BELAJAR ILMU BISNIS DARI PESAING KITA (Buka Rahasia) Skip to main content

BELAJAR ILMU BISNIS DARI PESAING KITA (Buka Rahasia)

"Belajar Ilmu Bisnis Dari Pesaing Kita" 

Hmmmh,,,, Sebuah judul yang cukup menimbulkan tanda tanya ya? ☺

Baiklah, supaya anda tidak penasaran, maka saya akan segera menceritakan kisahnya.

Pada tahun 2012, sudah berjalan 2 tahun toko mainan saya berdiri. Namun perkembangannya sangat lambat. 

Timbul pertanyaan didalam benak saya: "Kok toko gue sepi banget nih pembelinya, penyebabnya apa ya? Hmmm,,,,".

Hingga suatu hari, akhirnya saya menemukan penyebabnya (secara tidak disengaja). Saat itu saya baru saja dalam perjalanan menuju pusat grosir mainan di daerah Asemka Jakarta Pusat. Biasanya saya selalu melewati jalan raya bogor. Tapi entah kenapa pada saat itu timbul keinginan saya untuk menempuh jalur lain, yaitu jalan alternatif Kalisari. 

Ditengah perjalanan, tiba-tiba saya melihat ada sebuah toko mainan baru. Toko itu berlokasi sekitar 800 meter dari toko mainan saya. Saat itu barulah saya tersadar, ternyata saya telah mendapatkan pesaing baru!

BELAJAR ILMU BISNIS DARI PESAING KITA (Buka Rahasia)
Foto Ilustrasi

Pemiliknya adalah seorang lelaki keturunan Cina.

Saya mendapatkan informasi dari penduduk sekitar, bahwa toko mainan itu sudah 3 bulan berdiri.

Toko itu besar. Isi produk toko pesaing itu juga sangat lengkap (ya sebenarnya sangat wajar sih jika isi tokonya lengkap, karena pemiliknya dikenal bermodal kuat).

Sedangkan ilustrasi kondisi toko saya ketika itu kira-kira seperti ini===>> jika ada pengunjung yang membeli mainan, maka akan kosonglah isi dari rak/pajangan toko saya. Artinya : stok produk di toko mainan saya sangat sedikit. Hal inilah yang membuat toko saya cukup sulit bersaing dengan toko pesaing baru itu.

Ada satu hal lainnya yang semakin memperparah keadaan. 

Apa itu?

Yeah! Yang membuat toko mainan saya semakin terpuruk adalah : karena harga jual produk saingan saya itu sangat ekonomis dan kompetitif (murah). Toko saingan itu mengambil margin rata-rata sekitar 40% -50% pada produknya. Sementara toko mainan saya mengambil margin rata-rata mencapai 100% pada semua jenis produk! Sehingga terjadi sebuah persaingan yang tidak seimbang. Dan,,,ya wajar saja jika toko saya kalah bersaing pada saat itu. Pembeli ditoko saya menjadi sepi, karena mereka cenderung pergi berbelanja ke toko mainan baru itu. Rasanya lumayan nyesek. 😀😂

Artikel Menarik Lainnya : BAGAIMANA TRIK AGAR USAHA KECIL MAMPU BERSAING DENGAN USAHA YANG LEBIH BESAR?

Tapi saya tidak mau diam saja! 
Saya harus segera memikirkan solusi dan jalan keluarnya! 
Sebab, bisnis dan usaha saya perlahan-lahan bisa runtuh jika semua keadaan ini dibiarkan. 

Tapi,,,, bagaimanakah caranya?

Saya benar-benar bingung memikirkan solusinya pada saat itu. Karena berpikir terlalu keras, sehingga membuat saya sempat mengalami insomnia (sulit tidur) selama seminggu. Bagaimana mungkin saya bisa tidur nyenyak? Sementara otak saya terus berpikir?

Karena belum juga mendapatkan ide, saya sempat berpikir untuk berganti dagangan saja. Jadi tidak perlu bersaing lagi dengan pesaing itu.

