CATATAN PERJALANAN USAHAKU Bagian 1 (Menjadi tukang jahit) Skip to main content

CATATAN PERJALANAN USAHAKU Bagian 1 (Menjadi tukang jahit)

CATATAN PERJALANAN USAHAKU Bagian 1 (Menjadi tukang jahit)


Assalamualaikum teman teman semua ☺

Kali ini, beberapa saat ketika akan menulis artikel, saya sempat termenung selama 10 Menit. (ciee,,,bahasanya termenung hehe). Yup ! saya sempat bingung,,, memikirkan tema atau topik apalagikah yang akan ditulis?.

Hampir semua ide, tema dan topik sudah saya tulis di artikel sebelumnya.
Memilih ide atau topik tulisan, bagi saya pribadi dipengaruhi oleh semacam rasa/mod tertentu.

Kalau sedang tidak ada mod menulis topik tertentu, tentang bisnis atau cerpen misalnya, lantas dipaksakan juga menulis topik tersebut pasti hasilnya tidak akan memuaskan. 
Dalam termenung memikirkan tema tulisan, tiba-tiba terlintas ide dikepala saya untuk menuliskan kisah tentang perjalanan usaha saya sendiri.

Walaupun tema pada kali ini adalah kisah pribadi, tapi insya Allah akan bisa bermanfaat juga untuk teman-teman semua. Hitung-hitung sebagai sharing/berbagi pengalaman 😊

Dan mudah-mudahan kisah ini bisa bermanfaat juga untuk adik-adikku yang membaca tulisan ini, agar bisa menjadi pemacu semangat kalian, supaya tidak mudah patah semangat dalam berusaha. 
  • Di dalam kisah ini telah berisi lengkap semuanya, karena akan di tulis secara berseri. Mungkin akan sampai 5 atau 8 seri. Mulai dari suka sampai dukanya, bagaimana kerasnya merangkak dan merintis usaha dari bawah, tentang masalah ketiadaan modal, sampai dengan kisah dan strategi dalam menghadapi persaingan bisnis yang keras.
Insya Allah kisah nyata ini semuanya akan saya ceritakan selengkap-lengkapnya.
Baiklah, kisahnya akan saya tuturkan mulai dari masa yang paling awal, yaitu :

Menjadi Tukang Jahit Tailor (Periode tahun 1993 sampai 2002).

Ya!Saya pernah menjadi tukang jahit Tailor (penjahit pakaian formal/semi formal) sejak umur 15 tahun (1993) sampai umur 23 tahun (2002). Hampir selama 10 tahun saya berprofesi sebagai tukang jahit.

Ilmu ini di dapatkan dari ayah saya sendiri. Dan sebenarnya keluarga saya memang berasal dari garis keturunan tukang jahit tailor sejak zaman kakek moyang dahulunya.

Kakek saya dari pihak ibu dan dipihak ayah keduanya sama-sama berprofesi sebagai tukang jahit. Dahulu profesi ini pernah sedang jaya-jayanya. Kedua kakek saya malah bisa membuat rumah yang besar hasil dari profesi ini, satu rumah di Pariaman Sumbar, satunya lagi rumah di Pekanbaru, Riau.

Pada tahun 70an ke bawah, pekerjaan sebagai tukang jahit ini sangat identik bagi orang-orang yang berasal dari sumater barat, khususnya daerah Pariaman.

Dahulu dipasar-dipasar atau di sepanjang jalan raya yg ramai, amat banyak dan sangat mudah ditemui tukang jahit tailor ini. Menurut cerita kakek saya, zaman dulu (tahun 50-60an) laki laki dengan profesi ini adalah calon idaman untuk dijadikan sebagai menantu hehe ☺.

Kenapa sebabnya?

Tak lain dan tak bukan karena penghasilannya besar, pada zaman itu pakaian formal dan semi formal sangat merajai style dan gaya anak-anak muda di zamannya.

Cobalah teman-teman lihat foto-foto ayah atau kakek kita saat waktu mudanya dulu, rata-rata pakai baju kemeja lengan panjang dan celana panjang bahan dengan model cut bray.
Nah, karena pakaian formal dan semi formal menjadi mode dizaman itu, sehingga profesi tukang jahit tailor mengalami masa-masa kejayaannya.

Bahkan, menurut cerita kakek saya lagi, era tahun 60-70an itu sudah menjadi suatu kelaziman bagi para orang tua bercita-cita agar anaknya menjadi tukang jahit tailor profesional.

Sehingga saat itu banyak orang tua yang 'menitipkan' anaknya untuk belajar ilmu menjahit ini kepada penjahit tailor yang sudah terkenal dan telah punya nama.

Nah, si anak muda yang akan belajar ilmu menjahit ini, dalam proses belajarnya bagaikan orang yang menuntut ilmu silat dalam film kungfu mabuk klasik ala Jacky chan. 
Dahulu untuk menuntut ilmu ini, orang tua si anak muda biasanya memberikan 'mahar' 3 keping uang logam rupiah dari emas.

Itu sebagai imbalan jasa menitipkan anaknya untuk di tatar dan di didik sebagai calon tukang jahit tailor profesional.

(FYI, zaman dulu PERURI pernah mengeluarkan uang logam dari emas. Setahu saya nilainya sama dengan 2,5 gram emas murni).

Selama setahun, selain belajar tekhnik membuat pola dan ilmu menjahit, si anak didik harus mau juga bekerja membantu gurunya dalam kehidupan sehari-hari.

