Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML Atas

Menyiasati Kelemahan Usaha Menjahit (Plus Solusinya)

Sebenarnya dunia jahit-menjahit tidak akan pernah sepi. Selama manusia masih menggunakan pakaian, usaha menjahit akan terus mendapatkan tempat. Memang ada beberapa tantangan dan kelemahan usaha menjahit, apalagi di era globalisasi dan digital ini. Tantangan usaha garment atau menjahit semakin kompleks. Itulah mengapa orang-orang yang menekuni usaha ini perlu beradaptasi dengan perubahan iklim usaha.

Tantangan Dan Cara Mengatasi Kelemahan Usaha Menjahit 

Memiliki kemampuan menjahit saja tidak cukup jika ingin menekuni usaha ini secara professional. Perlu adanya pemahaman mengenai perkembangan iklim industri. Apalagi dengan telah terjadinya revolusi industri 4.0 yang mengutamakan internet di segala bidang. Industri konveksi atau jahit menjahit menemui tantanganya sendiri. Industri 4.0 pada industri garment atau konveksi menuntut pengoptimalan otomatisasi pada proses produksi dan managerial.

Selain itu, masalah bahan baku juga kerap menjadi tantangan. Seperti diketahui bahwa banyak pengusaha konveksi memilih bahan baku impor daripada lokal. Ini bukan karena pengusaha tidak mau menggunakan bahan lokal, namun ketersediaan bahan baku lokal jumlahnya tidak sebanding dengan permintaan. Jadi, mau tidak mau harus impor. Konsekuensinya adalah harga bahan baku impor ini sering tidak stabil.

Menyiasati Kelemahan Usaha Menjahit (Plus Solusinya)
Ilustrasi Penjahit Konveksi.
Mesin-mesin produksi yang mahal juga menjadi salah satu kelemahan usaha menjahit. Terutama usaha menjahit rumahan yang ingin mengembangkan usahanya sering terkendala masalah mahalnya harga bahan baku dan mesin produksi. Masalah lain yang mungkin dihadapi adalah manpower. Kualitas manpower dan turn over yang tinggi adalah tantangan yang sering muncul.

Tantangan lain yang mungkin dihadapi adalah mengenai harga. Ketidakstabilan harga bahan baku dan juga perubahan biaya manpower sering berimbas pada ongkos produksi. Hal ini tentu berimbas juga kepada harga jual yang pada akhirnya menjadi mahal. Belum lagi persaingan harga dengan produk impor yang terkadang lebih murah.

Kiat untuk Menghadapi Tantangan Usaha Menjahit


Tantangan bukanlah sebuah hambatan melainkan pendorong untuk terus berinovasi dan berkembang. Usaha menjahit bukan tanpa kelemahan dan tantangan. Tentu ada kiat-kiat yang bisa dijalankan untuk bisa menyikapi kelemahan usaha menjahit ini. Berikut beberapa kiat yang bisa dicoba:

Mencoba Berpikir Global


Bagi kebanyakan pelaku usaha di bidang jahit menjahit, mereka terkotak pada kegiatan bisnis seperti membuat baju. Padahal di era globalisasi ini, menjahit tidak melulu membuat baju. Bagi konsumen, membuat baju di penjahit tailor kini cenderung ditinggalkan. Kecuali untuk kebaya. Namun untuk baju sehari-hari, bahkan untuk seragam kantor, orang tidak lagi menjahitkan baju di penjahit tailor.
Menyiasati Kelemahan Usaha Menjahit (Plus Solusinya)
Ilustrasi Penjahit Tailor.
Kebanyakan konsumen kini lebih suka membeli baju yang sudah jadi (buatan konveksi). Oleh karena itulah, pada saat ini para penjahit tailor harus pintar-pintar dalam berinovasi, agar mampu bertahan menghadapi perubahan zaman.

Baca juga : Runtuhnya Era Penjahit Tailor dan Berganti Menjadi Usaha Permak Pakaian/Jeans/Levis

Tanggap akan kebutuhan pasar sangat penting. Seperti contoh, saat ini sedang digalakkan penggunaan tas belanja kain daripada kantong plastik. Ini kesempatan bagi penjahit-penjahit rumahan untuk ikut berpartisipasi. Produksi sedikit dulu, pasarkan, setelah ada order baru produksi dalam jumlah banyak. Hal ini tentu lebih efektif untuk mengejar pemasukan dari kegiatan menjahit daripada hanya menunggu orang datang untuk menjahitkan baju.

Lakukan Inovasi


Seiring dengan penjelasan di poin pertama, inovasi sangat diperlukan di era globalisasi. Dalam dunia menjahit, ini berarti tanggap dan tahu akan model-model pakaian terbaru. Mudahnya, perhatikan model-model pakaian yang sering digunakan oleh public figure ternama. Seorang penjahit bisa meniru model dengan memberikan sentuhan personal agar tidak terkesan menjiplak.

Seperti yang sering terjadi belakangan ini, yaitu orang-orang sangat antusias dengan apa yang dipakai oleh Kate Middleton dan Meghan Markle. Banyak penjahit telah membuat tiruan baju mereka karena tuntutan pasar yang ingin tampil seperti Kate dan Meghan. Hal-hal seperti inilah yang harus diperhatikan oleh penjahit.