Setelah seminggu mengalami galau berat, tiba-tiba muncul ide cemerlang di benak saya. (bergumam) Ya ampun! Kenapa gue mesti bingung? Solusinya mudah sekali, yaitu : "Gue harus meniru strategi bisnis pesaing itu! Hmmmmh,,,,,,,," 😏

Diam-diam dari dalam hati kecil saya mengakui, bahwa pesaing itu lebih berpengalaman dalam hal skill dan ilmu manajemen bisnis (marketing) bila dibandingkan dengan saya. Itu terlihat dari strategi pemasaran dan manajemen toko yang dia mainkan. Jadi, saya harus bisa 'mencuri' ilmu dan strategi bisnisnya!

Beberapa hari kemudian saya mulai mengamati toko pesaing itu (mungkin lebih tepatnya memata-matai). 😁

Saya melakukan pengintaian dan mensurvei tokonya dari seberang jalan. Ketika sang pemilik toko sedang tidak ada di sana (hanya ada karyawannya), maka saya masuk ke toko itu sambil mengamati harga produk-produknya.

Namun jika sang pemilik sedang berada di tokonya, saya tidak kehilangan akal. 

Bagaimanakah triknya?

Trik yang saya lakukan adalah menyuruh adik perempuan saya untuk menjadi mata-mata. Agar tidak dicurigai, saya melakukan siasat dengan menyuruh adik perempuan saya untuk membeli salah satu produk mainan ditoko itu (yang harganya murah tentunya) 😂. Dan saya menyuruh adik saya itu untuk pura-pura bingung memilih mainan dan mengelilingi ruangan toko itu (dalam waktu lama). Padahal modus sebenarnya adalah sedang mengamati strategi bisnis toko pesaing itu. 😉

Artikel Menarik Lainnya : YANG WAJIB DI KETAHUI OLEH PEBISNIS TOKO MAINAN PEMULA

Setelah beberapa lama melakukan kegiatan 'mata-mata' (sekitar sebulan), ada 3 poin informasi yang saya dapatkan.

Lalu saya melakukan beberapa analisis.

Dari analisis itu akhirnya saya berhasil mendapatkan beberapa poin penting, yaitu :

Poin penting #1. 
Toko pesaing itu menjual dengan sangat murah beberapa mainan populer. Contohnya seperti mainan Hot wheels, game PSP, Kinsmart, dan beberapa mainan terpopuler lainnya. Mainan populer itu ditempatkan dilokasi strategis (dibagian depan toko dan pintu masuk). Jadi akan mudah sekali terlihat oleh pembeli.

Tetapi mainan lain yang kurang populer ditaruh di bagian dalam toko. Dan pada jenis mainan yang kurang populer toko saingan itu mengambil margin rata-rata dikisaran 40-50%. (harga normal).
Uniknya, saya juga melihat di bagian belakang toko itu juga ada koleksi mainan yang tergolong langka (die cast metal merek tertentu). Mainan langka itu dia jual dengan harga tinggi. Margin yang diambil mencapai 100% hingga 200%.

Poin penting #2. 
Produk mainan terpopuler yang dijual sangat murah di atas (lihat poin #1) disengaja dipajang dibagian pintu masuk toko itu. Harganya juga ditulis besar-besar di selembar kertas manila (sehingga terlihat mencolok). Saya menganalisis, hal ini memang sengaja dilakukan. Tujuannya adalah agar semua orang yang sedang lewat di depan toko itu dapat melihat harga produk yang dijual dengan sangat murah tersebut. Sehingga memberi kesan seolah-olah toko mainan itu harganya murah-murah. Cerdas kan? hehehe 😀 Saya akui pesaing bisnis saya itu memang pintar teknik dagang (marketing). 😊👍

Poin penting #3. 
Saya perhatikan tulisan di spanduk promosi toko pesaing itu juga terkesan 'provokatif'. Contoh seperti kalimat berikut ini: "diskon 50% -70%, berlaku hanya untuk 5 hari, karena stok terbatas !!"

