Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML Atas

Cara Memulai Usaha Sayuran Packing & Strategi Menjalankannya


Usaha sayuran packing cukup laris di masa covid saat ini. Ada beberapa faktor yang membuat usaha ini jadi laris manis. Salah satu faktor utamanya adalah karena banyak orang yang mulai aware (perhatian) dengan daya tahan tubuhnya. 

Tentu semua orang sudah tahu, bahwa mengkonsumsi makanan sehat seperti sayur mayur akan dapat meningkatkan kesehatan tubuh.

Melihat peluang besar dari usaha ini, sehingga kini banyak orang yang mencobanya. 

Sebenarnya wajar jika banyak yang tertarik menjalani usaha ini.  Selain karena sayurnya mudah didapatkan, para penjual bisa menjualnya secara offline maupun online. 

Nah bagaimana dengan Anda? Apakah juga tertarik untuk mencobanya? 😊

Mungkin timbul pertanyaan; "Bagaimana cara memulai usaha sayuran packing agar bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal?" 

Yuk simak penjelasannya lebih lanjut!

Cara Memulai & Membuka Usaha Sayuran Packing

Setelah mengetahui peluang dari usaha berjualan sayuran, maka saatnya menentukan beberapa hal seperti jenis sayuran yang ingin dijual hingga target pasarnya. Dengan begitu, para pengusaha atau penjual bisa menentukan strategi yang tepat untuk berjualan. 

Bagi Anda yang ingin mencoba usaha ini, ada beberapa langkah awal yang perlu diperhatikan saat memulai usaha sayuran.

Diantaranya sbb:

1. Menentukan Target Pasar Bisnis

Hal pertama yang harus ditetapkan oleh para penjual adalah target pasar yang ingin dituju. Jika ingin menjualnya kepada tetangga sekitar, maka cobalah untuk bertanya mengenai jenis sayur yang mereka butuhkan. 

Sedangkan jika target pasar yang dituju adalah anak muda atau pekerja kantoran, maka sediakan sayuran dalam jumlah kecil dan bervariasi.

Target pasar juga akan mempengaruhi pemilihan tempat untuk menjual sayuran tersebut. Jika target pasarnya adalah ibu-ibu tetangga, maka penjual bisa memulai usaha ini di rumah. 

Namun, jika ingin target yang lebih luas, maka cobalah tempat yang dapat dijangkau oleh orang banyak sekaligus. Jika berjualan secara offline, maka tempat yang ramai itu contohnya seperti pasar. Dan jika menempuh berjualan secara online, maka tempatnya ada di marketplace/e-commerce.

2. Menentukan Jenis Sayur yang Akan Dijual

Ketika sudah menentukan target pasar, maka lakukan survey pasar untuk mengetahui jenis sayur yang akan dijual. Jenis sayuran yang dapat dijual sangatlah banyak. Mulai dari bayam, sawi, kangkung, terong, dll. 

Tapi karena jenisnya yang sangat banyak, maka pedagang sayur pemula mungkin tidak bisa menjual semuanya sekaligus. Oleh karena itu, salah satu cara untuk menentukan sayuran apa yang potensial untuk dijual adalah dengan melakukan survey pasar. 

Survey ini dapat dilakukan melalui sosial media atau bertanya langsung kepada calon pembeli. Ketahui sayur apa yang mereka butuhkan sehari-hari serta jumlahnya. Dengan begitu, para pebisnis bisa menentukan jumlah sayur yang harus dijual setiap harinya.

3. Mencari Supplier Sayuran

Salah satu kunci untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal adalah mencari supplier sayur yang murah dan berkualitas. Namun ingat, jangan mudah tergiur dengan harga yang murah tanpa memperhatikan kualitas sayur. 

Perlu diketahui bahwa sayur merupakan makanan yang tidak tahan lama, jadi pastikan untuk membeli sayuran yang masih segar.

Usahakan untuk datang ke penyuplainya langsung daripada harus ke pasar. Harga yang ditawarkan oleh penyuplai bila dibandingkan dengan harga di pasar tentunya akan berbeda. 

Biasanya harga di supplier jauh lebih murah. Namun tentu ada konsekuensinya jika Anda memutuskan untuk membeli di supplier, yaitu Anda harus membeli dalam jumlah banyak. Sehingga mungkin metode ini kurang cocok untuk pedagang sayur pemula.

Cara lain untuk mendapatkan sayur yang berkualitas dengan harga yang murah adalah dengan melakukan budidaya sendiri. Selain harganya lebih murah, para pebisnis tidak perlu meragukan kualitasnya. 

Namun cara terakhir ini juga ada kekurangannya, yaitu melakukan budidaya sayuran sendiri tidaklah mudah. Jadi kalau Anda ingin menempuh metode ini, maka pastikan untuk mempelajari caranya dengan benar.

4. Melakukan Packing

Jika sudah membeli berbagai jenis sayuran, saatnya memasukkan sayuran ke dalam wadahnya. 

Tentukan wadah sayuran berdasarkan jenisnya. Pastikan sayur dalam kondisi kering ketika akan dimasukkan ke dalam wadah. Hal ini untuk menghindari pembusukan yang lebih cepat. Jangan lupa untuk menimbang setiap sayuran, yang akan membantu menentukan harga jualnya nanti.

