MENGASAH & MELATIH INTUISI BISNIS Skip to main content

MENGASAH & MELATIH INTUISI BISNIS

MENGASAH & MELATIH INTUISI BISNIS
Foto by : Pixabay. com


INTUISI menurut KBBI adalah : daya atau kemampuan mengetahui atau memahami sesuatu tanpa dipikirkan atau dipelajari/tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Atau dengan kata lain bisa disebut ; bisikan hati, gerak hati

Salah satu keluhan pengusaha pemula atau calon pengusaha adalah tidak punya jiwa bisnis dan tidak punya intuisi bisnis.

Apakah memang begitu,,,? 
Untuk memulai bisnis harus punya jiwa dan intuisi bisnis dulu,,,? 
Saya pikir tidaklah demikian.

Kemampuan berbisnis bukanlah gen bawaan orang tua atau berdasarkan keturunan. 

Bisnis menurut saya adalah gabungan SKILL dan SENI. Bisnis adalah skill karena memang kemampuan berbisnis bisa dipelajari dan bisa diajarkan / ditularkan kepada orang lain. 

Sama seperti skill kita dalam membaca, menulis, dan berhitung, itu semua bisa dipelajari dan diajarkan. Bisnis juga seni karena memang ada unsur-unsur emosi/kemampuan berfikir, keindahan dalam berinovasi, merancang strategi dan juga itu tadi karena adanya intuisi yang berperan di dalamnya.

Jadi sebenarnya semua orang punya peluang untuk menjadi pebisnis!

Nah, yg membedakan adalah tingkat ketajaman intuisi seseorang dalam berbisnis. 
Karena bisa berbeda-beda tergantung pengalaman dan kekuatan karakter berfikirnya.

Contoh perbandingan.

Tipe orang pertama :

Seseorang yang merintis dan membangun usahanya dari bawah (misal berdagang kaki lima) dan sering jatuh bangun. Modalnya juga sangat minim. Sehingga menuntut dia untuk berfikir kreatif dan berusaha lebih keras.
Karena kegigihan dan kerasnya dalam berusaha, sehingga mampu mengumpulkan modal sedikit demi sedikit dari keuntungan hasil usahanya. 
Belasan tahun kemudian akhirnya dia berhasil mempunyai sebuah toko dan beberapa cabang usaha.
Nah, orang dengan tipe seperti ini biasanya punya ketajaman intuisi bisnis yang tinggi, karena telah terasah melalui pengalaman.

Tipe orang kedua : 


Seseorang yang tiba-tiba langsung membuka usaha dengan 'level tinggi' seperti toko, namun tanpa merintis dari bawah sama sekali. Belum pernah mencoba merintis dari bawah seperti berdagang dikaki lima, atau ikut pasar malam, pameran dan even-even lainnya, maka skillnya sama sekali belum terasah.
Apalagi kalau modal untuk buka usaha semuanya/sebagian besar didapat dari pinjaman bank, bukan didapat melalui proses usaha. 
Wah bahaya ini, karena pebisnis pemula seperti ini sangat rapuh! 
Sekali terkena terpaan masalah, usahanya bisa cepat ambruk dan bangkrut!

Kenapa rapuh?

Karena belum pernah terlatih dalam memecahkan masalah. 
Belum terlatih dan belum merasakan bagaimana berfikir keras mencari solusi agar dapat bertahan ditengah persaingan yang keras. 
Bingung dan tidak mampu menciptakan strategi dan inovasi baru agar dapat memenangkan persaingan.

Tidak tahu harus melakukan apa, daya intuisi bisnisnya mentok karena kurang pengalaman!
Tipe orang yang pertama ibarat pohon besar yang akarnya kokoh menghujam jauh ketanah.

Kenapa akarnya kokoh?

Sebab tumbuhnya secara alami dan rajin dipupuk sejak masih berbentuk benih. Benihnya pun berasal dari bibit yg unggul! 
Sehingga setelah pohonnya besar, walau terkena terpaaan angin badai, akan tetap mampu bertahan dan berdiri tegak.
Ketika telah berbuah, rasanya pun manis.

Sedang tipe orang yang kedua ibarat pohon yang tumbuh besar karena dipaksa. Direkayasa tumbuh cepat dengan bahan kimia, sehingga besar secara tidak alami. 
Sekali kena badai langsung tumbang, mati dan tidak mampu untuk hidup lagi.
Demikianlah perumpamaannya.

Oleh karena itu kalau kita ingin sukses, 'wajib hukumnya' untuk menggali dan mengasah kemampuan berbisnis dari bawah dahulu. 

