Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML Atas

Dampak Pandemi, 3 Toko Mainan Di Asemka Tutup

Dampak Pandemi, 3 Toko Mainan Di Asemka Tutup


Dampak Pandemi, 3 Toko Mainan Di Asemka Tutup - Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir 2 tahun di Indonesia sangat terasa sekali dampaknya terhadap dunia usaha. 

Banyak UKM dan bisnis di bidang jasa yang terseok-seok, bahkan karam ketika menghadapi masa krisis ini. Diantara mereka ada yang terus berusaha sekuat tenaga agar bisa terus bertahan. Dan sebagian yang lain terpaksa menyerah dan akhirnya menutup usahanya.

Dampak Pandemi, 3 Toko Mainan Di Asemka Akhirnya Terpaksa Tutup   

Dalam pengamatan saya beberapa waktu belakangan ini, ada beberapa toko mainan di kawasan Asemka juga mengalami kondisi yang sama (seperti yang saya gambarkan diatas).

Banyak diantara toko grosir di Asemka itu masih berusaha bertahan, walau kini kondisinya 'tampak sudah sekarat'. Dan beberapa diantara toko itu yang tidak mampu lagi bertahan, akhirnya kini sudah menutup usahanya.  

Kenapa saya katakan kondisinya 'tampak sudah sekarat'? Karena dari pengamatan yang saya lakukan selama beberapa bulan belakangan ini, memang kondisinya menunjukkan keadaan seperti itu. 

Setiap kali saya datang berbelanja ke sana, sering sekali saya dapati toko grosir disana dalam keadaan kosong (kekurangan stok barang). 

Setiap saya bertanya; "kenapa kok model mainannya gak ada yang baru?"

Karyawan tokonya pun menjawab: "Sekarang ini bos saya belum berani import barang,,, nunggu kondisi stabil dulu,,, soalnya masih sering diberlakukan PSBB dan PPKM sama pemerintah,,, kalau nyetok barang sekarang, nanti malah jadi numpuk di gudang".

Akhirnya saya pun terpaksa beli mainan yang itu-itu lagi. Itulah sebabnya belakangan ini saya jadi agak jarang belanja stok ke asemka. Karena toh percuma saja sering belanja sekarang, karena rata-rata masih produk model lama yang dijual di asemka itu.

Oke bahasan kita lanjut!

Beberapa Faktor Penyebab

Setelah saya telusuri lebih lanjut, maka saya bisa ambil kesimpulan bahwa toko grosir mainan yang mampu bertahan di Asemka itu adalah mereka yang punya toko sendiri.

Sedangkan toko grosir yang akhirnya terpaksa tutup adalah mereka yang toko mainannya mesti membayar biaya sewa tiap tahun. Artinya bangunan toko tersebut itu milik orang lain, bukan milik si pedagang.

Sekedar informasi yang perlu Anda ketahui, biaya sewa toko di kawasan Asemka itu nilainya bisa mencapai ratusan juta pertahun. 

Ada yang sewa kontrakan 300 jutaan pertahun. Bahkan ada yang mencapai 500 juta sewanya pertahun. 

Biasanya yang harga sewanya fantastis itu adalah toko grosir yang bangunannya berukuran besar dan berlokasi di pinggir jalanan utama Asemka.

Jika kita timbang dari begitu mahalnya biaya sewa toko di kawasan Asemka itu, maka sangat wajar jika akhirnya toko grosir mainan yang bangunannya bukan milik sendiri akhirnya terpaksa tutup.

Apa sebab? 

Karena selama pemberlakuan PSBB tahap pertama, kedua, ketiga, hingga istilah berganti nama jadi PPKM, toko-toko grosir di Asemka itu tidak diperbolehkan membuka tokonya sama sekali.

Kalau ada yang tetap nekat buka dan tertangkap basah oleh satpol PP,  maka siap-siap saja kena denda Rp.5.000.000,-

Kalau masih juga tetap bandel buka toko (padahal sudah kena denda dan peringatan), maka siap-siap aja tokonya di segel petugas hingga masa PSBB berakhir.

Jadi kondisi toko grosir disana sangat dilematis. 

Jika patuh menutup tokonya selama PSBB, maka jelas tidak akan ada pemasukan sama sekali. Sedangkan jika nekat 'main kucing-kucingan' (buka toko diam-diam dan melakukan aktifitas jual beli didalam) resikonya kalau ketahuan bakal kena denda. 

Bagaimana cara main kucing-kucingannya?

