LIKA-LIKU KERASNYA PERJALANAN DI LEMBAH KEHIDUPAN (My Story) Skip to main content

LIKA-LIKU KERASNYA PERJALANAN DI LEMBAH KEHIDUPAN (My Story)

LIKA-LIKU KERASNYA PERJALANAN DI LEMBAH KEHIDUPAN (My Story)

Sering bertemu teman-teman lama belakangan ini (acara reunian alumni SMP dan SMA), membuatku menjadi teringat lagi pada masa-masa sekolah dahulu.

Itulah era yang paling indah sekaligus menjadi saat-saat yang paling berat dan sulit dalam hidupku. Aku dahulu paling sering bolos sekolah karena harus membantu pekerjaan orang tuaku.

Ayahku adalah seorang tukang jahit Tailor (penjahit pakaian formal/semi formal).

Beliau buka usaha jahit di daerah susukan (dekat cijantung jakarta timur) pada tahun 1993. Saat itu aku masih kelas 3 SMP. Sebenarnya tiada yang salah dengan kewajiban membantu orang tua, hanya saja,,,,ayah salah paham dengan doktrin yang telah diajarkan oleh almarhum kakek bahwa anak wajib harus membantu orang tua, apapun kondisinya. 

Dahulu,,, waktu ayahku masih remaja juga diwajibkan oleh almarhum kakek harus bekerja seharian di kios jahitnya. Tidak ada waktu bermain, tidak ada waktu belajar. Kesalahan utama dari kakek dan ayah adalah : tidak bisa membedakan, menempatkan dan memposisikan sampai dimana batas kewajiban anak dalam membantu orang tua.

Apabila dengan alasan kehidupan yang susah sehingga memaksa anak membantu orang tua sampai sang anak menjadi tidak ada kesempatan lagi untuk belajar, hilang waktu bermainnya, tidak ada waktu lagi untuk bersosialisasi dengan teman-temannya, sungguh itu suatu kekeliruan. Tanpa sadar kakek telah 'meng-eksploitasi' ayah, dan ayahpun sayangnya menetapkan cara yang sama kepadaku.

Aku telah berjanji pada diriku sendiri, kelak pada anakku akan kuterapkan porsi yang adil antara hak dan kewajibannya sebagai anak. Tidak dimanja dan tidak pula terlalu keras (otoriter), apalagi meng-eksploitasinya.
Cukuplah kakek, ayah dan aku sendiri yang pernah merasakan sakit dan kepedihan akibat pemahaman yang salah itu.

Kesalahan pemahaman dari sebagian orang-orang tua terdahulu adalah memaksakan cara pemikiran si anak harus sama dengan dirinya, baik cara berfikir maupun bertindak.

Wahai ayahku tercinta,,,sungguh itu suatu kekeliruan,,,,,
Tentunya jelas sangat jauh berbeda alur kehidupan, keadaan psikologis dan pemikiran orang dewasa dengan anak-anak. Seorang anak umur 15 tahun bila dipaksakan berfikir terlalu dewasa, disuruh bekerja terlalu keras sampai terlupakan waktu untuk belajar dan bermainnya, maka dia bisa tertekan dan kehilangan masa remajanya.

Karena itulah sempat terjadi kegoncangan pada diriku saat memasuki awal umur 20 tahunan : "AKU BERUBAH JADI PEMBERONTAK!!".

Ya! 
Mulai sejak tahun 1998 - 2002 aku sempat terjerumus memakai obat-obatan terlarang dan meminum minuman keras. Namun Alhamdulillah, Tuhan masih menyelamatkan dan memberi petunjuk kepadaku. Saat pertengahan tahun 2002, kutinggalkan semua pengaruh dan gejolak pada masa remaja itu.

Sungguh,,,,saat itu aku mengalami perang batin antara keinginan balas dendam memuaskan masa remajaku yang telah hilang (tapi dengan konsekuensi masa depanku semakin hancur) atau mengikhlaskan semua yang telah berlalu, dan mulai menata masa depan agar menjadi lebih baik.

Puji syukur aku diberi kekuatan oleh Tuhan untuk menempuh jalan yang lebih baik, sehingga masa depanku terselamatkan hingga sekarang.
Kisahnya telah kutulis tersendiri di sini : MERANTAULAH HAI ANAK MUDA!

Flash back kembali ke masa remajaku dulu (SMP dan SMA).