Karena semua pengusaha yang telah sukses itu rata-rata merintis usaha dari bawah terlebih dahulu. Setelah berpuluh kali mengalami jatuh bangun, akhirnya barulah mereka dapat menikmati hasilnya.
Umumnya bagi pemula, ketika di awal berbisnis biasanya akan mengalami gagap dalam menyikapi situasi bisnis.

Belum bisa membaca situasi dan membaca peluang, apalagi kalau sama sekali belum punya pengalaman. Orang tipe nomor 2 diatas itu adalah sebagian contohnya. 
Di taraf ini, intuisi sepertinya belum banyak/sulit untuk berperan. 

Padahal di awal-awal berbisnis itulah intuisi kita harus mulai terlatih.

Misal :

- bagaimana mencocokkan produk dengan kemauan pelanggan. 
- bagaimana menata barang dagangan.
- bagaimana berpromosi, dan lain-lain.

Namun kebanyakan pebisnis pemula, apalagi yang belum berpengalaman akan merasa kaku dan cenderung mengarah ke teks book saja.

Tapi saya yakin bagi yang sudah lama berbisnis, setelah melewati masa awal ini akan mulai mengerti peran intuisi. Bisikan batin dan daya imajinasi dalam berbisnisnya sudah cukup terlatih. 
Ketika memilih barang dagangan misalnya, akan lebih mudah setelah punya pengalaman dan jam terbang yang lebih tinggi. Tapi tetap ingat, perhitungan logis dan akal sehat tetap diperlukan. Itu juga anugrah yang harus disyukuri dan harus digunakan secara seimbang.

Perlu juga dipahami bahwa intuisi boleh dibilang merupakan bagian dari kerja otak bawah sadar. 

Dan menurut beberapa literatur, otak bawah sadar merupakan gudang informasi yang lengkap dan punya kemampuan lebih dari 80% dari kemampuan otak kita. 
Jadi saya pikir wajar untuk mulai memperhatikan peran yang 80% tadi.
Nah berikut ini saya ingin berbagi sedikit cara bagaimana mengasah intuisi ala Fuad Muftie berdasar pengalaman dan dari beberapa literatur.
Mohon maaf kalau tidak lengkap, silahkan lengkapi sendiri berdasarkan pengalaman Anda.

# Tips 1 #

Mulai sadari seolah-olah adanya diri anda yang lain di dalam diri anda sendiri (nggak bingungkan,,? hehe)

Intinya begini, sadar tidak sadar kita sering berdialog dengan diri sendiri. Iya kan, hayo ngaku aja!

Contoh:

Misalkan ada seorang pedagang mainan namanya Bang Rizal sedang berbelanja stok mainan ke asemka kota, ketika akan memilih salah satu mainan terbaru, dia bergumam dalam hati ;

Bang Rizal 1 : “Hmm ini barang bagus banget, boleh juga nich buat ngisi toko”

Bang Rizal 2 : “Tapi harganya kan mahal, emang dgn harga segitu bisa laku di toko?”
Bang Rizal 1 : “Nggak apa-apa lah beli sedikit dulu, dicoba kan nggak ada salahnya”
Bang Rizal 2 : “Ach tapi sayang, mending uangnya buat beli yang lain, yang sudah jelas laku”.

Kurang lebih begitu kan? 
Makanya pertama-tama, sadari dulu kalau kita punya dialog seperti itu. 
Pelan-pelan coba kontrol dan ajak pada dialog yang lebih terarah, tidak melompat-lompat. 
Misalnya:

Bang Rizal 1 : “Barangnya sich bagus, tapi harganya mahal”

Bang Rizal 2 : “Oke, barangnya memang bagus, dan harganya memang mahal, terus baiknya gimana?”

Bang Rizal 1 : gak apa-apalah mahal, tapi produk mainan die cast ini kan ada pangsa pasarnya tersendiri, yaitu para pehobi model kit, jadi gak ada matinya,,,gak usah kuatirlah,,,

Bang Rizal 2 : oke deh klo begitu,,,bungkuuus,,,!

Jadi prosesnya :

Coba dengarkan apa jawaban Bang Rizal 1, atau mungkin yang akan menjawab lain dari Bang Rizal 2 atau Bang Rizal 3.

Kalau ada jawaban, ucapkan terimakasih, sebagai ungkapan penghargaan bagi alam bawah sadar kita.