Jadi kalau ada pembeli yang datang, mereka akan ketuk pintu toko tersebut. Nanti karyawan toko akan menyuruh buru-buru masuk, setelah itu pintu ditutup kembali. Nah kalau lagi apes kepergok satpol PP yang sedang patroli, maka akan kena denda Rp.5.000.000,- per hari itu.

Demikianlah kondisi toko grosir di Asemka itu selama mengganasnya wabah Covid-19 beberapa waktu lalu. Kini keadaannya sudah agak mendingan. Toko grosir di Asemka itu sudah diperkenankan buka toko, tapi dengan syarat harus menerapkan aturan prokes yang ketat. 

Nah sekarang saya akan memberikan info tentang beberapa toko grosir yang kini sudah tutup. 

Beberapa toko grosir yang tutup itu diantaranya:

Toko Hans Toys


Dampak Pandemi, 3 Toko Mainan Di Asemka Tutup


Dulu, beberapa tahun sebelum wabah pandemi 'menyerang' Indonesia, toko Hans Toys ini adalah salah satu toko grosir mainan hobi yang terbesar dan terlengkap di Asemka.

Saking lengkapnya koleksi mainan hobi ditoko ini, bahkan Hans Toys menjadi rujukan bagi toko-toko mainan yang ada di seluruh Indonesia. Banyak pedagang mainan yang berasal dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan wilayah Indonesia timur lainnya yang datang berbelanja stok mainan ke toko ini.

Namun sayang, sejak semakin menggilanya serbuan Marketplace dan E-commerce yang begitu ganas, membuat toko Hans Toys mulai turun pamornya.

Banyak diantara pelanggannya yang lebih memilih membeli produk mainan hobi di toko daring tersebut. Alasannya karena harga produk di Marketplace jauh lebih murah. Sehingga membuat toko Hans Toys terus kehilangan pelanggan dari waktu ke waktu.

Puncaknya ya itu, pas datang wabah Covid-19 akhirnya toko Hans Toys benar-benar tidak mampu untuk bertahan lagi. 

Apalagi lokasi tokonya yang berada di depan jalanan utama Asemka yang tentu harga sewanya sangat mahal. Saya menduga akumulasi dari semua itulah yang membuat toko Hans Toys akhirnya memutuskan untuk tutup usaha.

Padahal saya sudah pernah lho membuat artikel review yang sangat lengkap tentang toko Hans Toys ini. Eh kini dia malah tutup,,, jadinya artikel saya jadi kadaluarsa donk,,, yah apa boleh buat hehehe 😅
Mau tau yang mana artikelnya? Ini dia: Hans Toys Asemka, Toko Mainan Terlengkap (Grosir & Eceran)

Toko International dan Toko Saintz


Dampak Pandemi, 3 Toko Mainan Di Asemka Tutup


Kedua toko ini sengaja saya gabungkan pembahasannya karena masing-masing toko tersebut sama-sama menjual produk action figur.

Sama seperti toko Hans Toys diatas, kedua toko ini dahulu termasuk toko yang terkenal dan menjadi rujukan bagi pedagang dan pehobi mainan action figur.

Puncak masa kejayaan kedua toko itu antara tahun 2012 hingga tahun 2015an. Saya masih ingat setiap belanja stok mainan figur ke sana, pasti toko itu selalu dipadati oleh pembeli.

Namun kejayaannya mulai merosot sejak tahun 2016 ke atas. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Diantaranya karena semakin ketatnya syarat regulasi import untuk produk action figur. Mulai dari aturan Red Line, wajib SNI, hingga soal pajak bea cukai dan yang lainnya.

Keadaan jadi semakin parah sejak Marketplace yang mulai menggila. Persaingan harga yang tidak sehat di situs belanja daring itu sudah tidak bisa dihindarkan lagi.

Efeknya jelas membuat toko Internasional dan toko Saintz jadi makin tenggelam dan karam. 

Akhirnya kedua toko grosir action figur itupun benar-benar sudah tutup sekarang.

Dan sama seperti toko Hans Toys diatas, saya pun juga pernah lho membuat artikel review yang lengkap tentang toko International dan Saintz ini. Kalau Anda penasaran, ini dia artikelnya: Mau Tau Tempat Grosir Action Figure di Asemka? Cek Disini Yuk!

Itulah diatas 3 toko grosir mainan yang dulu pernah besar dan berjaya di kawasan Asemka, kini akhirnya tutup. Demikianlah dinamika dalam dunia usaha. Ada masa naik dan ada masa turun sebagaimana roda yang terus berputar.

Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk Anda semuanya.

Post a Comment for "Dampak Pandemi, 3 Toko Mainan Di Asemka Tutup "