Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Menentukan Harga Grosir dan Eceran Dalam Sebuah Bisnis


Menentukan harga jual sebuah produk merupakan salah satu kunci kesuksesan dan keuntungan sebuah bisnis. Pengusaha tentunya ingin mendapatkan profit yang maksimal, namun jika memasang harga jual yang terlalu mahal akan membuat pelanggan berpaling dan mencari yang lebih murah. 

Oleh karena itu, para pengusaha harus bisa mengetahui cara menentukan harga grosir dan eceran untuk setiap produknya.

Saat ini, tidak sedikit masyarakat yang suka berbelanja dengan sistem grosir. Selain lebih hemat, jumlah yang bisa didapatkan pun akan sebanding. 

Dulunya, sistem ini hanya digunakan oleh masyarakat yang memiliki usaha seperti warung atau kafe. Namun, dengan adanya pandemic saat ini dan meningkatnya kebutuhan, sistem grosir menjadi lebih menguntungkan.

Namun, masih ada juga orang yang cenderung berbelanja secara satuan saja. Selain tidak perlu takut basi atau memakan tempat, membeli dalam jumlah satuan tidak menghabiskan biaya yang banyak dalam satu waktu. Jadi, mana yang lebih tergantung dari kebutuhan dan produk yang dibeli.

Cara Menghitung Harga Grosir & Eceran

Agar tidak sampai salah planning dan rugi, maka pastikan untuk mengetahui cara menentukan harga grosir dan eceran masing-masing produk dengan benar. 

Jika memutuskan untuk menjual produk dengan sistem grosiran, maka pastikan jumlah minimal yang harus dibeli orang. Sebaliknya, bagi yang ingin menjual secara eceran, maka pastikan bahwa harga jualnya tidak sampai merugikan.

Untuk menghindari kesalahan dalam menentukan harga jual grosir maupun eceran, maka lakukan perhitungan dengan langkah-langkah berikut:

1. Menghitung Biaya Produksi

Sebelum menentukan margin dan harga jual yang diinginkan, pertama hitunglah biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan produk tersebut. Masukkan semua komponen biaya yang telah dikeluarkan mulai biaya transportasi, karyawan hingga operasional lainnya. Pastikan semua biaya sudah masuk agar tidak sampai rugi di kemudian hari.

Konsep yang sama pun berlaku untuk produk yang produksi sendiri. Masukkan biaya bahan baku, karyawan hingga operasional untuk menghasilkan produk tersebut. Lalu tentukan harga atau biaya produksinya untuk jumlah tertentu.

Untuk bisa mendapatkan harga biaya produksi yang termurah, maka pastikan untuk memilih supplier hingga distributor yang termurah. Khusus bagi yang ingin menjalankan bisnis grosiran, maka pastikan untuk membeli produknya dengan sistem yang sama juga. Dengan begitu, baik penjual dan pembeli bisa mendapatkan harga yang sama-sama murah.

Perlu diketahui bahwa harga beli awal dan biaya transportasi sangat menentukan keuntungan serta nilai jualnya nanti. Jadi, usahakan untuk mencari supplier yang terbaik baik dari segi kualitas dan harga.

2. Menentukan Margin

Jika sudah bisa mendapatkan harga pokok produksi, maka saatnya menentukan margin yang diinginkan dari setiap produk. 

Pada umumnya, margin yang ditetapkan untuk produk eceran akan lebih besar dibandingkan dengan barang grosiran. Contohnya, untuk produk yang eceran, margin yang ditetapkan bisa mencapai 40 sedangkan untuk sistem grosiran hanya 30%.

Jika melihat dari angka saja, menjual dengan sistem eceran memang lebih menguntungkan. Namun, waktu untuk mendapatkannya tentu lebih lama karena barang yang dijual dilakukan per satuan. 

Sedangkan untuk sistem grosir meskipun margin yang didapatkan lebih sedikit, namun penjualannya lebih cepat sehingga perputaran barangnya pun akan mengikutinya.

Info Menarik Lainnya : Cara Menghitung Laba Kotor, Pengertian, dan Manfaatnya

3. Menghitung Break Even Point (BEP)

Dengan menghitung biaya pokok produksi serta margin yang diinginkan, para pengusaha sebenarnya sudah bisa mendapatkan harga jual untuk masing-masing sistem. Namun, agar lebih tepat lagi, jangan lupa untuk menghitung BEP juga. 