Tetapi kalau tidak ada jawaban, ucapkan terimakasih juga atas masukan sebelumnya dan mohon kepada alam bawah sadar kiranya berkenan memberi jawaban. ☺☺

Latihan seperti ini bisa dilakukan setiap saat, tidak hanya dalam kondisi sedang berbisnis. 
Saat memilih makanan misalnya, coba lakukan dialog dalam diri, makanan apa yang akan dipilih. Saat memilih baju yang akan dipakai, lakukan dialog dalam diri, baju mana yang akan dipakai.

Pokoknya dalam setiap kesempatan, lakukan dialog yang terarah, daripada bisikan-bisikan tersebut muncul secara liar.

Perlu juga disadari, bahwa alam bawah sadar adalah sahabat kita yang paling dekat dan paling setia. Sama seperti kita, semakin dia diperhatikan dia akan semakin cinta pada kita, dan disaat-saat kita merasa sulit dia akan memberi solusi-solusi yang kita namakan intuisi.

# Tips 2 #

Kalau kita punya toko, kenali karakter dan tingkat status sosial dan ekonomi penduduk sekitar toko kita. Ini penting sebagai tolok ukur, stok barang dagangan jenis apa yg akan kita jual.

Misal untuk mainan-mainan produk impor dan lokal yg berkualias rendah, tapi harganya murah tidak akan cocok/tidak laku dijual bila toko kita ada di daerah kelapa gading, pondok indah.

Di dua kawasan elit diatas itu, pada umumnya pembeli disana tidak memusingkan masalah harga. 
Yang penting model mainannya bagus, kualitasnya bagus, bagi mereka oke-oke saja. Soal harga tidak terlalu dipersoalkan. (terkecuali sebagian kecil yang emang dasarnya pelit,,,hehe 😅😅😂)

Sebaliknya didaerah-daerah kelas ekonomi menengah kebawah, justru kebalikannya. Pada umumnya pembeli disana tidak terlalu mementingkan soal kualitas.

Jadi bagi mereka yang penting ukuran mainannya besar dan harganya murah. Soal kualitas itu nomor 16, karena prinsip mereka buat apa beli mainan mahal-mahal, toh nanti akhirnya bakal rusak juga,,,hehehe ☺☺☺

Nah kalau kita menjual mainan berkualitas tinggi seperti produk jepang atau amerika disini, sudah bisa dipastikan akan sulit laku.
Memang betul kualitasnya bagus tapi harganya tidak cocok untuk daerah kelas ekonomi bawah.

Demikian diatas beberapa tipsnya. 
Sedikit coba berbagi ilmu dari saya, mudah-mudahan dapat bermanfaat.
Aammmin.

Kalau ada diantara teman-teman yang punya pengalaman lebih dan ingin menambahkan, saya akan menerima dengan suka hati sharingnya.
Silahkan memberikan komentar di kolom bawah.

Salam.

Penulis by : Bang izal.

Artikel Menarik Lainnya

Comments

  1. Kalo ada seminar yang promo dengan membayar Rp 4.000.000 kami akan training dan bimbing anda sampai menjadi penjual online yang sukes dan mereka juga ada testimoni dari banyak yang ikut dan telah berhasil dalam jangaka waktu 5 bulan. Menurut anda percaya nggak yang begituan ? thx

    ReplyDelete
  2. waduh,,,mahal sekali biaya seminarnya @_@
    kalau cuma testimoni mah gak ada jaminan bisa 100% dipercaya, kecuali klo testimoninya langsung dari orang yg mas kenal dekat, dan mas tahu persis bahwa dia ikut seminar tersebut, dan 5 bulan kemudian ternyata benar dia bisa berhasil, nah baru bukti yg valid.

    mungkin maksud sang pembimbing training itu pesertanya telah berhasil secara teori, padahal teori sangat jauh berbeda dengan praktek dan realita dilapangan, teori sudah tamat, setelah dilapangan ternyata masih mentah, ilmu yg terbaik itu adalah didapat dari pengalaman langsung, dan untuk mendapatkan itu gak akan cukup waktu cuma 5 bulan :)

    btw terima kasih udah mampir di blog saya.

    ReplyDelete
  3. Sangat bermanfaat bang
    Mksh

    ReplyDelete
  4. Menarik sekali bang... Seperti biasa selalu ada pertanyaan ketika saya merespon sebuah artikel yg mengganjal fikiran saya... Hehehe...

    Saya membuka fanspage fb.
    Saya memproduksi kuliner, contoh; usaha saya berpusat di jakarta timur dengan harga 10rb saya berlakukan free ongkir.

    Ketika saya ingin memperluas usaha kedaerah jakarta selatan maka tentunya tidak mungkin dgn 10rb tersebut bisa diberlakukan free ongkir juga.

