17 MINDSET DAN LOGIKA BISNIS YANG SANGAT DIANJURKAN UNTUK PARA PELAKU USAHA (ENTREPRENEUR) Skip to main content

17 MINDSET DAN LOGIKA BISNIS YANG SANGAT DIANJURKAN UNTUK PARA PELAKU USAHA (ENTREPRENEUR)

17 MINDSET DAN LOGIKA BISNIS YANG SANGAT DIANJURKAN UNTUK PARA PELAKU USAHA (ENTREPRENEUR)

Mungkin anda akan merasa sedikit tergelitik dan agak mengernyitkan dahi ketika membaca judul diatas, terutama pada bagian penggalan awal.

"Mindset Dan Logika Bisnis? Apa maksudnya itu Bang izal?".

Baiklah, mari langsung saja kita simak narasi singkat dibawah ini.

Misalkan ada sesorang teman bertanya kepada saya :

"Bang izal",

"Kalau saya punya uang 1 juta, sebaiknya digunakan untuk apa bang?" Jawaban = Modal.
"Kalau saya punya uang 10 juta, sebaiknya digunakan untuk apa bang?" Jawaban = Modal. 
"Kalau saya punya uang 100 juta, sebaiknya digunakan untuk apa bang?" Jawaban = Modal.
"Kalau saya punya uang 300 juta, sebaiknya digunakan untuk apa bang?" Jawaban = Modal.
"Kalau saya punya uang 500 juta, sebaiknya digunakan untuk apa bang?" Jawaban = Modal.

"Kalau sudah punya 1 miliar bang?" Jawaban = Tetap Modal.  

"Hhhh,,,, kalau misal sudah 2 miliar masih buat modal juga bang??!" Jawaban = Yupp!! Juga Buat Modal! 

Modal disini dalam artian cashflow, yakni modal yang sudah bergerak.

Teman saya kemudian agak sedikit protes :

"Kok sudah punya duit sebanyak itu masih selalu dijawab untuk modal kerja sih bang? Lah,,,terus kapan buat beli rumah dan bisa punya mobil baru? Kapan buat liburan? Dana Shopping? Jalan-jalan keluar negeri?"

"Lagian percuma donk punya banyak duit, tapi gak bisa buat gaya dan senang-senang?" 😒

Nah, jawabannya adalah karena adanya Mindset (pola fikir) dan Logika Bisnis tersebut.

Masih kurang mudeng? Mari terus disimak penjelasannya dibawah.

Ada 17 Mindset Dan Logika Bisnis Yang Dianjurkan Untuk Para Pelaku Usaha. Diantaranya sebagai berikut :

#1. Sebaiknya jangan terlalu cepat mengkonversi hasil usaha anda ke aset-aset real. 

Disaat usaha yang baru saja sedang bergeliat dan berkembang, maka 'nikmati' saja terus prosesnya. Perbanyaklah stok barang dagangan, buka cabang toko baru, kembangkan sayap usaha dengan membuka bisnis disektor lain.

Sebenarnya kalau niat anda hanya ingin naik kendaraan baru, anda bisa sewa saja mobil rental, Grab-car, Go-car atau jasa mobil sewaan lainnya. Anda bisa diantarkan oleh semua kendaraan itu, kemanapun tujuan yang ingin anda tuju.

Dan anda tidak perlu pusing mikirin masalah prestise alias gengsi. Apa sebab? Karena jika anda sudah menjadi entrepreneur sukses dan bisnis anda sedang berkembang pesat, maka tidak akan ada seorangpun yang akan kepo apakah anda pakai mobil sendiri maupun mobil rentalan (itulah sebabnya orang yang asli kaya dan beneran sukses, gayanya cenderung biasa-biasanya saja). 