BEP sendiri adalah titik impas, dimana pemasukan suatu usaha sama dengan pengeluarannya. Jadi, usaha tersebut tidak rugi maupun mendapatkan keuntungan.

Perhitungan BEP ini penting karena akan menentukan kapan sebuah usaha bisa mendapatkan keuntungan maksimal. Salah satu komponen penting yang menentukan BEP sebuah usaha adalah harga jualnya hingga target penjualannya.

Selanjutnya, cobalah menghitung BEP per unit setelah mengetahui semua biaya tetap usaha, variable, hingga harga jual (yang sudah termasuk margin).  Rumus untuk menghitung BEP per unit adalah dengan membagi biaya tetap dengan harga per unit dikurangi dengan yang variabel.

4. Lakukan Perbandingan Dengan Harga Pasar

Setelah mengetahui cara menentukan harga grosir dan eceran, serta menghitung BEP, saatnya melakukan survey pasar. 

Pastikan harga jual yang telah ditetapkan tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan bisnis lainnya. Jika memang harga jualnya lebih mahal, maka pastikan kelebihannya. Jangan sampai harga jualnya lebih mahal namun tidak ada kelebihannya karena hal ini hanya akan membuat pelanggan berpaling.

Jadi, sebelum memasang harga jual produk, pastikan untuk membandingkannya dengan beberapa saingan lainnya. Jangan hanya ke satu pesaing, namun ke beberapa bisnis sekaligus agar bisa mendapatkan perbandingan. Selain itu, bandingkan harga eceran dan grosiran yang telah ditetapkan.

Info Menarik Lainnya : Cara Menghitung Margin Laba Bersih (Untung atau Rugi)

Manakah yang Lebih Menguntungkan?

Dengan mengetahui cara menentukan harga grosir dan eceran, para pengusaha bisa mulai menjual produknya ke pasaran. Namun, salah satu pertanyaan yang masih sering ditanyakan adalah jenis usaha mana yang lebih menguntungkan?

Sebenarnya usaha grosir maupun eceran sama-sama menguntungkan jika dijalankan dengan benar. 

Apabila hanya dilihat dari margin keuntungannya per satu kali jualan, sistem eceran memang lebih menguntungkan. Namun, perlu diingat bahwa untuk bisa mendapatkan keuntungan maksimal, para pemilik usaha harus bisa menjual semua produknya secara ecer.

Sebaliknya, jika menggunakan sistem grosiran, keuntungan yang didapatkan memang tidak sebesar eceran. Namun, perputaran barang beserta uangnya pun lebih cepat karena jumlah yang terjual lebih banyak dalam satu waktu. Jadi, hal ini bisa jadi lebih menguntungkan dibandingkan dengan sistem eceran.

Untuk modalnya, usaha eceran tidak membutuhkan modal yang besar karena jumlah produknya tidak sebanyak bisnis grosiran. Sehingga tempat yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis tersebut juga tidak perlu yang besar. Namun sebaliknya, untuk usaha grosiran, moda serta tempat yang dibutuhkan tentunya lebih besar.

Jadi, untuk pertanyaan diatas, kedua jenis usaha sama menguntungkannya. Namun, bagi yang memiliki modal besar dan ingin balik modal lebih cepat, maka sistem grosir memang menjanjikan. 

Sedangkan bagi yang memiliki modal sedikit namun berpotensi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak maka cobalah sistem eceran.

Namun, tidak ada salahnya untuk menerapkan sistem eceran maupun grosiran di satu tempat. 

Untuk bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal, pastikan memasang harga jual yang tepat dan menguntungkan. Dengan begitu, penjual bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal. Jika memang ingin memasang lebih mahal, maka pastikan ada kelebihannya dibandingkan dengan tempat yang lain.

Info Menarik Lainnya : Simak! Cara Menghitung Keuntungan Warung yang Tepat

Kesimpulan

Ada banyak biaya yang menentukan harga jual eceran maupun grosiran. Sebelum menghitung harga jualnya, maka pastikan menghitung biaya produksi dengan benar. Selain itu, tentukan nilai margin yang diinginkan.

Agar tidak sampai salah dan merugi di kemudian hari, ketahui lebih dulu cara menentukan harga grosir dan eceran yang benar. Jangan lupa juga untuk melakukan survey harga dengan yang ada di pasaran. Dengan begitu, para pemilik usaha bisa mengetahui apakah harga jualnya terlalu mahal atau tidak.

Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk Anda semua.

Post a Comment for "Cara Menentukan Harga Grosir dan Eceran Dalam Sebuah Bisnis"