Maksimalkan Sosial Media dan Internet


Saat ini, semua usaha tidak bisa dilepaskan dari internet. Sudah terbukti bahwa media sosial dan internet adalah saluran promosi yang efektif dan efisien. Mempromosikan hasil jahitan di media sosial tentu lebih efektif daripada hanya memajangnya di rumah atau kios jahit tanpa ada orang yang melihat. Dari Internet juga penjahit bisa mendapatkan informasi tentang model fashion terbaru.

Kelemahan usaha menjahit rumahan adalah mereka tidak memaksimalkan media sosial. Padahal ketika orang punya keahlian menjahit, ia sangat berpotensi untuk menghasilkan sebuah karya. Penjahit rumahan, apalagi di kota kecil,  umumnya enggan mempromosikan jasanya secara massif. Mereka umumnya malu berpromo di media sosial karena menganggap jasa mereka kurang layak.

Cobalah Mendelegasikan Tugas


Penjahit rumahan umumnya mengerjakan semuanya sendiri. Itu sebabnya pengerjaan satu baju atau pesanan cenderung lama. Cobalah berani mendelegasikan tugas-tugas menjahit kepada karyawan. Tentu saja dengan cara merekrut karyawan yang memiliki keahlian menjahit. Hal ini erat kaitannya dengan pengembangan usaha.

Daripada terus berkutat menjadi penjahit rumahan, ada baiknya mengembangkan usaha menjadi tailor atau konveksi rumahan. Dengan begini, potensi pesanan meningkat lebih besar. Pelanggan juga jadi senang karena pengerjaan pesanan jadi lebih cepat.

Info Menarik Lainnya : Usaha Jasa Obras dan Toko Alat Jahit

Peluang Usaha Menjahit yang Bisa Dijalankan


Ada beberapa peluang menjahit, selain menjahit baju tentunya yang bisa dijalankan oleh para penjahit rumahan. Berikut beberapa pilihannya:

Menjahit Baju Boneka


Siapa bilang hanya manusia yang perlu baju, boneka juga butuh. Usaha ini bisa masuk kedalam industri kreatif. Pangsa pasarnya adalah ibu-ibu yang memiliki anak. Bahkan bisa juga bekerja sama dengan pemilik wedding organizer dalam hal penyediaan souvenir pernikahan. Jangan salah, baju boneka sangat potensial dijadikan souvenir.

Menjahit Baju Hewan


Selain boneka, hewan juga perlu baju. Usaha menjahit baju hewan terbilang potensial karena pemainnya masih sedikit sehingga persaingan tidak terlalu ketat. Pemilik hewan peliharaan seperti anjing, kucing, kelinci, atau bahkan monyet, tentu akan senang berburu baju untuk peliharaannya. Tangkap peluang ini dan jadikan usaha ini untuk mendulang rupiah.

Menjahit Jilbab


Usaha ini tidak pernah surut pamornya. Dengan berbagai macam motif yang ada, jilbab telah menjadi sumber penghasilan bagi banyak orang dari hulu ke hilir. Menjahit jilbab tentu sangat mudah dan cepat. Inilah peluang bagi para penjahit untuk mengembangkan usahanya. Ketika bisa memproduksi jilbab sendiri, kesempatan untuk memberi brand pada hasil produksi sangat besar. Besar kemungkinan produk akan laku keras.

Menjahit Kain Sisa


Kain sisa atau sering disebut kain perca adalah sumber inspirasi dan rupiah. Dari sekumpulan kain perca yang dijahit, bisa dihasilkan produk baru yang bernilai. Usaha ini potensial untuk menyambut gerakan mengurangi sampah plastik terutama kantong plastik. Produk yang bisa dihasilkan dari kain perca adalah floormat, tas belanja kain, dompet, serbet, dan masih banyak lagi.

Menjahit Seprei


Usaha ini juga sedang naik daun. Motif seprei yang kekinian dan unik sering diburu orang. Ibu-ibu muda senang sekali membeli seprei. Cobalah untuk menggarap segmen ini dengan tetap up to date pada motif-motif kain seprei terbaru dan pasarkan usaha melalui media sosial.

Baca juga : Catatan Perjalanan Usahaku Bagian 1 (Menjadi Tukang Jahit)

Itulah beberapa kiat dan peluang untuk menyiasati kelemahan usaha menjahit. Hal paling penting dari sebuah kelemahan adalah bahwa itu bukan alasan untuk berhenti. Setiap usaha mempunyai kelemahan dan pengusaha harus mencari cara untuk mengubah kelemahan tadi menjadi kekuatan.

Kuncinya adalah konsistensi dan inovasi. Semoga sukses selalu untuk Anda. Salam.


Penulis by : Bang izal.

Post a Comment for "Menyiasati Kelemahan Usaha Menjahit (Plus Solusinya)"

Berlangganan Artikel Via Email (Jangan lupa Klik re-CAPTCHA dan Cek isi Email Anda)