Karena waktuku hanya dihabiskan untuk bekerja saja, sekolahku pun akhirnya menjadi berantakan. Sehari-hari rutinitasku hanya bekerja menjahit dan menjahit di kios ayah. Kalau tidak menjahit, ya menggosok atau pergi mengobras kain dan belanja bahan-bahan jahitan ke Pasar rebo. Tiap hari nonstop mulai sejak pulang sekolah sampai jam 9 malam.

Demikianlah,,,,Aku anak remaja umur 15 tahun, tapi cara dalam kehidupanku sejari-hari sudah seperti orang tua yang beranak lima. Seperti yang telah kusebutkan diatas, kesalahan orang tua yang memperlakukan dan memandang anaknya harus sama seperti dirinya ☺

Aku anak laki-laki tertua (sulung). 

Untuk ukuran anak remaja menjalani kehidupan seperti itu sungguh sangat berat. Apalagi ayahku orangnya keras dan otoriter pada wktu itu. Hampir tidak ada toleransinya terhadapku. Ayah kurang memahami perasaan anak yang baru beranjak remaja. 

Aku meyakini sebenarnya ayah tidak bermaksud menyakitiku, hanya saja sikapnya itu bisa jadi disebabkan karena kesalahan doktrin dari kakek, atau bisa jadi juga karena tekanan kehidupan yang sangat sulit di saat itu, sehingga membuat ayahku sering lepas kontrol. Menjadi terlalu keras pada anak-anaknya. 

Saat itu (tahun90an) kehidupan kami memang amat sangat sulit sekali. Untuk sekedar makan saja saat itu keluarga kami sangat susah, pada tahun '97 - '98 pernah ibuku diam-diam memasak beras aking (beras dari bekas nasi yg telah dikeringkan, kemudian dijemur dan dimasak kembali).

Aku mulai sering bolos sekolah.

Ya, karena semua kejadian diatas membuatku mulai sering bolos sekolah.

Akibatnya prestasikupun mulai berantakan.

Peringkat raportku pada saat masih di SD sangat bagus (aku sering masuk rangking 5 besar urutan awal), tiba saat masuk SMP/SMA mendadak ada peningkatan 'kemajuan' drastis. Peringkatku berhasil masuk 5 besar------->>TERAKHIR!
Prestasiku hancuuuuuuuuurrrrrr..........

Aku pernah membolos sekolah sampai hampir 3 bulan. Jadi 'anak bawang' (tidak masuk hitungan) dikelas. Berubah jadi agak pendiam dan cenderung suka menarik diri (suka duduk menyendiri di pojok paling belakang)

Cuma satu 1- 2 orang yang tahu persis kondisiku pada waktu itu, yaitu almarhum bapak kepala sekolah SMP, ibu tri dan pak pandi. Juga beberapa teman sekolah yang kebetulan rumahnya dekat dengan rumahku.

Anehnya pada saat kelulusan SMP aku mendapat nilai NEM (nilai ebtanas murni) yang lumayan, yaitu 38 koma sekian. Padahal saat itu aku tidak pernah belajar. Aku sendiri juga terheran-heran. Kok bisa mendapatkan nilai segitu?

Saat itu wali kelasku (pak pandi) mengatakan di depan kelas, katanya sempat terjadi perdebatan antara kepala sekolah (yang notabene tahu kondisiku) dengan para dewan guru.

Apakah aku akan diluluskan atau tidak?

Kesalahanku berat yaitu bolos hampir 3 bulan. Faktor yang meringankan vonis untukku saat itu adalah karna nilai NEM ku yang lumayan tinggi dan perilaku aku dianggap baik ☺
Akhirnya aku di vonis lulus sekolah...... ☺

Waktu di SMA tekanan hidup terus berlanjut...,,,
Malah semakin berat...,,,,

Dan aku terus mencoba berjuang untuk tetap bertahan dan sabar....,,,,,

Walau sikapku masih tetap cuek, pendiam, dan masih berlanjut suka bolos sekolah, namun semua itu hanyalah reaksi dari akumulasi pergolakan batin, dalam dilema, tekanan dan kesedihan...,,,,,
Ayah makin otoriter, egois dan penuh kekerasan.

Akhirnya pada tahan 2003 aku kabur dari rumah. Melanglang buana di kehidupan kaki lima, berdagang dipasar pagi dan bazar pasar malam (hiburan komidi putar). Aku merintis dan mencari ilmu sebagai pedagang.

Kehidupan dipasar malam tidak kalah kerasnya, kalau panas terik ya berjemur sampai keling, sebaliknya kalau hujan ya kehujanan.

