JANGAN BERSEDIH JIKA SERING DICELA DAN DIREMEHKAN, JAWABLAH DENGAN KESUKSESAN ANDA! Skip to main content

JANGAN BERSEDIH JIKA SERING DICELA DAN DIREMEHKAN, JAWABLAH DENGAN KESUKSESAN ANDA!

JANGAN BERSEDIH JIKA SERING DICELA DAN DIREMEHKAN, JAWABLAH DENGAN KESUKSESAN ANDA!

Di dunia ini ada berbagai sifat dan karakter manusia, tetapi secara garis besar ada dua kelompok, yaitu :

#Tipe pertama : Ada orang yang dikaruniai sifat rendah hati (low profile), suka meringankan urusan, selalu berprasangka baik, dan tidak suka memperumit masalah (tidak suka membesar-besarkan masalah).

Jika ada masalah/kesalahan kecil, dia lebih suka memaafkan (tidak dibuat berbelit-belit).

Jika sedang menegur, maka dia menggunakan ucapan yang lembut (dari hati ke hati). Dan suka menyembunyikan aib/kesalahan teman atau kerabatnya (tidak suka menyebarkannya kepada orang lain).

Singkatnya, orang tipe pertama ini adalah orang-orang yang suka memberi maaf (toleransi) kepada orang lain.

Artikel Menarik Lainnya : PENGARUH TEMAN YANG SUKSES DAN BERILMU PADA POLA BERFIKIR KITA

#Tipe kedua : Tipe ini adalah orang-orang yang suka memperumit masalah. Persoalan kecil suka dibesar-besarkan, jika masalah besar? Ya apalagi!

Dia selalu cemas dan ingin selalu diperhatikan (impulsif). Selalu berprasangka buruk, tendensius (rewel) dan suka mencari-cari kesalahan orang lain.

JANGAN BERSEDIH JIKA SERING DICELA DAN DIREMEHKAN, JAWABLAH DENGAN KESUKSESAN ANDA!

Semua kualitas buruk dari kepribadian orang ini sebenarnya ada sebab utamanya. Yaitu merasa derajat dirinya di atas rata-rata jika dibandingkan dengan orang lain (merasa lebih berpengetahuan, berpangkat, merasa berpengaruh, dll.)

Selama kehidupan dunia ini, saya harap Anda termasuk bagian dari tipe pertama. Buatlah diri Anda menjadi orang yang sibuk memperbaiki diri. Dan sibuk mempersiapkan kesuksesan masa depan Anda. Jangan terlalu suka usil kepada urusan orang lain, terkecuali untuk hal yang benar-benar patut untuk dicampuri.

Jika Anda ingin memberi saran/kritik kepada orang lain, ucapkanlah dengan kata-kata lembut dan didasari oleh niat yang baik. Niscaya saran/kritik Anda akan lebih mudah untuk mereka terima.

Dan kedua belah pihak pun akhirnya merasa puas.

Apa sebab?

Karena orang yang Anda tegur/kritik tidak merasa tersinggung dan Anda pun merasa puas karena maksud Anda telah tersampaikan. Soal kritik/saran Anda diterima atau tidak, itu terserah dia. Yang penting Anda telah menyampaikan hal yang baik.

Jika niat Anda tulus, insya Allah orang itu akan sadar dengan kekurangannya dan akhirnya berusaha memperbaiki kesalahannya. Bila Anda termasuk orang tipe seperti ini, tentunya hidup Anda akan selalu penuh dengan keberuntungan. Jiwa Anda akan terasa lebih luas, hati Anda tenang dan Anda akan disukai oleh banyak orang. (Kecuali bagi mereka yang dengki).

Anda tidak perlu khawatir apakah orang lain menunjukkan rasa hormat kepada Anda atau tidak. 
Sudah tahukah Anda? Hal itu hanya akan membuang-buang energi, waktu dan pikiran Anda saja! 

Apa sebab?

Karena rasa hormat itu tidak bisa diminta! 

Rasa hormat adalah pemberian/penghargaan!

Dan ini hanya akan diberikan oleh orang lain, tergantung kepada kualitas sikap, etika dan perilaku Anda. Sehingga jika Anda meminta-minta rasa hormat, justru orang lain malah akan menjadi mual dan kehilangan rasa hormatnya terhadap Anda.