Oleh karena itu, sebaiknya janganlah anda terlalu pusing mikirin hal tidak penting seperti diatas (prestise/gengsi). Lebih baik anda fokus untuk terus memutarkan dan mengolah cashflow uang anda. Agar dapat dikembangkan pada bidang-bidang bisnis baru. Dan itu akan terasa jauh lebih asyik (jika anda termasuk seorang tipe entrepreneur sejati). Dan pada akhirnya anda bisa membantu dan mengubah seorang pengangguran menjadi orang yang super sibuk. Karena anda telah membuka lapangan pekerjaan bagi mereka, untuk mengurus berbagai macam lini bisnis anda.

Artikel Menarik Lainnya : PENTINGNYA BRAND, BAHAYA RIBA DAN RAHASIA BISNIS YANG TIDAK AKAN PERNAH MERUGI (Belajar Dari Kebangkrutan Teh Sariwangi)

#2. Ada sebagian orang diluar sana, yang kalau untuk urusan gadget, kendaraan baru, gaya dan gengsi, itu adalah urusan nomor satu. Urgent! Penting!

Tapi mengeluarkan modal 10 juta saja demi untuk merintis dan membangun usahanya, mikirnya susah bukan kepayang. Sedangkan untuk membeli smartphone terbaru seharga 10 juta rupiah, dia bela-belain kredit.

Ini adalah sebuah mindset (pola fikir) yang terbalik menurut saya. Dalam mindset dan logika bisnis, terus memperbesar modal dan cashflow-lah yang menjadi prioritas utama. Modal yang ada terus dikembangkan agar semakin besar, sehingga dapat melebarkan sayap bisnis di berbagai sektor lainnya.

#3. Ciri-ciri bisnis yang sukses itu semacam orang punya anak. Jika induk bisnis telah maju (bisnis pertama), maka dia mampu melahirkan bisnis kedua ,ketiga, keempat, dst. 

Nah, jika bisnis pertama sudah cukup untuk membiayai hidup keluarga anda setiap bulan. Atau bahkan cukup untuk membiayai kehidupan anda setiap tahun, maka bisnis nomor 2,3 dan 4 adalah untuk memenuhi hal yang lainnya.

Oleh karena itu, banyak pedagang dan pebisnis yang sukses menerapkan mindset dan logika bisnis ini, sebenarnya dia telah menabung aset yang nilainya terus dapat berputar.

Apa sebab?

Karena ketika bisnis 1 telah berkembang pesat (dan maju), maka sebagian hasil net profitnya bisa digunakan untuk keperluan belanja rumah tangga, dan sebagian sisa lainnya diputarkan lagi untuk modal bisnis baru (bisnis ke-2). Bisnis ke-2 akhirnya juga maju dan hasilnya bisa dikembangkan lagi menjadi bisnis ke 3, 4, dst.

Nah, bukankah semua bisnis yang anda miliki itu merupakan 'tabungan' yang nilainya dapat terus berputar? Bandingkan jika anda 'menabung' uang dalam bentuk membeli mobil mewah keluaran terbaru, pasti nilai asetnya akan terus menurun seiring waktu. Betul apa tidak? 😀

#4. Jika anda mampu mengelola bisnis dengan baik, dan sudah berjalan dalam waktu yang cukup lama, maka cashflow 200 juta akan dapat memberikan anda penghasilan sekitar 10 juta - 30 juta setiap bulannya. 

Memasuki ditahun ke-3, uang 200 juta tersebut sudah kembali ketangan anda (dari hasil usaha sepanjang tahun sebelumnya). Nah, hasil usaha itu dapat digunakan lagi untuk modal membuka bisnis lainnya. Saat inilah orang-orang akan mulai melihat anda semakin sibuk.

Artikel Menarik Lainnya : IBUKU, WANITA GIGIH YANG SUKSES MEMBANGUN BISNIS DARI NOL

#5. Kunci rahasia sukses dari bisnis sebenarnya adalah bagaimana cara anda melayani dan selalu memberikan value terbaik kepada pembeli/pelanggan/pengguna jasa anda. 

