KENYATAAN HIDUP YG KONTRAS Skip to main content

KENYATAAN HIDUP YG KONTRAS

KENYATAAN HIDUP YG KONTRAS
Kesenjangan itu begitu nyata. (Foto hanya ilustrasi)

Pukul 14.30. 
Siang hari itu amat terik.

Saat sedang duduk-duduk santai di depan tokoku, tanpa sengaja pandanganku terpaku kepada seseorang yang sedang termenung.

Orang itu adalah si abang tukang batu akik yang lapak kecilnya ada dipinggir jalan tidak jauh dari tokoku.

Entah apa yang dimenungkan si abang itu. 
Wajahnya tampak pucat.

Saat itu aku sempat berfikir, "hmmh,,, sepertinya si abang ini sedang memikirkan sepinya orderan pembuatan dan pengasahan batu akik saat sekarang ini".

Memang sekarang bisnis batu akik bisa dikatakan telah redup, hampir mati. 
Bisnis jenis ini mirip seperti sebuah cerukan tanah yang cukup luas disebuah padang tandus di Afrika.

Bila musim hujan tiba, maka tergenanglah airnya menjadi sebuah danau kecil. Semua tumbuhan dan hewan disekitarnya pun hidup dan tumbuh subur.

Namun ketika kembali datang kemarau panjang yang ganas, semua hewan dan tumbuhan di sekitarnya pun mati. Menunggu saatnya datang musim hujan berikutnya untuk mereka dapat hidup kembali.

Begitulah perumpamaan bisnis batu akik ini.

Sebenarnya fenomena batu akik ini memang wajar seperti itu, termasuk kategori jenis usaha musiman. Biasanya kalau musimnya telah habis, pelaku usahanya akan beralih ke jenis usaha yang lain. Sampai nanti tiba saat booming dan musimnya lagi, mereka akan kembali menekuni jenis usaha ini.

Hanya saja, ada yang sedikit berbeda dengan si abang batu akik ini. 
Entah kenapa sampai saat ini dia belum juga mengganti usahanya dengan jenis usaha yang lain. 
Dia tetap bertahan di usaha batu akik itu, walau hampir setiap hari sudah tidak ada lagi orang yang membuat dan mengasah batu akik.

Dan kenapa pula terlihat begitu dalam menungnya?
Tatapan matanya begitu jauh dan kosong. Mukanya pucat.

Tiba-tiba saja si abang batu akik itu terjatuh!

Hampir pingsan di depan emperan toko pakaian yang berada disisi kiri depan tokoku itu. 
Segera semua orang berlarian menolongnya.

Aku dan istriku pun ikut segera datang bergegas membantunya. 
Setelah agak siuman, dia cuma bisa berkata lirih dengan kedua tangan masih bergetar : 
"Tolong,,,,, saya udah gak kuat lagi,,,,,,""

Aku dan istriku pun kemudian bertanya, "kenapa bang,,,?"
"Saya udah gak tahan lagi,,,,dari pagi belum makan, belum ada pelaris, duit juga gak ada" jawabnya.

Akhirnya kutanyakan, "emang istrinya gak nganterin nasi bang? anaknya gak datang kesini?"
Dia jawab, ""gak ada, istri saya sudah meninggal, anak saya ada dikampung, saya cuma sendiri disini,,,,,,,,,,,""

Ya Allah,,,,,,,,, kami semuapun terdiam sejenak,,,,,,,,,,,,,,

Sungguh demikianlah cobaan hidup didunia. 
Begitu masih banyak orang-orang yang dalam kesusahan.
Begitu banyak orang-orang yg sedang diberi cobaan.

Oleh karena itu pandai-pandailah kita bersyukur, bila kita sedang mendapatkan nikmat kemudahan dan rezeki, bantulah mereka. Jangan abaikan dan jangan lupakan mereka. Dengan membantu, maka itu dapat menumbuhkan kepekaan dan kepedulian kita.

Sesungguhnya diantara harta kita itu terdapat bagian/hak dari orang-orang fakir, miskin, anak yatim serta mereka-mereka yang hidupnya masih 'kurang beruntung'. 

Istriku kemudian bercerita kepadaku. 
Rupanya si mbak warteg disebelah tokoku, sewaktu abis zuhur tadi sudah menyuruh si abang batu akik ini untuk makan, tapi dia tidak mau.

"Kayaknya dia sudah terlanjur malu kalo ngutang makan lagi, karena utang dia yang kemarin-kemarin sudah banyak nunggak. Total jumlah hutangnya sampai 131.000" demikian keterangan si mbak warteg.

Akhirnya istri saya berinisiatif untuk membayar lunas hutang si abang batu akik ini dan membelikan makan siangnya.