Pekerjaan yang harus dilakoninya yaitu seperti membuka kios jahit jam 8 pagi, menyapu kios, pergi ke pasar untuk berbelanja bahan atau alat-alat jahitan, menggosok (menyetrika), dan lain sebagainya.
Praktek belajar seperti inilah yang telah lazim dilakukan tukang jahit tailor dari generasi ke generasi sejak dari zaman belanda dahulu.

Karena cara ini menjadi kebiasaan selama berpuluh-puluh tahun, membuat tertanamnya kesalahpahaman pemikiran dari sebagian tukang jahit tailor zaman dahulu, praktek itu lama kelamaan berubah menjadi DOKTRIN!

Yaitu pola dan cara pengajaran ke anak asuhnya (yg dititip orang lain untuk di didik sebagai tukang jahit tadi) sekaligus menjadi 'pembantu' perlahan-lahan tanpa sadar malah terbawa-bawa ke cara mendidik anaknya sendiri.

Malah seiring waktu menjadi semakin ekstrim, cenderung bergeser ke eksploitasi anak, terutama pada tukang jahit di era akhir 70an.

Pada masa ini mulai memasuki masa kemunduran profesi tukang jahit tailor.

Penyebabnya karena pergantian trend gaya berpakaian dan mulai banyak berdiri konveksi pakaian jadi. Selain itu juga karena semakin banyaknya berdiri supermarket dan pasar swalayan.

Sehingga di masa ini kondisi tukang jahit semakin sulit dan terjepit. Jika ditahun 50-60an mereka bisa memakai anak didik yang di titipkan oleh orang lain. Untuk diajarkan menjahit plus sebagai 'pembantu' yang bekerja sehari-hari dikios jahit, memasuki akhir tahun 70an sudah tidak ada lagi.

Karena sudah tidak ada lagi orang tua yang menitipkan anaknya untuk di ajarkan menjadi tukang jahit.

Praktek dan doktrin itulah yang pernah terjadi dan di alami ayah saya, dilakukan oleh kakek, dan ayahpun menerapkan cara yang sama kepada diri saya sendiri. Sungguh benar-benar masa yang kelam, sakit dan perih.

Ayah telah telah kehilangan keindahan masa remajanya, dan yang sangat disayangkan sekali, ayahpun mengulang kepedihan yang sama kepadaku. Sungguh begitu kuatnya pengaruh doktrin itu!

Sehingga sampai ayahpun tidak bisa terlepas dari sistem yang buruk dan turun-temurun tersebut. 
Kisah dan efek buruk yang terjadi akibat sistem dan doktrin yang salah ini telah saya tulis lengkap dan terperinci di artikel sebelumnya, yaitu : LIKA LIKU KERASNYA PERJALANAN DI LEMBAH KEHIDUPAN (My Story)

Tapi,,,,Cukuplah sampai ke diri saya saja yang pernah merasakan pahitnya, kelak pada anakku, tidak akan pernah terjadi lagi cara-cara dan praktek yang salah seperti itu, musnah sudah!

Sebagaimana telah benar-benar 'berakhir' pula Era tukang jahit tailor di zaman sekarang.

Ya teman-teman,,,,, memang faktanya era penjahit tailor telah berakhir. Cobalah teman-teman cari tukang jahit spesialis tailor sekarang ini, sulit sekali ditemukan!

Kenapa? karena rata-rata banyak dari mereka yang beralih menjadi spesialis tukang permak servis atau bekerja di konveksi pakaian jadi ☺ .

Nah, alhamdulillah gambaran dan tanda-tanda akan perubahan trend dan akhir dari profesi penjahit tailor ini telah saya baca sejak saya berumur 23 tahun, yaitu awal tahun 2002.

Sejak itulah saya mulai memutuskan berhenti total menjadi tukang jahit, dan di pertengahan tahun 2002 mulai melanglang buana menuntut ilmu menjadi pedagang.

Awal langkah pertama karir berdagang saya yaitu dipasar pandeglang banten sebagai pedagang kaset VCD. Kisahnya akan saya ceritakan secara lengkap di seri CATATAN PERJALANAN USAHAKU Bagian 2.

Insya Allah akan saya tulis dan release secepatnya hehehe ☺

Sampai di sini dulu kisah catatan perjalanan usahaku (bagian 1).
Salam sukses selalu untuk teman-teman semuanya ☺☺☺

Kisah ini di tulis dan di ceritakan oleh : Bang izal.

Artikel Menarik Lainnya

Comments

POSTINGAN TERPOPULER

PUSAT GROSIR MAINAN ANAK DI JAKARTA Bagian 1 (Pasar Pagi Asemka)

BERAPAKAH MODAL AWAL BISNIS MAINAN?

PUSAT GROSIR MAINAN ANAK DI JAKARTA Bagian 3 (Pasar gembrong)

CARA MENGETAHUI HARGA GROSIR MAINAN TERMURAH DI ASEMKA

BEBERAPA JENIS USAHA MODAL KECIL DENGAN KEUNTUNGAN BESAR YANG PATUT ANDA COBA

Mau Berlangganan Artikel? Gratis!

Silahkan masukan e-mail anda dikotak, kemudian klik subscribe. Setelah itu jangan lupa anda cek link aktivasi yang kami kirimkan ke e-mail anda, kemudian klik dan aktifkan!

Delivered by FeedBurner