Sehingga orang lain akhirnya rela mengeluarkan uang untuk membayar jasa/produk anda. Oleh karena itu, jangan merasa heran jika anda melihat gedung-gedung yang semakin menjulang tinggi di kawasan Sudirman Jakarta. Yeah! Sebab mereka yang ada didalamnya mempunyai service, core, organisasi terbaik dan rapi. Yang membuat orang-orang rela memakai jasa mereka dan membeli produk mereka. Kuncinya adalah jual dan beli, lalu kemudian broker, hanya 3 itu saja.

#6. Kekuatan modal finansial yang besar memang perlu. Namun jika tidak didukung oleh keputusan yang jernih, serta support sumber daya manusia yang baik didalamnya (manajemen), justru malah bisa merusak dan memperkecil nilai modal. Bahasa sederhananya : modal bisa jadi menyusut bahkan habis. 

Kalau anda pernah melihat orang yang sudah lama berdagang, dan akhirnya usahanya menjadi besar. Itu bisa jadi karena dia mendapat pinjaman modal dari bank, atau mendapatkan suntikan dana dari pihak lain (saudaranya misalnya). Namun bisa jadi juga modal awalnya sebenarnya kecil dan bersumber dari duit pribadi (bukan pinjaman), tapi usahanya bisa besar karena dia mampu mengelola bisnisnya dengan baik.

Karena sebenarnya modal akan dapat bertambah dengan sendirinya, seiring dengan profit yang disisihkan untuk di putar ke 'roda gila' cashflow. Jadi jangan pernah beranggapan bahwa jika punya modal besar, pasti usahanya jadi sukses?

Belum tentu!

Percuma saja ditanam modal besar hingga 1 milyar rupiah, namun ketika usaha dikelola dengan buruk, maka duit sebanyak itu bisa menguap tanpa bekas. Bukannya sukses yang didapat tapi amsyong! Merugi! Dari 1 milyar bisa jadi hanya tinggal bersisa 10 juta rupiah.

Disisi lain, ada orang yang memulai usaha hanya dengan modal pas-pasan senilai 10 juta rupiah. Namun karena dia mampu mengelola usaha dengan manajemen sangat baik, bisa jadi dalam kurun waktu 5-8 tahun kemudian duit 10 juta itu sudah berkembang diangka 500 juta (bahkan mungkin bisa lebih). Ini bukanlah hal yang mustahil terjadi, karena ada bukti nyata orang yang telah berhasil menjalaninya. Dan saya tahu persis siapa orangnya. 😀😀😀

So,.,, apa yang anda pikirkan dengan usaha dan bisnis anda sekarang?
Membuat gelindingan bola salju dari sisi cashflow adalah sangat penting. Dan erat kaitannya dengan pelayanan serta service anda (value).

#7. Banyak orang yang sudah berpengalaman dalam berdagang. Punya modal 10 juta, mereka bisa ciptakan profit 2 jutaan setiap bulan. Dengan kata lain, jika punya cashflow 100 juta, maka profit 20 jutaan setiap bulan tentu seharusnya juga bisa didapat. Dan seterusnya. 

Jika anda mendepositokan uang 1 M anda di bank, maka anda hanya akan mendapatkan sekitar 4 juta rupiah setiap bulan. Uang anda jadi tidak ada artinya, jika hanya anda depositokan. Mati kutu!

Oleh karena itulah mulai banyak orang-orang yang berusaha mencari akal. Mengutak-atik, mencari cara agar angka yang didapatkan bisa jauh diatas angka deposito. Cara apakah gerangan? Tidak lain tidak bukan yakni dengan cara berdagang/berwirausaha. Entrepreneur!

#8. Kesaktian roda usaha/roda bisnis perusahaan-perusahaan besar, yang membuat lulusan S1 FG, menyerah dan langsung meng-apply job ke perusahaan multinasional. Sungguh begitu mengerikannya idealisme dibunuh atau terbunuh, dan langsung menyerah. 