Jika Anda adalah orang yang pantas dihargai, tanpa anda banyak bicara pun, orang lain akan tetap menghormati Anda! Jadi tidak perlu meminta-minta perhatian untuk disanjung dan dihormati.

Artikel Menarik Lainnya : ANTARA HARTA, KEHORMATAN DAN KEBAHAGIAAN

Biarlah perilaku Anda yang 'berbicara' dan dari situlah orang lain bisa menilai 'siapa' Anda.

Apakah Anda sudah tahu?

Orang lain itu tidak hanya memiliki telinga, tetapi mereka juga memiliki mata, pikiran, perasaan, penilaian, dan perhitungan. Semua itulah yang juga ikut mengamati 'kompatibilitas' antara ucapan dan perilaku kita. Oleh karena itu, (disarankan) kita tidak perlu banyak bicara. Berbicaralah hal yang baik atau lebih baik diam.

Nah, bagaimana jika setelah Anda sibuk memperbaiki diri sendiri. Anda juga sudah sibuk mempersiapkan kesuksesan masa depan Anda. Dan Anda juga tidak pernah usil kepada orang lain!
Tapi (anehnya) masih ada orang yang suka mencela Anda. Celaan yang hanya didasarkan pada asumsi dan prasangka belaka.

Maka janganlah bersedih! Justru Anda harus 'berterima kasih' kepada mereka! Walau Anda banyak mendapatkan cercaan dari orang lain. Bahkan cercaan yang kejam (hanya berdasarkan asumsi / prasangka buruk).

Sekali lagi janganlah merasa bersedih! Karena semua itu pada akhirnya akan 'baik' untukmu!

Apa sebab?

Karena tanpa sadar mereka (orang yang mencela tersebut) telah memicu Anda menjadi orang yang lebih baik! Jadi ucapkanlah 'terima kasih' untuk semua 'jasa' mereka!

Bahkan, ketika mereka menghina dan merendahkan Anda tanpa dasar/bukti, itu pun akan tetap baik untuk Anda.

Kenapa bisa begitu???

Karena semua celaan itu membuat Anda terus sibuk untuk memperbaiki diri!

Dan karena Anda telah sibuk memperbaiki diri, sehingga Anda nyaris tidak punya waktu lagi untuk mencari kesalahan orang lain. Itulah yang akhirnya membuat Anda sukses, sebab Anda tidak pernah  membuang waktu untuk hal yang tidak bermanfaat.

Banyak terjadi dalam kenyataan, yaitu orang-orang yang akhirnya sukses justru karena sering dicela, diejek, dihina dan diremehkan (dahulunya). Ya! Mereka dahulu dianggap tidak memiliki kemampuan. Bahkan seakan dianggap tidak memiliki masa depan.

Artikel Menarik Lainnya : CARA MEMAHAMI TAKDIR, SEHINGGA KITA MAMPU BERSYUKUR DAN TIDAK BERSEDIH HATI

Pedih banget ya? 😂

Eeeitts tunggu dulu, masa lalu mereka boleh pedih, tapi semua itu justru menjadi cambuk dan tantangan bagi mereka. Mereka bertekat agar dapat berhasil sukses dan membayar lunas semua celaan itu! Sehingga orang-orang yang sering mencela itu jadi bungkam dan terdiam seribu bahasa!

Ada sebuah cerita.

Saya punya teman lama, namanya Andi. Si Andi ini dahulu adalah orang miskin, bahkan hanya sekedar untuk makan saja dia nyaris tidak mampu. Terkadang makan hanya satu kali sehari.

Teman ini dulu berprofesi sebagai seorang pedagang kaki lima.

Dia sangat rajin, pekerja keras dan suka membantu ibunya.

Andi telah lama ingin sukses demi cita-cita ntuk meningkatkan derajat ekonomi keluarganya.

Dia telah banyak mencoba berbagai jenis usaha, dan dia juga sering gagal dalam bisnis. Tetapi dia tidak pernah menyerah. Meski sering gagal, namun dia tetap terus berusaha.

