MERANTAULAH HAI ANAK MUDA! Skip to main content

MERANTAULAH HAI ANAK MUDA!

MERANTAULAH HAI ANAK MUDA!


Foto tahun 2001 (baju putih sebelah kiri), adalah zaman saya masih Alay berat. Masih suka nongkrong gak jelas dan minum minuman ginseng oplosan. 😂 
Hampir tiap malam nongkrong di warung pecel lele pinggir jalan dekat yayasan sekolah PB. Jend. Soedirman Cijantung Jakarta timur.


Zaman labil ini dimulai sejak tahun '98. 
Sebenarnya sikap saya saat itu adalah semacam pelampiasan dan pelarian saja. 
Maklum, saya yang notabene masih remaja telah menjadi tumpuan tulang punggung keluarga. Ditengah tekanan hidup dan kondisi ekonomi keluarga kami yang sedang krisis dan sangat sulit pada saat itu.

Pasca kerusuhan mei '98 ekonomi indonesia memang sedang jatuh, harga melonjak naik sampai 5 kali lipat. Berat sekali kondisinya saat itu.
Jadinya saya sempat 'pecah' deh, berontak!
Untungnya 'masa tersesat' itu tidak sampai terus berlarut-larut, ada cerita lanjutannya dibawah,,,,,,,

Ya! 

Semua masa labil itu benar-benar saya tinggalkan secara total di pertengahan tahun 2002.

Karena sejak saat itulah saya mulai melanglang buana merantau ke pandeglang banten. 

Dagangan saya pertama kali yaitu menjual kaset VCD, pada tahun 2003 saya kembali lagi ke jakarta. Tapi tidak tinggal dirumah, saya hidup nomaden, dagang berpindah-pindah ikut Group komidi putar.



Pasar malam, dizaman itu pasar malam biasanya menyewa lapangan kosong di suatu daerah, acaranya berlangsung selama dua minggu, kadang kalau bulan puasa bisa sampai sebulan acara.


Acara pasar malam selain diadakan di Jakarta, sering juga sampai jauh keluar daerah, yaitu pelabuhan ratu, cirebon, banten, lampung, dan sebagainya.


Tahun 2005, saya tinggalkan acara pasar malam karena persaingan dagang yang tidak sehat sudah lumrah di pasar malam.

Pedagang suka saling menjatuhkan harga.

Harga sudah hancur berdagang pun sudah seperti kerja rodi dizaman belanda, karena saking kerasnya kehidupan dilapangan. Sedangkan hasil yang di dapat hanya pas-pasan untuk menutupi biaya operasional selama acara.



Tahun 2005 itu saya sempat membantu dagang sate padang sekaligus belajar meracik bumbunya kepada salah seorang paman saya di daerah Pasar minggu.

Tapi hanya berlangsung 6 bulan, karena setelah saya jalani ternyata kalau mau buka bisnis sate padang itu harus kerja team.

Hampir tidak bisa (sulit sekali) dikerjakan sendiri. 
Proses pekerjaannya panjang.

Mulai dari berbelanja bahan-bahan baku/bumbu pada jam 4 dinihari ke pasar sayur, dan terus tidak ada henti printilan pekerjaannya sampai waktu pulang dagang sate jam 12 malam. 
Begitu terus setiap hari, waktu untuk istirahat/tidur hanya sekitar 4 jam saja.
Setelah saya fikir-fikir, rasanya belum memungkinkan bisnis kuliner ini saya jalani pada saat itu.



Tahun 2006 saya mulai lagi melanglang buana ke berbagi daerah hingga ke luar kota. 
Tapi kali ini ikut berjualan di acara manasik haji Anak TK.

Itu setiap terselenggara acara, luar biasa sekali jumlah pesertanya, mencapai ribuan anak TK. 
Dagangan yang saya jual yaitu buku mewarnai selalu habis terjual, (kalau teman-teman pernah naik kereta waktu masih ada kereta ekonomi jurusan bogor-jakarta kota, dulu banyak pedagang asongan yang ngobral buku itu).



Awal Tahun 2007 dagang buku mewarnai mulai sulit.

Biasalah,,,, apalagi penyebabnya kalau bukan karena pasaran harga sudah hancur lagi. Tadinya pasaran harga 3 buku 10.000, eh setahun kemudian terjun bebas jadi 3 buku 5.000, kerja bakti lagi deh. 😢



Nah di tahun 2007 inilah saya putuskan untuk melanglang buana lebih jauh, jalan merantau ke pekan baru kemudian menetap kerja bengkel ban di kota padang sampai tahun 2009.