Ya memang begitu kenyataannya, realistis dan cepat. Dan ingat, itulah saktinya jika punya modal yang unlimited.

Namun jika anda seorang pedagang, dan melihat kompetitor mempunyai cashflow dan modal yang kuat, maka jangan sampai patah semangat. Jangan lupa dengan hukum bola salju dalam usaha.

Apa itu?

Jadi intinya seperti yang telah sempat saya singgung pada poin sebelumnya diatas. Walaupun anda hanya punya modal 10 juta sekalipun, akan berpeluang berkembang jadi modal 100 juta, dengan catatan jika anda mengelolanya dengan baik dan benar. Ingat, uang (baca : modal) hanyalah alat, dia akan bisa berkembang atau habis tergantung bagaimana cara anda mengelolanya. Modal besar bisa berakhir jadi habis, sebaliknya modal kecil bisa berkembang menjadi besar, semuanya tergantung anda.

Artikel Menarik Lainnya : BENARKAH ORANG YANG BERMODAL KECIL SULIT SUKSES?

#9. Jangan terlalu sibuk melihat, menakar dan mengira-ngira berapa modal saingan anda. Sebab justru hal itu malah akan membuat saingan anda dapat mengalahkan anda. 

Bahkan, tanpa perlu saingan anda itu berbuat apa-apa (kepada anda). Apa sebab? Karena anda terlalu sibuk melihat lihat tetangga, dan menjadi lupa untuk menggelindingkan bola salju bisnis anda. Yang notabene bola salju itu hanya dapat menggelinding jika didorong oleh perjuangan keras, fokus, berpacu dengan waktu. Barulah bola salju usaha anda itu dapat menjadi besar dan menggelinding dengan cepat. 

#10. Orang yang jualan koran bekas jika dia serius, bisa naik haji. Orang yang jualan bubur saking rajinnya sampai-sampai rela buka dari jam 6 sore sampai jam 12 malam. Hasil tidak akan mengkhianati usaha, berkat keuletannya, sehingga si abang tukang bubur ini bisa menyekolahkan anaknya sampai keluar negeri. 

Ada pula orang yang jualan keripik pedas, cemilan, kudapan, orang jualan bawang goreng. Mereka kini semakin kreatif, produk mereka dikemas kedalam toples plastik, kemudian di supply ke warung-warung, kafe, bahkan hotel. Ada juga orang yang jualan rak kayu dan aneka pajangan untuk display. Sekarang mereka men-supply produknya ke gramedia, toys kingdom, toys city, dll. Intinya semakin banyak orang jualan,.,. orang jualan,.,orang jualan,.,., bla,,bla,,,bla,,,,,....,

Jadi, semua kembali ke bagaimana cara anda mengelola dan memanagenya. Walau produk anda kelihatannya remeh-temeh, namun jika anda bersungguh-sungguh, fokus dan yakin mengelolanya, maka saksikanlah hasilnya beberapa tahun kemudian. Bagaimana akhirnya proses segempal tangan bola salju (baca : bisnis anda) diawal bisnis yang hanya sebesar bola kecil, sekarang sudah berubah menjadi sebesar meteor yang sangat besar.

Jikalau jualan kuaci tidak menguntungkan, maka mungkin anda tidak akan bisa menemukan kuaci-kuaci tersebut di supermarket. Tapi kenyataannya produk 'remeh-temeh' itu bertebaran dimana-mana. Mau merek cap gajah, cap bunga matahari, dan lainnya. So, jualan produk apakah anda,,,.,,? 😊

#11. Kreatiflah, jangan suka copy paste orang lain secara mentah-mentah. Seberapa kuat anda ingin agar sama persis (baca : menjiplak) kompetitor anda? 

