'MUSUHKU' ADALAH GURUKU YG TERBAIK Skip to main content

'MUSUHKU' ADALAH GURUKU YG TERBAIK

'MUSUHKU' ADALAH GURUKU YG TERBAIK
Toko saya.


'Musuhku' adalah guruku yang terbaik.
Hmmmh,,,, judulnya cukup mengundang tanda tanya ya teman-teman? 😊

Baiklah,,, biar tidak penasaran, berikut saya tuturkan kisahnya.

Setelah hampir dua tahun membuka usaha toko mainan, saya merasa heran, perasaan semakin lama kok pembeli makin sepi saja.

Hingga pada suatu hari, pada saat perjalanan mau berbelanja stok barang ke Asemka Jakarta kota. Entah kenapa, tiba-tiba saya merasa kepingin saja untuk melewati jalan kalisari dalam, padahal biasanya saya selalu lewat jalan raya bogor.
Saat itulah, akhirnya saya mengetahui ternyata ada kompetitor yang baru membuka toko mainan di daerah kalisari dalam.

Jarak toko kompetitor itu sekitar 800 meter dari toko saya.
Pemiliknya adalah seorang laki-laki WNI keturunan.
Saya korek informasi dari warga sekitar, saya ketahui bahwa toko kompetitor itu sudah 3 bulan berdiri.

Toko kompetitor itu besar, barangnya sangat lengkap dan bagus-bagus (maklum, yang punya toko diketahui bermodal kuat). 

Sedangkan kondisi toko saya pada saat itu, kalau mau digambarkan kira-kira begini :

----> Bila laku satu buah mainan, maka langsung kosonglah pajangannya. 😢😢😢

Artinya, pada saat itu stok mainan yang ada di toko saya benar-benar berfungsi untuk menutupi dinding toko doang. hehehe ☺☺☺
Hal yang membuat toko saya semakin nyungsep, ternyata harga yang dibanderol toko kompetitor itu juga sangat bersaing. Rata-rata dia mengambil margin antara 40% sampai 50% dari setiap mainan.

Sedangkan ditoko saya, pada saat itu mengambil keuntungannya rata-rata mencapai 100% dan merata di semua barang!.

Sudahlah stok dan pilihan jenis barangnya tidak banyak, harganya pun semua saya banderol selangit,,,! Ya gimana gak ancurrrrr dan kalah bersaing toko saya?!! Hhhhhhhh! 😢😢

(Maklumlah, pada saya itu saya masih anak baru didunia bisnis, belum banyak mengerti ilmunya,,hehehe). ☺
Saking pusingnya berfikir mencari alternatif jalan keluar, bahkan saya sempat sampai seminggu tidak bisa tidur malam disaat itu.

Sempat berfikir untuk berganti dagangan saja, atau saya lelang saja isi tokonya sama ibu saya.

Tapi pegimane mau me-lelang, lah sedangkan semua isi toko saya pada saat itu 'kan masih modal minjem alias ngutang sama ibu dan adik laki-laki saya.
Jadi gimana caranya mau saya mau lelang,,,?? xixixixi 😢😢
Setelah seminggu ber- galau ria, entah kenapa, secara tiba-tiba datang saja ide cemerlang di benak saya.

Bergumam sambil tepok jidat : ""ya salaaaam,,,ngapain juga gue mesti harus pusing-pusing dan setress gak jelas kayak gini,,,??"

"Kenapa juga gak gue tiru dan contek aja cara dan strategi berdagang kompetitor itu,,,??Hmmmh"" pikir saya.

Terus terang, pada saat itu diam-diam di dalam hati saya mengakui, bahwa saingan saya itu memang lebih berpengalaman daripada saya.
Itu terlihat jelas dari cara strategi pemasaran dan manajemen tokonya.
Saya harus bisa belajar dari dia,,,!
Besoknya saya mulai beraksi jadi spionase (mata-mata dadakan ☺).

Saya intai tokonya dari seberang jalan.
Tiap saingan alias 'guru' saya itu sedang tidak ada ditempat (di jaga karyawannya), nah saya masuk mengintai ke dalam tokonya.