Setelah keahlian bengkel ban ini saya serap semuanya, pada tahun 2010 saya kembali lagi ke jakarta. Waktu itu niat saya sudah bulat untuk membuka bengkel ban. 
Eh ternyata mencari ruko dijakarta dengan parkirannya yang luas itu sulitnya luar biasa, sedangkan keahlian yang saya pelajari adalah bengkel ban besar yang butuh parkir luas.


Akhirnya saya putuskan untuk membuka toko mainan saja, dan tidak disangka-sangka ternyata akhirnya disinilah terbuka rezeki saya. Pintu rezeki dibukakan oleh Yg Maha Kuasa bagaikan air yg mengalir deras sampai sekarang. 
Alhamdulillah. ☺


Kesimpulannya, apakah yang akhirnya bisa merubah total diri, pola pemikiran dan kepribadian saya? 
Yaitu dengan MERANTAU!



Dengan merantau otomatis pola pikir, wawasan dan cakrawala berfikir kita akan berkembang luas, skill dan pengalaman kita pun akan terasah.


Seandainya kalau saya dulu tidak merantau, mungkin saya akan tetap menjadi seorang yang 'alay' selamanya. Dan cara berfikir, cara mengatur strategi, serta segala cara dalam bertindak, mungkin tidak akan seperti sekarang ini.

Sooo,,,, kalau ingin maju?

Maka segeralah merantau wahai Anak muda!!

Di kisahkan oleh : Bang izal.

Artikel Menarik Lainnya

Comments

  1. Bang izal, saya mau buka usaha mainan anak di daerah karawang, tpi saya liat agen grosirnya disni msh mahal2 dan fariasian mainannya pun terbatas/tidak lengkap jenis mainannya. Klo saya nyari agen kulakan/grosir di jakarta tempatnya dmna bang? Minta tips n saran2 nya donk bang. Thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini kayaknya orang sama dengan yg bertanya di artikel saya yg satunya tadi ya om?

      Pertanyaannya udah saya jawab di artikel satu lagi om,,, coba di lihat aja.

      Delete
  2. Bang izal , rejeki itu memang tidak bisa di sangka dimana arah datangnya yah , setelah membaca cerita abang memang merantau itu penting guna meningkatkan kesadaran betapa sulitnya medapatkan uang, jika sudah dapat, betapa susah nya mengontrol uang , dan itu hal yang wajar disaat kita pergi merantau kenegeri orang, tanpa keluarga, dan memang persaingan tidak sehat itu sudah mendarah daging dimana saja,

    walaupun belum banyak tapi saya sudah merakasakan bagaimana kerasnya merantau , jauh dari orang tua, harus tau cara merawat diri, menjaga diri , jadi mandiri.

    dan itulah laki-laki hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantaap om!

      Belum menjadi laki-laki sejati sepenuhnya kalau kita belum pernah merantau hehe :)

      Semoga sukses di perantauan ya om,,,, Memang betul di perantauan itu pasti banyak tantangan dan godaannya.

      Godaan di perantauan biasanya ada 2, yaitu godaan internal yaitu : rasa malas, bosan, jenuh, patah semangat, dll.

      Kalau godaan eksternal : pengaruh pergaulan yg tidak baik (apalagi dmedan lapangan/pasar), kurang dianggap atau diremehkan teman2/orang lain bila kita belum juga berhasil, dll.

      Semoga sukses di perantauan ya om!

      :)

      Delete
    2. terimakasih bang izal, semangat terus mengelola blognya saya senang baca tulisan abang hehe

      Delete
    3. Siap om!

      Makasih ya atas apresiasinya 😊

      Delete

Post a Comment

-Di izinkan untuk membagikan artikel/konten yang ada di blog Bang Izal Toy ini.
- Mohon maaf sebelumnya : no iklan, no spam, no titip link
Semua akan masuk folder spam
- Penjelasan aturan selengkapnya silahkan lihat T.O.S
Terimakasih atas kunjungan Anda.

POSTINGAN TERPOPULER

PUSAT GROSIR MAINAN ANAK DI JAKARTA Bagian 1 (Pasar Pagi Asemka)

BERAPAKAH MODAL AWAL BISNIS MAINAN?

PUSAT GROSIR MAINAN ANAK DI JAKARTA Bagian 3 (Pasar gembrong)

CARA MENGETAHUI HARGA GROSIR MAINAN TERMURAH DI ASEMKA

BEBERAPA JENIS USAHA MODAL KECIL DENGAN KEUNTUNGAN BESAR YANG PATUT ANDA COBA

Mau Berlangganan Artikel? Gratis!

Silahkan masukan e-mail anda dikotak, kemudian klik subscribe. Setelah itu jangan lupa anda cek link aktivasi yang kami kirimkan ke e-mail anda, kemudian klik dan aktifkan!

Delivered by FeedBurner