Saya juga memberikan saran supaya si abang batu akik itu berusaha untuk mencari usaha yang lain saja. 
Karena usaha asah batu akik ini memang sudah habis masanya, sifatnya musiman dan temporer.

Aku hanya bisa tertegun.

Ternyata pada saat ini masih ada saja orang yang sekedar untuk membeli makanan pun tidak mampu.

Tadinya kupikir kejadian seperti ini hanya terjadi di zaman dulu, yaitu pada saat aku masih remaja (krisis moneter tahun '97-'98).

Saat itu untuk bisa membeli beras, ayah mesti menunggu orderan jahitan masuk dulu.

Kalau orderan jahitan masuk jam 2 siang, ya jam 3 sore kami sekeluarga baru bisa makan.

Kalau orderan jahitan tidak masuk-masuk, ya seharianlah kami tidak makan!
Persis seperti kejadian si abang batu akik diatas!

Di negeri ini, kenyataan hidup teramat keras bagi sebagian besar orang, dan (mungkin) terlalu mudah bagi sebagian kecil yang lain.


Disaat yang sama ketika si abang batu akik ini kelaparan, berapa banyak ditempat lain orang yang membuang-buang makanan. Saya pernah membaca sebuah berita di media online, bahwa pernah terjadi pada sebuah intansi atau perusahaan yang banyak membuang sisa makanan (catering) untuk jatah karyawannya.

Entah karena karyawannya tidak suka dengan masakannya, entah karena sebab lain. Yang jelas banyak sekali nasi dan lauk yg terbuang.

Menurut saya, dari pada dibuang-buang seperti itu, lebih baik dananya dikumpulkan dan hibahkan kepada yayasan yang mengurus masalah orang-orang tidak mampu. Alangkah jauh lebih bermanfaat.

Belum lagi disisi lain, banyak orang-orang yang diberi Tuhan anugrah kelebihan harta, tapi sayang suka berhura-hura secara berlebihan dengan hartanya.

Namun saat sedikit saja diminta beramal/bersedekah untuk membantu orang-orang yang tidak mampu, jidatnya langsung berkerut dua belas!
Berat sekali untuk mengeluarkan sedikit hartanya.

Itulah dinamika kehidupan didunia, yaitu :

Kenyataan hidup yang kontras!


Oleh karena itu wahai teman-temanku.
Apabila kita ada kelebihan rezeki, ingatlah selalu kepada saudara-saudara kita yang tidak mampu.

Walau pun cuma sedikit yang dapat kita bantu, sungguh itu terasa sangat besar dan sangat berarti bagi mereka. Dan apa yang kita bantu itulah yang akan kita bawa sebagai bekal di akhirat kelak.

Untuk apa punya banyak harta tapi hanya untuk kita tumpuk-tumpuk didunia.

Karena semuanya pasti akan kita tinggalkan, paling banter menjadi rebutan ahli waris kita nantinya. Boleh menikmati harta kita didunia, tapi jangan berlebihan. Dan jangan lupa pada hak/bagian orang yg tidak mampu.

Dan banyak-banyaklah bersedekah serta beramal soleh, agar kita selalu beruntung!


Sebuah nasehat sekaligus reminder, dari : Bang izal.

Artikel Menarik Lainnya

Comments

  1. Refleksi banget ini bang. Indonesia belum baik-baik saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah mbak,,, sedih memang :(

      Delete
  2. smoga lancar bang usahanya amin..

    ReplyDelete

Post a Comment

-Di izinkan untuk membagikan artikel/konten yang ada di blog Bang Izal Toy ini.
- Mohon maaf sebelumnya : no iklan, no spam, no titip link
Semua akan masuk folder spam
- Penjelasan aturan selengkapnya silahkan lihat T.O.S
Terimakasih atas kunjungan Anda.

POSTINGAN TERPOPULER

PUSAT GROSIR MAINAN ANAK DI JAKARTA Bagian 1 (Pasar Pagi Asemka)

BERAPAKAH MODAL AWAL BISNIS MAINAN?

PUSAT GROSIR MAINAN ANAK DI JAKARTA Bagian 3 (Pasar gembrong)

CARA MENGETAHUI HARGA GROSIR MAINAN TERMURAH DI ASEMKA

BEBERAPA JENIS USAHA MODAL KECIL DENGAN KEUNTUNGAN BESAR YANG PATUT ANDA COBA

Mau Berlangganan Artikel? Gratis!

Silahkan masukan e-mail anda dikotak, kemudian klik subscribe. Setelah itu jangan lupa anda cek link aktivasi yang kami kirimkan ke e-mail anda, kemudian klik dan aktifkan!

Delivered by FeedBurner