadi, intinya kita harus bisa mengikuti alur dan beradaptasi!

Karena pertimbangan itulah, akhirnya pada awal tahun 2013 saya memutuskan untuk mulai membuka toko online. Toko online pertama, saya beri nama 'Toko Mainan Serba Murah. 

Mulanya saya mulai mem-foto produk mainan pakai kamera blackberry gemini, kemudian saya share di postingan akun facebook pribadi. 
Yg mula-mula membeli adalah teman alumni SMP dan SMA saya. 

Tiap-tiap selesai packing barang, lantas langsung difoto. Packing barang itu kembali saya share ke postingan Fb, dengan maksud memberi tahu teman-teman saya itu bahwa barang telah siap dan akan segera dikirim. 

Yang namanya postingan Fb, pastinya semua teman di timeline saya juga ikut melihatnya. Karena seringnya saya posting packingan barang pesanan tersebut, akhirnya lama kelamaan teman-teman Fb lain (yang bukan alumni sekolah) jadi ikut juga memesan mainan kepada saya. 

Setelah 10 bulan berjalan, kemudian saya membuat sebuah halaman Fanspage Fb dengan nama brand toko online juga 'Toko mainan serba murah'. 
Kemudian setelah saya fikir-fikir, nama 'Toko mainan serba murah' ini selain susah di sebut, juga kayaknya kurang sreg aja di dengar, akhirnya nama toko online di akun Facebook dan halaman fanspage resmi saya ganti menjadi 'Bang Izal Toys' di awal tahun 2014.

INVASI TOKO ONLINE, TOKO OFFLINE HARUSKAH MATI (SURI)?
Foto nostalgia toko online pertama saya.

Kemudian pada pertengahan tahun 2015 saya juga membuka toko online di dua ecommerce terbesar di indonesia, yaitu Bukalapak dan Tokopedia. 
Pada dua toko online itu saya telah berhasil menjualkan ratusan produk mainan sampai sekarang.

3. Beberapa kelebihan toko online yang dapat secara jeli kita manfaatkan agar bersinergi dengan toko fisik kita.

Teman-teman semua.

Khususnya kepada pengusaha toko fisik, memang sulit bagi kita untuk benar-benar menguasai kedua bidang itu sekaligus. Orangnya yang basic awalnya dari toko offline pasti tidak akan bisa expert (benar-benar ahli) di bidang toko online.

Demikian juga sebaliknya, bagi orang yang basic awalnya dari toko online biasanya juga sulit untuk expert di toko offline. Pasti hanya bisa fokus di salah satu bidang saja. Sangat jarang yang bisa menguasai keduanya sekaligus, kecuali perusahaan raksasa yang sudah punya pondasi dan jaringan yang kuat dimana-mana.

Terus terang saya sendiripun di momen tertentu seperti lebaran, toko online saya tutup dulu sampai dalam waktu 2-3 bulan.

Tapi, setidaknya dengan telah merintis dan mempunyai toko online, kita telah siap dan tidak kaget lagi dengan perubahan trend berbelanja. Yang pastinya bakal lebih canggih memanfaatkan teknologi internet pada 5 atau 10 tahun mendatang.

Intinya kalau sudah merintis dari sekarang, kelak kita sudah tidak gaptek lagi!

Karena bagi orang yang benar-benar buta dengan teknologi internet, jangankan untuk membuka bisnis online, untuk membuat akun facebook saja masih tidak tahu caranya dan butuh waktu yang cukup lama untuk mempelajarinya. (pengalaman pribadi soalnya, terus terang saya baru mengenal dunia internet ditahun 2010, yaitu sejak mulai main facebook. Itupun adik perempuan saya yang bikinin hehehe)

Nah kalau sudah punya toko online, kita bisa memanfaatkan toko online itu untuk membuang 'produk mati' alias yang kurang laku di toko fisik kita. Kita bisa jual murah di sana.

Toh kalaupun kita harus menjual terlalu murah 'produk mati' itu menurut ukuran harga toko offline, misal cuma ambil margin !0% (lihat kembali diatas, berapa persen margin minimal toko offline? 30%-25%). Tapi menurut standar harga ditoko online, memang begitulah rata-rata standar harga pasarannya!

Misal kita jual murah dengan tujuan untuk cuci gudang 'produk mati' tersebut di toko online dengan ambil margin 10%. Barang itu bisa habis terjual, kitapun tetap dapat margin/keuntungan sesuai standar pasaran harga yang ada dimarket toko online.

Nah mantap kan?! Sambil menyelam minum air! hehehe ☺☺☺

By the way teman-teman semua bisa paham 'kan apa maksud saya? 
Pasti bisa nangkeplah apa pointnya ☺

4. Beberapa kerugian dari toko fisik yang tidak pandai beradaptasi dengan fenomena invasi toko online/onlineshop ini.

Bagi toko fisik yang belum juga beradaptasi dengan mulai membuka toko online dari sekarang. Jelas akan merugi, makin ketinggalan dan makin kalah dengan toko-toko online. Seperti yang telah saya sebutkan diatas, toko online itu didukung oleh keunggulan teknologi. 
Jangkauan pasarnya luas seolah tanpa batas. Harga jualnya pun juga pada 'gila', pada 'miring'!