Kalau acara bazar pasar malamnya jauh diluar kota (lampung, cirebon, pelabuhan ratu,dll), mau tidak mau aku harus tidur di lapangan, kadang menumpang dibawah tenda pakaian seorang kawan ☺

Untuk tambahan penghasilan, pagi harinya aku sering juga berdagang di pasar pagi (pasar sayur mayur). Kehidupan di pasar malam dan pasar pagi ini kujalani sejak tahun 2003-tahun 2005.

Tahun 2005 acara pasar malam mulai sepi, karena lapangan terbuka semakin jarang dan juga karena banyak pedagang yang menghancurkan harga, sudah tidak bagus lagi prospeknya. Akhirnya kutinggalkan acara pasar malam tersebut.

Ku terus memutar otak, usaha apa lagikah yang akan ku jalani?

Akhirnya aku memutuskan untuk pergi merantau ke kampung halamanku di kota padang. Mencari ilmu belajar bengkel ban di bengkelnya suaminya bibiku selama kurang lebih 2,5 tahun, dari tahan 2007 awal sampai akhir tahan 2009.

Setelah ilmunya ku kuasai semua sampai mahir, akupun kembali lagi ke jakarta.

Aku punya tabungan yang cukup lumayan, akumulasi hasil kerja kerasku selama berdagang di pasar malam + bekerja bengkel di padang. Tadinya rencanaku mau buka bengkel, ternyata di jakarta toko dengan lahan parkirnya tidak ada yg luas. Sedangkan bengkel ban butuh parkir yang luas. Selain itu juga tidak di izinkan untuk membuka bengkel oleh pemilik ruko, "buka bengkel bisa bikin kotor'' katanya.

Akhirnya aku kembali ke basic asliku sebagai pedagang mainan.

Tidak disangka-sangka...,,,,,,ternyata di sinilah terbuka jalan dan awal dari rintisan kesuksesanku setelah pergulatan yang panjang.

Toko mainanku berkembang pesat sampai sekarang, bahkan bisa buka cabang ditahun 2014.

Setelah perjalanan panjang yang terjal dan berliku selama lebih dari 20 tahun, akhirnya sekaranglah buahnya dapat kupetik...,,,,
Dan rasanya amat sangat manis...

Karena dahulu aku rajin memupuknya dengan kesabaran, ketabahan, dan doa...................... 
Alhamdulillah ya Allah ☺☺☺

6 tahun yang lalu (3 bulan sebelum menikah) Ayahku sambil menitikkan air mata telah meminta maaf kepadaku atas semua kesalahan-kesalahnnya di masa yang lalu. Dan akupun telah ikhlas memaafkan, bukankah semua kejadian ini memang sudah jalannya? Sudah digariskan di Kitabnya (Lauh mahfuz).

Kalau bukan karena tempaan dan pengalaman yang keras itu, mungkin si Amrizal ini bukanlah si bang izal yang seperti sekarang. Bisa jadi aku adalah si bang izal yang alay, anak manja dan tidak punya skill dan kemampuan apa-apa.

Disetiap kejadian pasti ada hikmahnya, tinggal kita pilih, petik dan ambil sisi hikmah yang terbaik.
Demikianlah teman-teman,,,,Lika liku kerasnya perjalanan di lembah kehidupan. Telah ku tulis hampir semua dari sebagian besar kisah dan perjalanan hidupku.

Silahkan teman-teman baca juga kisah nyata ibu saya yang tidak kalah seru, getir, dan keras. Semua telah saya tulis lengkap di artikel : IBUKU PAHLAWAN KELUARGA

Kisah ini ditulis dan diceritakan oleh : Bang izal.

Artikel Menarik Lainnya

Comments

POSTINGAN TERPOPULER

PUSAT GROSIR MAINAN ANAK DI JAKARTA Bagian 1 (Pasar Pagi Asemka)

BERAPAKAH MODAL AWAL BISNIS MAINAN?

PUSAT GROSIR MAINAN ANAK DI JAKARTA Bagian 3 (Pasar gembrong)

CARA MENGETAHUI HARGA GROSIR MAINAN TERMURAH DI ASEMKA

BEBERAPA JENIS USAHA MODAL KECIL DENGAN KEUNTUNGAN BESAR YANG PATUT ANDA COBA

Mau Berlangganan Artikel? Gratis!

Silahkan masukan e-mail anda dikotak, kemudian klik subscribe. Setelah itu jangan lupa anda cek link aktivasi yang kami kirimkan ke e-mail anda, kemudian klik dan aktifkan!

Delivered by FeedBurner