Memangnya anda adalah sebuah mesin foto kopi? Sedangkan tanggal lahir, jam, dan tempat dibesarkan saja sudah berbeda. Bentuk wajah saja sudah berbeda, bagaimana mungkin anda bisa tumpek-blek copas orang lain biar sama persis? Setiap manusia punya otak, akal, fikiran, ide, kreatifitas, emosional, dan gagasan yang tentunya berbeda-beda. Oleh karena itu, coba temukan dan gali potensi serta bakat anda, kemudian asah, sehingga akhirnya anda memiliki skill yang unik dan tidak dimiliki oleh kompetitor anda.

Bolehkah terinspirasi?

Terinspirasi tentu saja boleh, namun cukup anda ambil bagian garis besarnya saja. Ambil sisi yang terbaik, baik dari sosok yang anda kagumi maupun dari kompetitor anda sekalipun. Kemudian anda adaptasi dan kembangkan sesuai dengan skill dan cara anda sendiri.

Artikel Menarik Lainnya : BAGAIMANA TRIK AGAR USAHA KECIL MAMPU BERSAING DENGAN USAHA YANG LEBIH BESAR?

#12. Ada tersirat, jika 1 sukses besar, maka dianggap mematikan 10 yang lainnya. Sebaliknya ada pula tersirat, jika 1 sukses, maka yang 10 lainnya ikut pula terbawa sukses. 

Tentunya, apabila tidak ada konflik interest yang beradu didalamnya, maka pakai saja cara anda masing-masing dalam memperbesar bola salju tersebut. Karena hukum tersirat ini, memang benar ada, tapi ada pengecualian untuk orang-orang yang pintar mencari jalan. Dan dia pintar dan jeli ketika mencari celah di antara tembok dinding yang tebal. Be Creatif!

#13. Pebisnis/entrepreneur yang hebat itu adalah yang mampu bertahan dari dekade demi dekade. 

Jadi bukan dilihat dari apa yang sudah anda pamerkan kepada orang-orang dekat sekitar anda (dari usaha anda). Percuma saja anda pamer ke sana kemari, tetapi usaha anda dijadikan sapi perah demi untuk glamour dan gaya hidup anda. Beranikah anda menjamin, bahwa usaha anda akan tetap eksis di 10 tahun kedepan? Yakinkah anda?

#14. Anda selalu teriak bahwa modal anda kecil, sehingga anda merasa tidak mampu bergerak. Selalu beralasan : "gak ada modal", "kurang modal", dll. Memangnya anda yakin ketika anda punya modal besar, maka otomatis anda bisa seperti yang anda bayangkan? 

Penambahan modal berarti penambahan workload, penambahan jam kerja, penambahan effort, penambahan kesibukan, penambahan pelanggan, penambahan setoran, penambahan aktifitas, dll. Jadi lebih baik urus saja aktifitas modal anda yang 10 jutaan itu saja dulu (contoh). Semuanya mesti melalui tahapan, proses tangga demi tangga, tidak ada yang instan.

#15. Jangan pernah anda melihat ukuran gaya konglomerat/anak konglomerat/orang besar ketika membuka bisnis. 

Mereka biasa langsung menggelontorkan dana ratusan juta, milyaran, bahkan mungkin puluhan hingga ratusan milyar. Mereka itu sudah punya softskill dan pengalaman. Jangan lupa hal lain, bisa jadi usaha itu mungkin sudah bisnis mereka yang ke-10. Sehingga sudah di perhitungkan matang-matang oleh risk management mereka. Toh kalaupun amsiong, mereka masih punya sisa 9 pelor lagi,

Jadi, untuk anda yang masih ngelahirin anak bisnis yang ke-1 atau ke-2 , ya mestinya anda sendiri donk yang turun tangan untuk memperhitungkan semuanya. Jangan ikut-ikutan bergaya seperti konglomerat, karena anda bukan 'maqamnya'.