    Bagaimana saya bisa menaikkan harga + free ongkir jika media promosi saya melalui fanspage fb tersebut...?
    Karena jika saya katakan "hanya dgn 20rb anda bisa mendapatkan bla...bla...bla..."

    Yg saya takutkan pembeli wilayah selatan tentu akan protes jika mereka mengetahui postingan saya sebelum nya yg hanya menjual 10rb....

    Atau sebaliknya... Langganan saya nanti tidak jadi membeli karena yg ada di fikiran mereka harga yg kemarin baru 3 hari yg lalu hanya 10rb kini naik menjadi 20rb...
    Tentu mereka akan lari dan mencarinya ditempat lain...

    (Saya melakukan promo fb ads dgn lokasi tertarget pada suatu wilayah).

    Nah saran apa dri bang Izal mengenai hal trik marketing seperti ini...?

    Terima kasih sebelumnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau kasusnya seperti itu, om harus pinter ngomong alias pinter beralibi.

      Jadi beri penjelasan sama konsumen yg di Jakarta Selatan, mau dapet standar harga yg 10.000 ya belanjanya ke cabang yg di Jakarta timur aja. Beri penjelasan yg masuk akal ---> ketika beda 'kelas' (baca : lokasi) dan pelayanan tentu beda pula standar harganya.

      Apa sebab kopi di Starbuck lebih mahal daripada kopi kafe biasa? Apa jawaban yg paling logis?

      Yaitu perbedaan lokasi, kelas dan gengsinya, ITU hehehe.

      Kita juga sebagai penjual juga jelas terasa beda kelasnya kok,,,, apa itu? Yo jelas lebih mahal sewa toko di Jaksel (misal pondok indah) daripada kramat jati Jakarta timur.

      Mosooooooooook harga mau disamain? Ya gak masuk,,, Hehehe 😁

      Nah, kalau orang (konsumen) di Jaksel itu 'bercita rasa' gengsi tinggi pasti akan langsung paham dan gak akan ngeyel lagi soal harga, karena ini sudah menyangkut 'nilai' harga dirinya,,,,

      Paham kan om? hehehehe 😁

      Delete
    2. Ok benar juga bang, tapi kadang ada juga ya pembeli yg kritis dgn harga apalagi jika mereka bisa melihat perbedaan seperti ini...

      Lalu bagaimana nantinya kata2 promo saya yg akan digunakan untuk saya pakai promote fb ads, apakah saya pisahkan fb ads tergantung wilayah atau digabungkan menjadi satu postingan...

      Nah kalau satu postingan untuk 2 wilayah dengan 2 harga berbeda ini yg membuat saya pusing....

      Apa saya lakukan langkah pertama ya; memisahkan fb ads sesuai dengan wilayah masing2...?

      Delete
    3. Ya betul om,,, promosinya harus dibedakan menurut wilayahnya masing2, karena harga dan kelasnya berbeda.

      Kalau di ibaratkan usaha om dijakarta timur itu untuk kelas ekonomi, sedangkan usaha yg di jakarta selatan untuk kelas premium.

      Tentu promosinya harus dibedakan, karena otomatis ada sisi (servis, image, prestise) yg dilebihkan pada usaha yg di jakarta selatan. Nah, semua faktor itulah yg membuat harga jualnya menjadi beda.

      :)

      Delete

Post a Comment

-Di izinkan untuk membagikan artikel/konten yang ada di blog Bang Izal Toy ini.
- Mohon maaf sebelumnya : no iklan, no spam, no titip link
Semua akan masuk folder spam
- Penjelasan aturan selengkapnya silahkan lihat T.O.S
Terimakasih atas kunjungan Anda.

POSTINGAN TERPOPULER

PUSAT GROSIR MAINAN ANAK DI JAKARTA Bagian 1 (Pasar Pagi Asemka)

BERAPAKAH MODAL AWAL BISNIS MAINAN?

PUSAT GROSIR MAINAN ANAK DI JAKARTA Bagian 3 (Pasar gembrong)

CARA MENGETAHUI HARGA GROSIR MAINAN TERMURAH DI ASEMKA

BEBERAPA JENIS USAHA MODAL KECIL DENGAN KEUNTUNGAN BESAR YANG PATUT ANDA COBA

Mau Berlangganan Artikel? Gratis!

Silahkan masukan e-mail anda dikotak, kemudian klik subscribe. Setelah itu jangan lupa anda cek link aktivasi yang kami kirimkan ke e-mail anda, kemudian klik dan aktifkan!

Delivered by FeedBurner