Coba perhatikan kalimat ini : "hanya berlaku untuk 5 hari saja". Padahal selama sebulan melakukan mata-mata, saya lihat spanduk tersebut masih terpasang didepan toko itu. Anda paham maksud saya? Itulah yang namanya MODUS! 😂 

Itulah 3 poin hasil analisis dari strategi bisnis pesaing saya itu.

Artikel Menarik Lainnya : STRATEGI PROMOSI YANG AMPUH DI AWAL MEMULAI BISNIS MAINAN

Lalu, saya menyerap semua strategi itu dan memodifikasinya!

Tindakan pertama kali yang saya lakukan adalah mengubah harga produk ditoko mainan saya (yang sebelumnya sangat mahal) menjadi lebih murah (seperti harga produk pesaing saya itu).

Dan saya melakukan sebuah trik yang tidak akan bisa ditiru oleh pesaing saya itu.

Trik seperti apa?

Begini caranya :

Banderol harga lama pada produk saya (yang marginnya tinggi hingga 100%) tidak saya lepas. Saya hanya mencoret banderol harga lama itu dengan menggunakan pulpen.

Coba perhatikan fotonya dibawah ini.

SENI BELAJAR ILMU BISNIS DARI PESAING ANDA (Buka Rahasia)
Banderol lama Rp.85.000,- dicoret, kemudian pada bagian bawahnya diberikan banderol baru Rp.73.000,-

Jadi harga aslinya masih terlihat. Kemudian dibawah harga lama itu saya buat banderol harga baru (yang disesuaikan dengan harga pesaing saya).

Apa tujuan saya melakukan trik ini?

Tujuannya adalah untuk memberikan kesan kepada para pembeli, bahwa harga mainan ditoko saya telah turun dan menjadi lebih murah. (karena ada harga perbandingan di atasnya).

Seperti itulah triknya! 😉

Dan trik seperti ini tidak mungkin dapat ditiru oleh toko pesaing saya itu. Apa sebab? Karena toko pesaing itu menggunakan sistem komputerisasi. Dan toko yang menggunakan sistem ini tidak dapat bermain trik seperti saya (karena mereka memakai sistem harga pas). Sedangkan toko saya masih menggunakan cara konvensional (tawar-menawar), jadi trik ini bisa saya lakukan karena harga jualnya fleksibel (bisa saya atur sendiri sekendak saya).

Bagaimana? Anda paham kan?

Saya yakin Anda semua paham dengan penjelasan saya. 😊

Artikel Menarik Lainnya : SKILL KHUSUS YANG HARUS KITA MILIKI DALAM BERBISNIS

Dan,,,,,ternyata trik ini berhasil!

Sejak saya mengadopsi dan memodifikasi strategi bisnis pesaing saya itu, hasilnya toko saya mulai berangsur ramai pembeli. Para pembeli menyangka bahwa harga di toko mainan saya sekarang sudah jauh lebih murah.

Bahkan ada sebagian pelanggan yang mengira harga semua produk saya sekarang lebih murah daripada harga mainan di toko pesaing saya itu. Alasannya cukup lucu. Toko saya dianggap lebih murah oleh pembeli karena harganya bisa turun dan bisa dinegosiasikan (masih bisa ditawar lagi). Sementara (menurut pengakuan mereka) kalau berbelanja di toko pesaing saya itu, harganya tidak bisa ditawar sama sekali.

"Pemilik toko itu pelit," kata para pembeli. 😁😁😁
Agak lucu juga sih hehehe. Maklum saja, sebagian pembeli di daerah saya rata-rata adalah orang awam, mereka belum paham tentang perbedaan sistem dalam berdagang.