Andi sangat rajin dan pekerja keras. Tetapi ia memiliki kendala pada modal.
Ya! Dia tidak memiliki modal, karena memang berasal dari kalangan orang miskin. Selain itu, ia juga mengalami banyak kendala dukungan moral. Nyaris tidak ada orang yang mendukungnya. Mereka hanya suka mengejek, merendahkan dan menyangsikan kemampuannya.

Nah, seperti yang telah saya sebutkan dalam pembukaan artikel ini, seperti itulah nasib si Andi ini. Dia sering sekali diremehkan, dianggap tidak mampu, dianggap tidak punya masa depan, dianggap tidak akan sukses, dan lain sebagainya.

Namun ajaibnya teman saya ini tidak mau menyerah!
Semua celaan itu tidak pernah meruntuhkan semangatnya. Justru malah membuat tekadnya semakin besar untuk meraih sukses!

Semakin diremehkan, malah membuat dia semakin merasa tertantang untuk membuktikan kemampuannya.

Tentang masalah ketiadaan modal tidak membuat Andi kehilangan akal.

Bagaimana cara dia menyiasatinya?

Caranya yaitu,,,dia sangat konsisten menyisihkan uang (laba bersih) hasil usahanya, yaitu uang selama berdagang di acara pasar malam. (Catatan: Andi merupakan salah satu rekan saya saat berdagang di pasar malam dulu).

Karena konsisten dan sangat tekun, akhirnya beberapa tahun kemudian Andi berhasil mengumpulkan uang yang cukup banyak dari tabungannya. Nah, uang hasil dari tabungannya itulah yang ia gunakan untuk modal awal membuka usahanya.

Dengan penuh semangat dan penuh keyakinan ia terus mengembangkan bisnisnya. Semakin lama bisnisnya pun semakin tumbuh pesat. Akhirnya setelah 10 tahun kemudian teman saya berhasil memiliki beberapa cabang toko mainan anak-anak. Diantara cabang tokonya berlokasi didaerah Condet dan Kalisari Jakarta Timur.

Cita-cita yang telah lama dia impikan sebelumnya, akhirnya sekarang benar-benar dapat diwujudkan.

Dia tergolong sukses (merubah nasibnya)!

Sekarang dia telah bisa membantu mendirikan rumah dan memenuhi kebutuhan orang tuanya. Dia juga bisa membantu meminjamkan modal untuk adik-adiknya mendirikan bisnis mainan. Dan sepertinya pintu rezeki dari Yang Maha Kuasa telah dibukakan kepada keluarga sederhana itu, sebab semua adik-adiknya pun ikut sukses membangun bisnis toko mainan.

Artikel Menarik Lainnya : IBUKU PAHLAWAN KELUARGA

Semua kesuksesan akhirnya berhasil dicapai oleh Andi dan keluarganya setelah mendapatkan banyak celaan dan cemoohan dari orang-orang yang meremehkannya!

Jadi kesimpulan apa yang bisa kita ambil?

Yaitu : Orang-orang yang hidupnya selalu penuh dengan rintangan akan membuatnya jauh lebih kreatif daripada mereka yang perjalanan hidupnya selalu mudah dan 'datar'. Oleh karena itu, jangan bersedih jika sering dicela dan diremehkan, jawablah dengan kesuksesan Anda!

Belakangan, Andi akhirnya bersyukur.
Karena semua kepahitan masa lalu itulah yang telah mendidik dan mencambuknya untuk menjadi orang yang sukses, mandiri, dewasa dan berkualitas di bidangnya!

Jadi, jangan lupa satu hal : ucapkanlah 'terima kasih' kepada para pencela Anda!

Akhirnya tibalah kita dibagian akhir tulisan ini.

Sangat besar harapan saya semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk teman-teman semua.

Apabila teman-teman merasa artikel ini bermanfaat, silahkan jika ada diantara teman-teman yang ingin men-sharenya. Agar dapat bermanfaat pula untuk teman-teman yang lainnya.

Semoga sukses selalu untuk teman-teman semua. Salam.


Penulis by : Bang izal.

Artikel Menarik Lainnya

Comments

DIREKOMENDASIKAN UNTUK ANDA