Cara Cerdas Memilih Asuransi Kesehatan (Untuk Millenials)

Dewasa ini, memiliki asuransi kesehatan bisa dikatakan terbilang penting. Disarankan bagi karyawan muda atau millennial untuk memiliki asuransi kesehatan. Terlebih dengan gaya hidup masyarakat modern yang biasanya memiliki pola hidup tidak seimbang. Baik dari segi makanan (junk food), waktu istirahat kurang, maupun dari lingkungan hidup perkotaan yang buruk (pencemaran udara).

Semua hal diatas membuat masyarakat perkotaan jadi rawan terkena penyakit (termasuk kaum millenial). Oleh karena itulah diperlukan adanya asuransi kesehatan, untuk memproteksi kemungkinan terkena penyakit dikemudian hari.

Cara Cerdas Memilih Asuransi Kesehatan (Untuk Millenials)
Ilustrasi.

Pentingnya memiliki asuransi kesehatan adalah karena biaya pengobatan semakin hari semakin mahal. 

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membeli produk asuransi.

Berikut ini penjelasannya:
  1. Kenali Produk Asuransi Kesehatan yang Ditawarkan

Sebelum membeli asuransi kesehatan, pahami dan kenali jenis produknya. Pada dasarnya, ada dua jenis produk asuransi kesehatan. Penyebutan produk ini bisa bermacam-macam tergantung brand dari asuransi tersebut. Namun, jika bisa disimpulkan, ada jenis cashless dan reimbursement. Perhatikan betul kedua produk ini sebelum membeli.

Pada produk asuransi kesehatan cashless, biasanya asuransi memberikan penggantian biaya atas semua biaya yang timbul dengan rinci. Tentu saja besaran penggantian ini sesuai dengan kelas yang diambil. Pada umumnya, benefit yang ada di produk ini adalah rawat jalan, rawat inap, kacamata, maternity dan gigi. Sesuai namanya, pemilik premi tidak perlu mengeluarkan biaya apa-apa ketika di rumah sakit.

Sedangkan untuk asuransi kesehatan reimbursement, penggantian biaya didasarkan pada nilai kontrak asuransi. Tidak peduli berapa actual biaya yang dikeluarkan selama perawatan di rumah sakit, penggantian biaya sesuai dengan kontrak. Selain itu, pengguna asuransi harus membayar dulu biaya yang timbul, baru kemudian mengirimkan surat klaim ke perusahaan asuransi untuk mendapat penggantian.
  1. Kenali Kebutuhan Diri

Banyaknya produk asuransi kesehatan bisa membuat kepala pusing. Alih-alih untung, yang ada malah salah membeli. Oleh karena itu, ada baiknya mengenali apa saja produk yang benar-benar dibutuhkan. Fasilitas kesehatan apa saja yang dibutuhkan. Misalnya, jika tidak berkacamata dan belum menikah, tentu tidak ada gunanya mengambil benefit kacamata dan maternity.

Kemudian, buatlah daftar mengenai seberapa banyak melakukan rawat jalan dalam sebulan. Mengenali kesehatan diri sendiri sangatlah penting. Apakah termasuk dalam tipe orang yang sering sakit atau riwayat sakit ringan saja justru jarang. Jika begini, maka tidak perlu mengambil benefit rawat jalan. Cukuplah dengan membeli produk asuransi kesehatan dengan benefit rawat inap.

Artikel Menarik Lainnya : Cara Memahami Takdir, Sehingga Kita Mampu Bersyukur dan Tidak Bersedih Hati
  1. Tentukan Premi yang akan Diambil

Setelah mengidentifikasi kebutuhan, saatnya menentukan premi. Premi asuransi berbeda-beda tergantung kelas kamar yang diambil. Semakin tinggi kelas kamar, semakin tinggi premi maka semakin besar pula nominal biaya penggantian dari benefit yang didapatkan. Oleh karena itu, kenali jenis kebutuhan. Bila ada benefit yang belum perlu diambil, maka tidak perlu memasukkannya ke dalam komponen manfaat.

Selain itu, kenali kondisi keuangan. Memang idealnya setiap orang ingin mendapat fasilitas perawatan yang terbaik di rumah sakit. Tentu dirawat di ruang VIP lebih nyaman daripada di kelas 3. Namun, biaya premi untuk kelas VIP tentu lebih mahal. Kenali kondisi keuangan, apakah mampu jika membayar premi untuk kelas yang lebih tinggi atau tidak.
  1. Kenali Rumah Sakit Rekanan

Setelah menganalisa mengenai kebutuhan benefit dan premi yang akan diambil, saatnya melihat rekanan rumah sakit. Pastikan asuransi yang dipilih memiliki banyak rekanan rumah sakit dan klinik. Pastikan juga bisa digunakan di luar kota atau bahkan di luar negeri. Asuransi yang memiliki banyak rekanan akan memudahkan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Selain itu, carilah asuransi yang memiliki rekanan rumah sakit atau klinik yang dekat dengan rumah atau tempat kerja. Pertolongan pertama sangat penting apalagi untuk penyakit-penyakit seperti jantung. Teliti juga jenis pelayanan yang diberikan. Biasanya rumah sakit rekanan akan melayani rawat jalan dan rawat inap. Namun tidak jarang yang hanya melayani salah satunya.
  1. Pelajari Kualitas Perusahaan Asuransi

Penting untuk mengenali kualitas produk sebelum membeli. Karena produk asuransi kesehatan adalah produk jangka panjang, maka ada baiknya memastikan kredibilitas perusahaan asuransi. Kumpulkan informasi mengenai track record dalam menangani nasabah, pernahkah ada kasus dalam proses klaim.

