Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML Atas

5 Cara Agar Usaha Bertahan Di Masa Krisis (Pandemi)

Cara Agar Usaha Bertahan Di Masa Krisis - Artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi. Sudah hampir 2 tahun pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Saya masih ingat wabah ini bermula dari beberapa orang yang terinfeksi virus Corona di kawasan Depok Jawa barat.

Virus itu menyebar begitu cepat. Hanya selang waktu 3 bulan kemudian virus itu telah menyebar di wilayah Jakarta dan sekitarnya, bahkan ke seluruh Indonesia.

Kepanikan luar biasa mulai terlihat dimana-mana. Banyak orang yang memborong bahan makanan pokok demi untuk mengantisipasi kemungkinan perkembangan terburuk.

Saat itu jenis usaha yang laku keras adalah toko sembako dan minimarket. Juga mulai muncul pedagang masker dadakan yang berusaha mengambil keuntungan di masa sulit tersebut. Harga masker tiba-tiba melonjak setinggi langit dan stok barangnya mendadak jadi langka di pasaran.

Di sisi lain, usaha saya justru mulai menunjukkan tanda-tanda stagnan. Omset toko mainan saya terus merosot dari hari ke hari. Saat 3 bulan pertama wabah Corona itu, pendapatan toko mainan saya mulai anjlok hingga 40%.

Saat Itulah Saya Mulai Memikirkan Cara Agar Usaha Bertahan Di Masa Krisis (Pandemi)

Sebenarnya wajar jika omset toko mainan saya mengalami kemerosotan saat awal pandemi tersebut. Logikanya, di saat kondisi yang sangat panik itu mana ada lagi sih orang yang kepikiran untuk beli mainan? 

Ketika itu prioritas utama setiap orang adalah bagaimana caranya agar bisa menyiapkan bekal untuk bertahan hidup. Dan menyimpan uang yang tersisa untuk menghadapi pandemi yang belum tahu kapan akan selesainya.

Puncaknya adalah saat diberlakukan PSBB tahap pertama, kedua, dan ketiga. Saat itulah titik paling nadir pada usaha saya. 

Saat itu hampir tidak ada orang (bahkan mobil) yang lewat di jalanan depan toko saya. Kalau pun ada, hanya terlihat satu-satu saja mobil yang melintas.


5 Cara Agar Usaha Bertahan Di Masa Krisis (Pandemi)
Momen jalanan lengang saat itu yang sempat saya abadikan.


Setiap orang merasa takut untuk keluar saat itu. Karena begitu massifnya berita-berita yang beredar di situs media cetak, online danTV, sehingga orang-orang hanya mau keluar rumah bila ada keperluan mendesak saja.

Keadaan jadi makin parah karena ada kebijakan dari pemerintah setempat, yaitu setiap tempat usaha di wilayah saya hanya boleh buka sampai pukul 19.00 malam saja. Makin lengkap lah sudah penderitaan saya ketika itu wkwkwk 😂

Bayangkan saja! Pernah toko saya hanya laku 2-3 pcs mainan saja ketika itu (omset sekitar 100 ribu rupiah)

Kalau dibandingkan dengan pendapatan rata-rata perhari (di hari normal), maka penurunan omset sekitar 20 kali lipatnya.


5 Cara Agar Usaha Bertahan Di Masa Krisis (Pandemi)
Salah satu status curhatan saya di Facebook ketika itu.


Namun walau bagaimanapun saya tetap merasa bersyukur. Karena ketika itu saya masih bisa berjualan dari pagi hingga sehabis magrib. Kondisi saya masih lebih baik daripada pelaku usaha ditempat lain yang tidak boleh membuka usahanya sama sekali. 

Keadaan mulai sedikit membaik ketika wabah pandemi Corona memasuki tahun pertama. 

Saat itu istilah PSBB sudah dirubah menjadi PPKM. Peraturannya sudah sedikit agak longgar untuk pedagang dan pelaku usaha. Mereka sudah diperkenankan untuk membuka usahanya dengan syarat harus patuh menerapkan prokes dengan ketat.

Misalnya seperti rumah makan dan warteg hanya boleh melayani penjualan dengan cara dibungkus. 

Jadi tidak boleh makan ditempat. 

Setelah beberapa bulan kemudian, sudah mulai diperkenankan untuk makan ditempat, tapi waktunya dibatasi selama 20 menit saja.

Nah begitupun dengan toko mainan saya, saat memasuki tahap PPKM level 4, 3, dst sudah diperbolehkan buka toko hingga jam 9 malam. 

Alhamdulillah omset toko saya pun sudah mulai membaik di saat itu. Dari yang tadinya hampir benar-benar nihil saat pandemi awal, kini omset mulai membaik hingga 70%

Ada beberapa faktor yang membuat omset toko mainan saya mulai membaik. Diantaranya karena orang sudah terbiasa dan tidak terlalu takut lagi dengan wabah Corona. Bahkan saya lihat sekarang ini masyarakat sudah cenderung abai dan cuek. 

Banyak diantara mereka yang sudah tidak merasa takut lagi berinteraksi secara langsung dengan orang lain. Bahkan sering sekali saya lihat di beberapa momen, orang sudah biasa saja berkerumun dan berkumpul.

Saya memilih berprasangka baik saja, mungkin mereka bersikap begitu karena sudah di vaksin semuanya, sehingga sudah tidak merasa takut lagi untuk berinteraksi dengan orang lain.

Terlepas dari pro kontra yang ada dari sikap mereka itu, yang jelas kini pengunjung toko mainan saya sudah mulai berangsur-angsur ramai kembali.

Semua yang saya jelaskan diatas adalah faktor eksternal, yaitu faktor yang terjadi di luar toko saya. 

Nah ada faktor internal yang tak kalah penting memberi pengaruh terhadap toko saya.

Apa itu?

Simak terus artikelnya sampai tuntas ya! 😉

Tentu saja selama ini saya tidak mau pasrah dan berdiam diri begitu saja menerima keadaan yang ada. 

Sejak dimasa awal Corona menghantam Indonesia, saya sudah berfikir keras bagaimana caranya agar bisa bertahan. Namun sampai akhir tahun 2020, saya belum bisa berbuat banyak. Karena kondisi saat itu sudah sedemikian parahnya, sehingga saya hanya bisa bertahan dengan cara tetap buka toko setiap hari. 

Intinya yang penting saya tetap buka toko walau hanya laku beberapa biji mainan saja per harinya.

Nah memasuki tahun pertama pandemi di Indonesia (bulan maret 2021), saya mulai melakukan beberapa upaya agar toko mainan saya bisa kembali ramai pembeli.

Upaya itu diantaranya:

Cara Agar Usaha Bertahan Di Masa Krisis Yang Pertama==>> Melakukan perombakan total pada desain dan tata letak toko saya. 

Salah satu perubahan besar yang saya lakukan yaitu memindahkan etalase kaca yang berisi boneka. Tadinya etalase itu letaknya persis ditengah ruangan toko saya, nah kini posisinya saya pindahkan ke belakang.

Apa efeknya?

Efek yang paling jelas terlihat yaitu ruang toko saya kini jadi lebih lega dari sebelumnya. Selain itu, tentu pemindahan tata letak itu akan menimbulkan suasana baru bagi pengunjung. Intinya tampilan toko saya kini jadi lebih fresh dan lebih enak dipandang.

Cara Agar Usaha Bertahan Di Masa Krisis (Pandemi) Yang Kedua==>>Melakukan strategi promosi yang lebih gencar dari sebelumnya. 

Jadi agar bisa kembali menarik minat pembeli untuk berkunjung, maka saya sengaja melakukan promo harga super murah pada jenis produk tertentu.

Produk yang saya pilih untuk alat promosi adalah jenis mainan populer yang hampir semua orang sudah tahu harga pasarannya. 

Nah saya menuliskan harga miring diskon hingga 50% pada produk tersebut. Jadi saya memang sengaja mengambil keuntungan sangat kecil sekali, karena target utama saya adalah memancing pembeli agar mau datang berbelanja mainan.

Dan terbukti trik saya itu cukup ampuh. Sejak saya terapkan teknik promosi itu beberapa bulan yang lalu, hingga kini mulai banyak orang yang kembali datang berbelanja ke toko mainan saya.

Cara Agar Usaha Bertahan Di Masa Krisis (Pandemi) Yang Ketiga==>> Tetap melengkapi toko dengan jenis mainan terbaru.

Jadi walaupun kondisi masih dalam suasana pandemi, kita harus tetap berbelanja barang mainan dengan stok baru. Tujuannya agar toko kita tetap terlihat semarak dengan produk yang up to date. Sehingga tetap dapat menarik minat pembeli untuk berkunjung dan berbelanja mainan.

Cara Yang Keempat==>> Mengobral murah stok mainan sisa gudang atau mainan yang sudah dipajang ditoko namun tidak juga kunjung laku terjual dalam waktu lama.


5 Cara Agar Usaha Bertahan Di Masa Krisis (Pandemi)
Beberapa jenis mainan yang saya obral murah.


Hal ini perlu dilakukan agar kita bisa menjual habis produk lama itu dalam waktu cepat. Kemudian uang hasil penjualannya bisa kita gunakan untuk membeli stok mainan terbaru yang lebih laku terjual. 

Biasanya produk lama yang gak laku-laku itu saya obral murah hampir seharga modal. 

Misalnya ada mainan robot-robotan (yang sudah habis masa musimnya) modal 50.000, maka saya jual seharga 60.000 saja.  

Dan biasanya mainan robot itu akan habis terjual dalam waktu singkat. Karena 60 ribu itu termasuk harga miring, sebab harga normalnya sekitarnya 90 atau 80 ribuan rupiah.




Jadi sebaiknya semua stok lama dijual murah aja. Yah daripada 'barang mati' itu kehadirannya cuma bikin sempit ruang toko kita. Iya 'kan? 😁

Dan Cara Yang Kelima==>>Berusaha agar semakin ramah ke setiap pengunjung dan pembeli serta selalu memberikan pelayanan terbaik kepada mereka.

Bagian terakhir ini seharusnya bisa diterapkan sepanjang masa, jadi bukan hanya diterapkan dimasa sulit (krisis) saja. Sebab kunci kesuksesan usaha di manapun adalah karena adanya kepuasan yang didapatkan oleh setiap pelanggan kita. 

Siapa saja yang mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan setianya, maka insya Allah usahanya akan mampu bertahan di situasi sesulit apapun. 

Demikian sharing yang dapat saya bagikan pada artikel kali ini. Semoga pandemi Corona ini cepat berlalu dan mudah-mudahan usaha kita semua bisa segera bangkit 100% seperti semula lagi. 

Aammiin.

Post a Comment for "5 Cara Agar Usaha Bertahan Di Masa Krisis (Pandemi)"