Salah satu jenis wadah yang bisa digunakan untuk sayuran adalah plastik atau wrapping. Membungkus makanan dengan plastik akan mencegah makanan tersebut dari cepat busuk. Selain itu juga akan  melindunginya dari kotoran luar. 

Jika sudah selesai di packing jangan lupa untuk menaruh sayuran itu ke dalam kulkas, sampai nanti akan diambil kembali saat dijual ke pembeli.

Info Menarik Lainnya : 7 Ide Usaha Makanan yang Mampu Bertahan Saat Masa Pandemi

5. Menjual Sayur

Jika semua sayur sudah siap, saatnya menjual sayur kepada target pasar yang telah ditentukan. Bagi yang menjualnya secara offline atau dari rumah, maka sayur dapat ditaruh di meja agar dapat dipilih langsung oleh para pembeli. Dan khusus untuk sayuran yang cepat layu, maka taruhlah di kulkas agar kondisinya tetap segar.

Sebaliknya, jika menggunakan sistem penjualan online, maka seluruh sayur harus disimpan dulu didalam kulkas sampai akan dikirim ke pembeli. Hal ini bertujuan agar sayur dapat diterima oleh buyer dengan kondisi yang segar.

6. Melakukan Pemasaran Online & Offline

Bagi yang ingin jangkauan pasarnya lebih luas, maka cobalah usaha sayuran packing secara offline dan online. Jadi selain menjual sayuran ke tetangga sekitar (secara offline), juga cobalah menjualnya secara online (melalui WhatsApp atau media sosial).

Sistem penjualan dengan sistem WhatsApp atau sosial media dapat dilakukan dengan menginformasikan terlebih dahulu jenis sayuran yang akan tersedia besok (beserta harganya). 

Selanjutnya, biarkan calon pembeli menentukan apa yang ingin dibeli dengan menghubungi penjual. Untuk memastikan bahwa pembeli dari WhatsApp atau sosial media tidak sampai kabur, maka pastikan mereka membayar pesanannya terlebih dahulu.

Jika pembeli sudah mulai ramai dan berada di berbagai daerah, maka cobalah untuk membuat sebuah aplikasi sebagai wadah penjualan. Dengan begitu, para penjual tidak perlu repot dalam membalas chat dari para calon pembeli.

Info Menarik Lainnya : Raih Untung dari Kemitraan Usaha Frozen Food di Kala Pandemi

7. Memberikan Harga & Promo yang Menarik

Saat ini penjual sayur keliling dan pedagang sayur online sudah cukup banyak. Oleh karena itu, pebisnis usaha sayuran packing pemula harus bisa mengatur strategi agar mampu bersaing dengan pedagang lainnya. 

Salah satu strategi yang bisa digunakan adalah menjual sayur stok kemarin dengan harga yang lebih murah. Tentunya dengan syarat kondisi sayur itu masih terlihat segar karena di simpan didalam kulkas. 

Sayur yang dibeli setiap harinya belum tentu akan langsung habis pada hari tersebut. Jika hal ini terjadi, maka cobalah menjual sayur kemarin itu dengan harga yang lebih murah. Dengan cara begini, maka usaha Anda bisa mendapatkan lebih banyak pelanggan karena produk Anda dianggap lebih murah dari yang lainnya.

Atau bisa juga dengan cara promo bundling dengan produk baru agar dapat lebih menarik pembeli. Namun pastikan harga jualnya tetap diatas harga modal produk agar Anda tidak sampai rugi.

8. Tambahkan Produk Lain

Selain menjual sayur, pebisnis usaha sayuran packing juga dapat menjual produk lainnya seperti ikan, daging hingga buah-buahan. 

Namun ingat; pastikan untuk melakukan survey pasar terlebih dahulu untuk menentukan jenis produk lainnya seperti apa yang akan dijual. Hal ini untuk menghindari agar jangan sampai produk itu tidak laku terjual sehingga jadi membusuk.

Info Menarik Lainnya : Membaca Peluang Usaha Waralaba Saat Pandemi Corona (Analisa)

Para pebisnis juga bisa menerapkan sistem open PO. 

Apa itu sistem open PO?

Jadi Anda bisa menginformasikan jenis produk tambahan apa yang dimiliki untuk dijual besok. Contohnya seperti buah, ikan mujair, dll. Selanjutnya Anda tinggal membeli sesuai dengan jumlah produk yang dipesan saja. Dengan begitu, tidak akan ada produk sisa yang terbuang.

Menjalani usaha sayuran packing itu tergolong mudah tapi ada juga sisi sulitnya. 

Contoh; mencari supplier yang murah tidaklah sulit, namun memastikan agar semua barang dagangan bisa terjual, maka itu adalah bagian yang cukup menantang. Jadi sebelum memulai usaha ini, pastikan Anda sudah melakukan survey pasar untuk mengetahui prospek usaha ini di area tersebut.

Semoga bermanfaat dan sukses untuk Anda.

Post a Comment for "Cara Memulai Usaha Sayuran Packing & Strategi Menjalankannya"