Biasanya, untuk perusahaan asuransi yang sudah berpengalaman, premi yang ditawarkan akan lebih mahal. Namun, ini sebanding dengan benefit yang diterima dan juga layanan di rumah sakit rekanan. Banyak perusahaan asuransi yang menawarkan premi murah namun benefit yang didapatkan menyedihkan. Bahkan banyak klausul yang menjebak di dalam polis.
  1. Pastikan Penanganan Klaim Cepat

Bagi pengguna asuransi kesehatan dengan jenis cashless, maka masalah klaim tidak begitu menjadi soal. Hanya saja perlu diperhatikan pagu benefit yang didapatkan. Biasanya, jika terjadi kelebihan biaya dari pagu, akan ditagih kepada pengguna pada akhir perawatan. Jangan tergiur untuk mengambil kelas yang lebih tinggi karena akan menimbulkan ekses biaya.

Sedangkan untuk sistem reimbursement, teliti betul bagaimana sistem klaimnya. Berapa lama proses klaim dan dokumen apa saja yang perlu disertakan. Baca benar-benar penawaran sebelum membeli asuransi model reimbursement. Perhatikan komponen apa saja yang di-cover oleh perusahaan asuransi. Jangan sampai karena lalai dalam membaca penawaran, justru malah mengalami kerugian dari produk yang dibeli.
  1. Buat Perbandingan dengan Asuransi Sejenis

Buka keran informasi sebesar-besarnya. Saring dan kumpulkan informasi mengenai produk yang ingin dibeli dari beberapa perusahaan asuransi. Cobalah untuk meminta penawaran dari beberapa perusahaan asuransi. Bandingkan premi, benefit yang didapat, proses klaim, serta rekanan rumah sakitnya. Hal ini penting dilakukan supaya tidak terjadi kesalahan dalam membeli produk asuransi.

Namun, jangan juga terlalu banyak membandingkan. Pilih maksimal 5 perusahaan asuransi. Sejak awal tentukan mana sistem pembayaran yang diinginkan. Apakah itu cashless atau reimbursement. Karena penentuan sistem pembayaran ini memudahkan dalam menentukan calon perusahaan asuransi kesehatan. Jika ingin lebih sistematis, buatlah table perbandingan sederhana agar memudahkan dalam membaca hasil perbandingan.
  1. Pertimbangkan Investasi VS Asuransi, Mana yang Lebih Utama

Sekarang ini banyak program asuransi kesehatan yang dibundle dengan investasi. Sebaiknya, jika kebutuhan hanya pada proteksi kesehatan, maka hindari membeli produk bundle. Terlebih lagi ketika sebenarnya telah mempunyai tabungan atau investasi di tempat lain. Tentu membeli asuransi kesehatan yang dibundle dengan investasi akan menambah pengeluaran.

Fokus pada tujuan awal yaitu proteksi kesehatan. Tidak perlu mengeluarkan uang lebih. Jika tetap ingin berinvestasi, tambahkan dana ke tabungan atau reksadana yang telah dimiliki. Dengan fokus pada tujuan, maka keuangan tidak akan kebobolan. Hasilnya, proteksi kesehatan terjamin, investasi pun terus tumbuh.

Artikel Menarik Lainnya : Ujian dan Cobaan Hidup Adalah Bentuk Kasih Sayang Tuhan
  1. Segera Beli Saat Sehat

Bagi kebanyakan orang terutama pekerja muda, asuransi terasa penting ketika jatuh sakit. Ketika sakit dan harus mengeluarkan uang yang banyak, mereka baru sadar pentingnya memiliki perlindungan kesehatan sebelumnya. Oleh karena itu, segeralah membeli produk asuransi ketika sehat. Tentunya dengan melakukan serangkaian analisa kebutuhan dan keuangan. Jangan menunggu jatuh sakit baru menyesal kemudian.

Memang, membeli produk asuransi kesehatan murni terasa seperti menghamburkan uang. Apalagi jika produk asuransi kesehatan yang dibeli jarang dipakai. Namun, melindungi kesehatan diri jauh lebih penting dari sejumlah uang yang kita keluarkan. Apalagi banyak perusahaan asuransi yang memberikan cash back jika asuransi yang dibeli tidak digunakan sama sekali. Tentunya ada batasan minimal sampai manfaat cash back itu ada.

Kesimpulannya, proteksi kesehatan itu penting dan segera beli ketika sehat dan ada uang. Jika tidak ada uang, usahakan menyisihkan sebagian penghasilan untuk membeli produk asuransi kesehatan. Manfaat asuransi kesehatan akan sangat terasa ketika kita sakit, dan setiap manusia pasti akan mengalami sakit. Selamat memilih produk asuransi kesehatan!

Semoga info ini dapat bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel mendatang.

Salam.

0 Response to "Cara Cerdas Memilih Asuransi Kesehatan (Untuk Millenials)"

Post a Comment

-Di izinkan untuk membagikan artikel/konten yang ada di blog Bang Izal Toy ini.
- Mohon maaf sebelumnya : no iklan, no spam, no titip link
Semua akan masuk folder spam
- Penjelasan aturan selengkapnya silahkan lihat T.O.S
Terimakasih atas kunjungan Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel