Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Analisa Modal Usaha Bubur Ayam & Peluang Jualan di Jakarta

Bubur ayam merupakan menu sarapan pagi yang sangat diminati masyarakat. Di Jakarta sendiri, bisa dijumpai di hampir semua ruas jalan. Selain karena rasanya yang lezat, bubur ayam diminati karena harganya yang murah. Banyak orang bertanya-tanya, dengan harga sekitar 10-12 ribu rupiah, berapa sebenarnya modal usaha bubur ayam?

Melihat permintaan bubur ayam yang nyaris tidak pernah turun, banyak orang yang juga tertarik membuka usaha ini. Bentuk jualannya bisa dengan gerobak yang mangkal atau juga dengan membuka kedai sederhana. Modal usaha bubur ayam bisa tergantung seperti apa bentuk penjualannya nanti. Namun, rata-rata modal usaha berjualan bubur ini tidak terlalu besar.

Analisa Modal Usaha Bubur Ayam & Peluang Jualan di Jakarta



Analisa Modal Usaha Bubur Ayam Dan Peluang Bisnis Ini di Jakarta

Seperti telah disinggung sebelumnya, usaha ini memiliki peluang yang cerah. Hampir bisa dikatakan jarang orang yang tidak suka dengan bubur ayam. Makanan ini selalu dicari sebagai menu sarapan orang kantoran, anak sekolah, atau juga masyarakat di perumahan. Di mana pun jualannya, bubur ayam selalu mendapat pelanggan.

Salah satu contoh adalah penjual bubur ayam yang memiliki lapak sempit di seberang Stasiun Gambir. Setiap hari ia buka mulai dari jam 6 pagi dan tutup jika buburnya habis. Tidak perlu sampai sehari penuh, pada sekitar pukul 11 siang, ia sudah bersiap-siap pulang. Dalam sehari ia bisa menjual sekitar 100 porsi bubur ayam.

Modal usaha bubur ayam yang terjangkau juga membuat usaha ini cocok dijalankan dengan modal kecil. Asalkan memiliki kemampuan menghasilkan bubur dengan cita rasa yang enak, maka bisa dipastikan usaha bubur akan bertahan lama. Rasa yang enak dan harga yang murah membuat usaha ini bisa mendatangkan keuntungan yang besar.

Artikel Menarik Lainnya : Berapa Modal Usaha Pecel Lele Yang Ideal Untuk Pemula?

Persaingan Ketat di Usaha Bubur Ayam

Walaupun bisa dibilang peluang usaha bubur ayam itu bagus namun persaingannya juga sangat ketat. Sebagai contoh, di satu ruas jalan saja bisa dijumpai dua sampai tiga penjual bubur ayam. Meskipun memang jarak antara penjual satu dan yang lainnya berjauhan. Namun tetap saja, persaingannya ketat. Hal ini tentu harus menjadi pertimbangan bagi yang baru akan memulai usaha.

Modal usaha bubur ayam sendiri tidaklah terlalu besar. Apalagi jika yang dipilih adalah berjualan secara mangkal dengan gerobak. Berbeda halnya jika berjualan di sebuah kios yang tentunya lebih mahal walaupun dari segi prestige akan terlihat lebih profesional. Jangan salah, walaupun bermodal kecil dan ketat persaingannya, usaha ini mampu mendatangkan rupiah yang tidak sedikit.

Untuk bisa bertahan di tengah ketatnya persaingan usaha bubur ayam memang perlu kegigihan. Cita rasa dari bubur dan pelengkapnya harus terus dijaga agar pelanggan tetap setia. Biasanya, setiap penjual bubur ayam mempunyai pelanggan setianya masing-masing. Selama rasa dari bubur enak, selain itu juga bersih dalam penyajiannya, pasti bisa memenangkan persaingan.

Namun, karena memang populasi pedagang bubur ayam yang sangat padat, sulit untuk bisa meraup pelanggan lebih dari yang didapatkan setiap harinya. Ini karena biasanya pembeli bubur adalah masyarakat di sekitar tempat jualan. Kalaupun memutuskan untuk bergabung dengan layanan pesan antar macam GoFood atau GrabFood, peningkatan pendapatan tidak terlalu signifikan.

Artikel Menarik Lainnya : Berapa Modal Usaha Nasi Goreng? Simak Ulasan Selengkapnya

Kisaran Modal Usaha Bubur Ayam

Banyak orang tergiur untuk menjalankan usaha ini setelah mengetahui potensi keuntungan yang bisa didapatkan. Namun, berapa sebenarnya modal usaha bubur ayam? Berikut ini adalah kisaran modal yang diperlukan, dengan catatan ini hanya perkiraan. Harga sebenarnya bisa berubah-ubah tergantung pasaran.

1. Modal Investasi

Membuka sebuah usaha tentu perlu investasi. Investasi adalah segala pembelian yang dilakukan di awal usaha untuk memulai usaha itu sendiri. Biasanya digunakan untuk membeli barang modal, dalam kasus ini adalah seperti gerobak, kompor, panci, dan juga peralatan memasak.