Sejak saat itulah toko mainan saya terus berkembang pesat. Jika di tahun pertama berdiri pelanggan yang datang hanya berasal dari area dekat toko saja. Maka setelah saya 'mencuri' strategi bisnis dari "musuh" sekaligus "sumber inspirasi" saya itu, toko mainan saya pun mulai dikenal luas (karena dianggap murah).

Akhirnya, seiring waktu toko mainan saya menjadi semakin dikenal. Branding (pencitraan) toko mainan saya berhasil terbentuk melalui informasi dari mulut ke mulut pelanggan saya.

Langganan saya akhirnya semakin banyak, dan sekarang telah berdatangan dari lokasi yang jauh.

Ada pelanggan yang datang dari daerah Cibubur, Cilangkap, Cipayung, Depok, Cijantung, Cibinong, dan bahkan ada pelanggan yang datang dari Bogor!

JUJUR SAJA, jika tidak dipicu oleh kehadiran toko saingan saya itu, mungkin toko mainan saya tidak akan pernah berkembang seperti sekarang ini.

Jadi sebuah kompetisi sebenarnya bisa bermanfaat bagi kita, dalam arti:

- BELAJARLAH DARI PESAING ANDA!

- SERAP ILMU DAN STRATEGI BISNISNYA, DAN KEMUDIAN MODIFIKASI DENGAN CARA ANDA!

- YAKINLAH, ANDA PASTI AKAN MENANG!

JANGAN MUDAH MENYERAH! JANGAN PERNAH LARI! DAN TERUSLAH BERJUANG!

DISETIAP BIDANG USAHA PASTI AKAN SELALU ADA PERSAINGAN. DAN PERSAINGAN ITULAH YANG AKAN MEMBENTUK ANDA MENJADI SEORANG ENTREPENEUR SEJATI!

Artikel Menarik Lainnya : CARA MENENTUKAN MARGIN KEUNTUNGAN BISNIS MAINAN DAN TRIK MENGHADAPI PERSAINGAN HARGA

Demikianlah sekelumit kisah saya.
Sebuah perjuangan yang penuh kesan ketika diawal saya merintis toko mainan.
Persaingan bisnis tidak perlu ditakuti. Hadapilah persaingan dengan cerdas dan manfaatkanlah prosesnya sebagai sarana untuk mempertajam skill dan intuisi bisnis kita.

Semoga kisah ini dapat bermanfaat dan sukses selalu untuk anda semuanya.

Jika Anda menyukai artikel ini, maka bagikanlah. Semoga dari share yang anda lakukan itu, membuat artikel ini dapat bermanfaat pula bagi rekan-rekan Anda yang lainnya.

Salam.

Penulis oleh : Bang izal.

Artikel Menarik Lainnya

Comments

POSTINGAN TERPOPULER

5 PUSAT TOKO GROSIR PERLENGKAPAN BAYI DI JAKARTA

PUSAT GROSIR MAINAN ANAK DI JAKARTA Bagian 1 (Pasar Pagi Asemka)

5 PUSAT GROSIR AKSESORIS DAN PERNAK PERNIK WANITA TERLENGKAP DI ASEMKA

5 PUSAT TOKO GROSIR MAINAN HOBI DI ASEMKA (Die Cast Metal, Hot Wheels, Drone, RC Helikopter, Action Figure)

CARA MENGETAHUI HARGA GROSIR MAINAN TERMURAH DI ASEMKA

PELUANG USAHA ATK (Alat Tulis Kantor)

4 CARA PROMOSI YANG AMPUH, BIKIN TOKO BARU RAMAI PEMBELI (Ditulis Berdasarkan Pengalaman)

PUSAT GROSIR MAINAN ANAK DI JAKARTA Bagian 3 (Pasar gembrong)

BISNIS MAINAN ANAK MODAL KECIL, BEBERAPA KENDALA UMUM DAN SOLUSINYA.

PUSAT GROSIR PERLENGKAPAN RENANG (Kolam karet, Pelampung, Ban renang, Neck ring bayi, dll)