Lagipula para konglomerat itu sudah memperhitungkan untuk menggelontorkan dana 10 milyar (misal), agar kelak usahnya dapat menggelinding jadi si bola salju bernilai 50 milyar bahkan lebih. Oleh karena itulah mereka sampai berani bayar orang untuk memperhitungkan segala sesuatunya. Agar tidak salah langkah, tetap saja intinya harus terus melihat perkembangan, pertambahan, pertumbuhan, dan pembesaran usahanya. Dan mereka punya kepentingan untuk menghitung sedetail mungkin, agar cashflow tidak menyusut 1 milimeter pun ketika bola salju itu mulai dijalankan.

#16. Inti dari pengusaha, wiraswasta, maupun pedagang, itu sebenarnya hampir sama saja. Yakni sama-sama mengusahakan yang tadinya belum ada, kemudian menjadi ada. 

Apakah itu yang tadinya belum ada, kemudian menjadi ada? Yaa,,, gak usah pake basa-basi lagi, karena jawabannya sudah jelas. Apalagi kalau bukan cashflow, putaran uang didalam roda gila permainan usaha, bisnis, dagang, dan aktifitas jual beli lainnya.

Jika di awal merintis bisnis dulu main 1 juta, nah kira-kira sekarang bisa gak bertumbuh jadi main di 10 juta?

Dulu main di 10 juta, kira-kira bisa gak sekarang jadi main di 100 juta?

Sekarang main di 100 juta, kira-kira bisa gak beberapa tahun lagi main di 500 juta?

Begitu seterusnya.

Nah, kalau anda bermain cashflow 100 juta, dan anda ingin memperoleh bagian dari hasil kerja bisnis anda senilai 10-20 juta, sah toh? Sahhhhhhh....!! 😁

Belum ada saya dengar pengusaha itu yang dulu biasa main 100 juta, eh sekarang dia maunya main 10 juta. Bahkan sejak dulu main 100 juta, sampai sekarang masih bermain diangka 100 juta aja, saya yakin si pengusaha itu sudah sedikit merasa stress. Karena apa yang dia alami itu menyalahi hukum bola salju. Dalam artian usahanya sedang stagnan alias mandeg!

Yang lebih parah lagi, jika diawal anda main 100 juta, diakhir malah hutang 10 juta, sebenarnya anda ini sedang mengusahakan apa toh? 😂 Masih percayakah anda terhadap hukum bola salju ?

Artikel Menarik Lainnya : PENGARUH TEMAN YANG SUKSES DAN BERILMU PADA POLA BERFIKIR KITA

#17. Bagian inilah final dan juru kunci dari semua poin diatas. Sekeras apapun anda berusaha, dan secanggih apapun skill dan ilmu bisnis anda, maka janganlah lupa untuk urusan perniagaan diakhirat anda. 

Jangan pernah dan jangan sampai bagian ini malah anda lupakan. Sisihkanlah sebagian dari harta anda untuk membayar zakat mall, perbanyak bersedekah dan rajin menyantuni anak yatim. Karena bagian itulah yang akan anda bawa sampai ke akhirat nanti.

Bila bagian terakhir ini telah berhasil anda tunaikan dengan baik, maka sungguh anda benar-benar telah beruntung. Karena anda telah berhasil dalam kehidupan didunia dan juga diakhirat.

Demikianlah 17 Mindset Dan Logika Bisnis Yang Sangat Dianjurkan Untuk Para Pelaku Usaha (Entrepreneur).

Semoga jalan kesuksesan dapat menyertai kita semua, Ammiin.

Sampai berjumpa lagi diartikel selanjutnya.

Jika Anda menyukai artikel ini, maka bagikanlah. Semoga dari share yang anda lakukan itu, membuat artikel ini dapat bermanfaat pula bagi rekan-rekan Anda yang lainnya.

Ditulis oleh : Bang izal.

Tambahan ; Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan saya Faisal Adlan (Owner Ical Toys), atas semua inspirasi dan ilmunya. 

Artikel Menarik Lainnya

Comments

Monggo Ikuti Blog Ini