Kalau yang punya selalu ada di tokonya, saya tidak kehilangan akal.
Caranya, saya suruh adik perempuan untuk menjadi mata-mata.
Biar tidak kentara sedang mengamati, saya sengaja membeli mainan yang harganya murah, tapi milih-milihnya pake lama banget, bisa lebih dari setengah jam,,,xixixixi ☺
Dalam beberapa waktu menjalankan kegiatan mata-mata itu (sekitar sebulan), ada 3 point informasi penting yang saya dapat.

Kemudian saya analisa, diselami dan berusaha saya cerna apa maksud dari semua tindakan dan strategi saingan saya itu.

Akhirnya saya dapatkan beberapa kesimpulan penting dari pengamatan saya itu, yaitu :
  • 1. Saya perhatikan, barang-barang mainan yang sudah jelas diketahui oleh umum pasaran harganya seperti hot wheel, pianika, kinsmart, game PSP,puteran bayi merry go round, harganya dia jual secara 'tidak wajar'. Dijual hampir senilai harga modal, artinya harganya sangat-sangat murah sekali. Tapi mainan-mainan lain yang kurang dikenal orang, dia pajang di bagian dalam toko, kemudian dia jual dengan standar harga normal. Pada barang kurang populer ini dia ambil keuntungan rata-rata dikisaran 40-50%. Uniknya, saya lihat dipojokan belakang toko, malah ada koleksi mainan yang tergolong langka, malah dia banderol dengan harga tinggi melebihi 100% keuntungan.
  • 2. Barang-barang yang harganya sengaja dijual sangat murah diatas, sengaja pula dia pajang didekat dekat pintu masuk, atau di pajang di depan toko. Harganya ditulis besar-besar pula, memakai spidol di kertas manila. Saya tahu tujuannya supaya semua orang yg lewat didepan tokonya akan lebih jelas melihat. Jadi seolah-olah ditanamkan kesan kepada setiap pengunjung atau orang yang lewat, bahwa semua barang ditoko itu, harganya sangat murah.
  • 3. Saya perhatikan tulisan spanduk promosi tokonya terkesan lebay dan norak, tapi itu justru memancing perhatian orang untuk membaca. Juga ada tulisan promosi begini : "diskon 50%, tapi cuma berlaku 5 hari saja, karena stok terbatas,,,!!" Padahal sudah sebulan saya perhatikan, itu spanduk tidak pernah di copot-copot, kalau istilahnya anak muda sekarang, ini namanya "MODUS,,,!" hehe ☺
Itulah 3 point informasi penting yang saya dapatkan dari saingan terberat alias rival alias "guru" saya itu.

Dan semuanya saya contek habis2an!

Mulai dari cara dan strategi dagangnya.
Cara bahasa pemasarannya yang norak dan lebay.
Dan yang pastinya, semua harga banderol barang ditoko saya (yang sebelumnya mahal selangit), segera saya ganti semua, saya samakan dengan harga banderol "guru" saya itu!
Hikmah dari semua itu, ada satu kelebihan yang akhirnya saya dapatkan, dan saingan saya itu tidak bisa menirunya. (tidak mungkin bisa dia tiru, karena dia memakai sistem harga pas).

Yaitu banderol lama saya yang marginnya mencapai 100% itu tidaklah saya copot, melainkan hanya saya coret silang saja pake pulpen. Dan dibawah banderol lama itu saya tempelkan banderol baru. Disesuaikan harganya seperti harga saingan saya itu.

Jadi banderolnya ada dua (double).
Banderol dobel begitulah yang saya pakai sampai sekarang.
Hasilnya, beberapa waktu kemudian banyak pembeli saya yg merasa heran.

Komentar mereka :

"Lho,,,kok sekarang harga mainannya sudah jauh lebih murah ya,,? masih bisa sedikit ditawar lagi,,,,,saya pernah lho om, beli mainan di toko kalisari dalam, harganya saklek banget,,,udah harganya gak ada diskon, mahal-mahal, sama sekali gak bisa ditawar lagi,,,"

NAH LHO,,,!! hehehe ☺☺

Pikir saya : terang aje kagak bisa di tawar, lha wong dia 'kan pakai sistem komputer, sistem kasir dan yang menjaga tokonya adalah karyawan.
Lhaa,, kalau toko saya??
'Kan yang jaga langsung saya sendiri, jadi soal harga bisa flexibel sesuka hati saya,,,hehe ☺
Hasilnya sangat luar biasa!