Perkiraannya adalah sebagai berikut:

Gerobak : Rp2.500.000
Tenda : Rp250.000
Kompor dan tabung gas : Rp200.000
Panci bubur besar : Rp200.000
Mangkuk, gelas, sendok dan kaleng kerupuk : Rp100.000
Ember dan serbet : Rp50.000
Total modal investasi : Rp3.800.000

2. Biaya Operasional

Modal usaha bubur ayam tidak hanya biaya investasi saja namun ada juga biaya operasional. Biaya operasional adalah segala pembelian yang dilakukan untuk menjalankan penjualan. Artinya, pembelian bahan baku, pembayaran listrik, sewa, dan juga gaji karyawan termasuk di dalam biaya operasional ini. Kisarannya untuk usaha bubur ayam dalam sebulan adalah sebagai berikut:

Beras 5kg x 10.000 x 30 hari : Rp1.500.000
Ayam 2kg X 40,000 x 30 hari : Rp2.400.000
Bumbu dan pelengkap @ 50,000 x 30 hari  : Rp1.500.000
Kotak pembungkus bubur 20 buah x 500 x 30 hari : Rp300.000
Total Biaya Operasional : Rp5. 700.000

3. Perkiraan Pendapatan Setiap Bulan

Normalnya, penjual bubur ayam bisa menjual sedikitnya 40 - 50 porsi sehari. Kita asumsikan perhitungan ini dengan perkiraan penjualan sebanyak 40 porsi sehari. Berikut adalah perhitungan pendapatan dari penjualan bubur ayam serta sate hati dan telur puyuh:

40 porsi x 10.000 x 30 hari : Rp12.000.000
30 tusuk x  3.000 x 30 hari : Rp2.700.000
Total Pendapatan : Rp14.700.000

Adapun perhitungan keuntungannya adalah total pendapatan per bulan dikurangi biaya operasional : Rp14.700.000 – Rp5.700.000 = Rp9.000.000.

Dari perhitungan diatas, maka bisa dilihat bahwa dengan modal awal sekitar 3 – 5 juta seseorang sudah bisa membuka kedai atau lapak bubur ayam. Keuntungan yang didapat jika penjualan konstan atau kurang lebih sama, maka sekitar 9 jutaan per bulan. Tentu ini angka yang lumayan untuk sebuah usaha.

Analisa Modal Usaha Bubur Ayam & Peluang Jualan di Jakarta
Tukang bubur ayam gaul. 😁

Kiat Agar Usaha Bubur Ayam Laris Manis

Pemilihan lokasi usaha memegang peranan penting dalam usaha ini. Selain tentunya juga rasa yang dimiliki harus enak. Kunci sukses dari usaha ini adalah membuka usaha di tempat yang dekat dengan perkantoran, universitas atau sekolah. Menjual dengan sistem keliling di perumahan juga terbukti efektif walaupun effort yang dikeluarkan lebih besar.

Selain itu, pemilihan waktu jualan juga menentukan laris tidaknya. Seperti telah dikatakan di atas bahwa bubur ayam adalah menu sarapan, maka usahakan lapak sudah dibuka dari pagi. Minimal jam 6 pagi lapak harus sudah siap. Sama halnya jika memutuskan untuk berjualan dengan berkeliling, usahakan memulainya dari pagi agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat perumahan.

Artikel Menarik Lainnya : Franchise Warteg Kini Lagi Trending, Anda Tertarik Mencoba?

Promosi untuk usaha ini tidaklah sulit, karena dengan promosi mulut ke mulut saja usaha ini sudah bisa berjalan. Namun jika ingin menambahkan promosi melalui media sosial atau bergabung dengan layanan pesan antar, hal itu sah-sah saja. Selama bisa pelayanan tetap prima maka penjualan dipastikan konstan atau malah meningkat.

Pelayanan adalah juga hal utama yang bisa menjamin kelangsungan usaha ini. Usahakan untuk ramah dan sopan dalam melayani pembelian. Apalagi jika usaha berada di dekat perkantoran, biasanya orang-orang yang sama yang akan membeli bubur. Jadi usahakan untuk berusaha mengenal dan menyapa. Dengan begitu, pembeli akan merasa senang karena dikenal dan akan membeli lagi.

Modal usaha bubur ayam memang bisa dikatakan ada di level kecil sampai sedang. Sebelum membuka usaha, pelajari dulu bagaimana cara menghasilkan bubur ayam yang lezat. Hal ini penting agar usaha bisa bertahan lama dan bisa menarik pelanggan setia dalam jumlah banyak.

Semoga bermanfaat.
Yunita
Yunita Saya seorang ibu rumah tangga yang gemar menulis.

Post a Comment for "Analisa Modal Usaha Bubur Ayam & Peluang Jualan di Jakarta "