Sedangkan kita pengusaha toko offline masih terlena dan masih bisa santai seolah-olah keadaannya masih sama dengan 15 atau 20 tahun yang lalu??

Ayo teman-teman,,,, Bangun! Bangkit! ☺

Bukannya apa-apa teman,,,,,,,,

Faktanya saya lihat banyak dari sebagian owner toko fisik/offline yang benar-benar buta sama sekali dengan teknologi internet, bahkan Facebook saja mungkin mereka tidak punya!

Memang rata-rata mereka termasuk generasi tua, kisaran umur 45-50 tahun. Ada yang pernah berjaya 20 tahun yang lalu berjualan baju dipasar. Ada yang punya toko mainan seperti saya, pernah berjaya kurun 15 tahun yang lalu. Kini mereka mulai mersakan perbedaan yang sangat jauh dari masa kejayaan mereka itu. Penjualan semakin jauh merosot karena tergerus dan kalah telak oleh trend belanja dan bisnis online. 

Kemajuan teknologi sekarang semakin memudahkan semuanya. Orang-orang kalau ingin berbelanja sebuah produk tinggal ketik dan gesek jarinya ke smarth phone, tunggu dalam satu hari, barang telah sampai kerumah masing-masing (diantar gojek, go-send) dan,,,, hargapun miring!

Sedangkan mereka ('kalangan lama, kaum tua') tidak mampu berbuat apa-apa, kalah telak,,,, penyebabnya karena awam dibidang itu! (Teknologi internet).

5. Syarat/skill dasar yang harus di miliki seorang owner toko fisik agar bisa beradaptasi dengan dunia bisnis onlineshop.


Syaratnya apalagi kalau bukan harus menguasai teknologi internet. 
Sekarang zaman semuanya pakai internet, tidak hanya terbatas pada toko online. Bisnis online, SIM online, Pendaftaran PNS online, Ujian online, pacaran online atau apalagilah online yang lain,,terserah hehehe ☺☺☺.

Yang jelas sekarang semua mainnya serba online. Taruhlah kalau memang kita benar-benar awam dan gaptek, cobalah berusaha terus belajar. Tidak ada yang tidak mungkin, selama ada kemauan kuat pasti lama kelamaan akan bisa juga.

Terutama bagi owner-owner toko fisik yang masih kategori kaum muda umur dibawah 40 tahunan. Itu sebenarnya masih banyak waktu untuk belajar kok. Kalau generasi tua diatas umur 40 tahun masih bisa dipahamilah kalau mereka gaptek, karena memang era mereka berbeda. Tapi masa kita yang muda-muda ini zaman sekarang masih awam dengan dunia internet. Sayang sekali dong hehehehe ☺☺☺☺

TIAP DI MANA ADA KEMAUAN PASTI DI SANA ADA JALAN, YAKINLAH!

Baiklah teman-teman semua, tidak terasa cukup panjang juga diskusi dan sharingnya hehehe ☺☺☺

Sampai di sini dulu diskusi kita dengan judul artikel akibat invasi toko online, haruskah toko offline mati suri?

Insya Allah nanti akan disambung lagi dengan topik lain yang lebih hangat dan aktual.
Sampai jumpa lagi,

Salam.

Penulis by : Bang izal.

Artikel Menarik Lainnya

Comments

  1. sippp dech artikelnya bang.....sedikit basa - basi...langsung nonjok....namun dikemas dng cerita yg enak dibaca....

    ohy bang klu boleh sedikit cerewet...kalimat penutup seperti...sampai disini dulu yach bla...bla..bla sebaiknya dipotong krn mubazir sbb sdh disebutkan diatas walau itu adalah tekhnik penempatan kata kunci.

    ok.dech bang,Good luck....

    jng lupa promo di IAPD :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siaaaap hehehehe :)

      Makasih ya om Kang Nata atas semua kritik dan sarannya. Semoga blog asikpedia juga meraih sukses, Aammiiin.

      Delete

Post a Comment

-Di izinkan untuk membagikan artikel/konten yang ada di blog Bang Izal Toy ini.
- Mohon maaf sebelumnya : no iklan, no spam, no titip link
Semua akan masuk folder spam
- Penjelasan aturan selengkapnya silahkan lihat T.O.S
Terimakasih atas kunjungan Anda.

POSTINGAN TERPOPULER

PUSAT GROSIR MAINAN ANAK DI JAKARTA Bagian 1 (Pasar Pagi Asemka)

BERAPAKAH MODAL AWAL BISNIS MAINAN?

PUSAT GROSIR MAINAN ANAK DI JAKARTA Bagian 3 (Pasar gembrong)

CARA MENGETAHUI HARGA GROSIR MAINAN TERMURAH DI ASEMKA

BEBERAPA JENIS USAHA MODAL KECIL DENGAN KEUNTUNGAN BESAR YANG PATUT ANDA COBA

Mau Berlangganan Artikel? Gratis!

Silahkan masukan e-mail anda dikotak, kemudian klik subscribe. Setelah itu jangan lupa anda cek link aktivasi yang kami kirimkan ke e-mail anda, kemudian klik dan aktifkan!

Delivered by FeedBurner