Jika di tahun pertama toko berdiri, pembeli yang datang cuma dari sekitar daerah dekat toko saja. Berkat jasa "musuh" sekaligus guru saya itu, efeknya harga banderol toko saya dianggap sangat murah.

Akhirnya, lama kelamaan toko mainan saya menjadi dikenal luas tersebar dari mulut ke mulut. Langganan saya menjadi sangat banyak.

Mereka datang dari wilayah yg cukup jauh. Ada yang datang dari cibubur,cilangkap,cipayung,depok,cijantung,cibinong, bahkan ada juga yang datang dari bogor,,,! 
JUJUR SAJA, seandainya tidak disebabkan karena hadirnya saingan saya itu, mungkin toko saya tidak akan pernah semaju sekarang. Tidak akan pernah bisa punya cabang dan tidak akan pernah bisa meraih berbagai keberhasilan lainnya seperti sekarang ini,,,!

Jadi pengertian 'musuhku' adalah guruku yang terbaik, dalam arti :
  • BELAJARLAH DARI "MUSUHMU",,,! 
  • PELAJARI STRATEGINYA, MODIFIKASI MENURUT KEAHLIAN DAN CARAMU SENDIRI,,,,!
  • PASTI ENGKAU AKAN MENANG,,,!
  • JANGAN MALAH LARI (menyerah kalah) TIDAK AKAN PERNAH ADA KEBERUNTUNGAN DAN PELAJARAN BERHARGA BAGI ORANG-ORANG YANG TERLALU CEPAT MENYERAH KALAH.
Baca juga : BAGAIKAN NABI DAUD MELAWAN JALUT

Demikianlah teman-teman, kisah nyata tentang perjalanan saya ketika merintis toko mainan. Persaingan bukanlah untuk ditakuti, tapi manfaatkanlah secara cerdik sebagai tempat kita belajar, mengasah dan menambah pengalaman.

Semoga dapat bermanfaat.

Penulis by : Bang izal.

Artikel Menarik Lainnya

Comments

  1. Saya juga seorang pedagang. Yang penting intinya ,pesaing kita jangan dijadikan musuh dan jangan berberharap pesaing kita wasalam usahanya.
    Rezeki tidak terduga datangnya, Melayani dengan hati dan ramah tamah, mampu memikat hati pula.
    Niatkan pula, bergadang tidak hanya sekedar mendapatkan duit tapi juga mendapatkan suadara.
    SEmoga laris manis,... dan jangan lupa iklan diblog saya :)
    Ah jadi promosi nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha 😁😁😁

      Kalimat terakhirnya itu lho, greget banget om. 😀

      Ya betul om, bersainglah secara sehat, sportif dan fair.

      Dalam segi bisnis kita boleh bersaing, tapi hubungan baik antara sesama pelaku wirausaha harus tetap dijaga. Rezeki sudah ada takarannya masing2, jadi jangan takut kalau ada kompetitor baru, justru kita harus bisa belajar dan 'mencuri' ilmu dari mereka.

      Semoga makin sukses ya om dan makasih atas kunjungannya dimari. 😊

      Delete

Post a Comment

-Di izinkan untuk membagikan artikel/konten yang ada di blog Bang Izal Toy ini.
- Mohon maaf sebelumnya : no iklan, no spam, no titip link
Semua akan masuk folder spam
- Penjelasan aturan selengkapnya silahkan lihat T.O.S
Terimakasih atas kunjungan Anda.

POSTINGAN TERPOPULER

PUSAT GROSIR MAINAN ANAK DI JAKARTA Bagian 1 (Pasar Pagi Asemka)

BERAPAKAH MODAL AWAL BISNIS MAINAN?

PUSAT GROSIR MAINAN ANAK DI JAKARTA Bagian 3 (Pasar gembrong)

CARA MENGETAHUI HARGA GROSIR MAINAN TERMURAH DI ASEMKA

BEBERAPA JENIS USAHA MODAL KECIL DENGAN KEUNTUNGAN BESAR YANG PATUT ANDA COBA

Mau Berlangganan Artikel? Gratis!

Silahkan masukan e-mail anda dikotak, kemudian klik subscribe. Setelah itu jangan lupa anda cek link aktivasi yang kami kirimkan ke e-mail anda, kemudian klik dan aktifkan!

Delivered by FeedBurner