Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML Atas

Cara Mengajukan Bantuan Modal Usaha ke Baznas (Untuk Pengusaha Kecil)


Bagi yang berencana untuk membuka sebuah usaha mikro, namun kesulitan dalam mencari modal, maka cobalah mengajukan bantuan modal ke Baznas. Cara mengajukan bantuan modal usaha ke Baznas pun bisa dilakukan oleh semua pelaku usaha asalkan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. 

Selain itu, para pelaku harus mau menepati perjanjian yang telah disepakati bersama.

Lalu seperti apa perincian detail tentang cara mengajukan bantuan modal usaha ke Baznas itu?

Yuk ikuti ulasannya hingga tuntas! 

Apa Itu Baznas?

Baznas sendiri merupakan sebuah lembaga yang mengelola zakat secara nasional, yang dananya digunakan untuk membantu masyarakat Indonesia. 

Salah satu bentuk bantuannya adalah dengan memberikan bantuan modal kepada pelaku usaha berskala kecil hingga menengah. Bahkan, pada masa pandemic ini, Baznas menghimpun dana yang lebih besar untuk membantu para pelaku usaha yang kesulitan dalam menjalankan usahanya.

Langkah-langkah Mengajukan Bantuan Modal Usaha

Bagi yang tertarik untuk mendapatkan bantuan, maka pelajari terlebih dahulu cara mengajukan bantuan modal usaha ke Baznas  mulai dari persyaratannya hingga prosesnya. 

Perlu diketahui bahwa dengan dana yang terbatas, maka Baznas hanya memberikan alokasi untuk tujuh orang pengusaha di setiap kecamatan. 

Untuk bisa mendapatkan bantuan dari Baznas, berikut adalah beberapa proses dan persyaratan yang harus dipenuhi:

1. Menghubungi Petugas Baznas Setempat

Sebelum menyiapkan segala persyaratan yang dibutuhkan, ada baiknya para pelaku usaha menghubungi atau mendatangi kantor Baznas terdekat. Hal ini untuk memastikan periode program selanjutnya dan besaran bantuan yang akan diberikan. 

Selain itu, para pendaftar bisa mengetahui cara mengajukan bantuan modal usaha ke Baznas yang terbaru. Dengan begitu, para pelaku usaha bisa mempersiapkan diri dengan baik agar bisa mendapatkan bantuan tersebut.

2. Menyiapkan Proposal Mengenai Usaha yang Sedang/ Akan Dijalankan

Bagi yang ingin mendapatkan bantuan modal dari Baznas, maka hal pertama yang perlu dikumpulkan adalah proposal mengenai usaha yang sedang dijalankan. Berikan penjelasan singkat mengenai latar belakang berdirinya usaha tersebut dan kondisi pasar saat ini. 

Jangan lupa untuk menyertakan foto-foto usaha pada saat awal berdiri hingga kondisi terkini.

Dengan proposal usaha, Baznas bisa mendapatkan gambaran mengenai usaha yang akan mereka berikan bantuan. 

Semakin jelas dan detail proposalnya, maka akan semakin bagus. Namun, jika kesulitan dalam membuat proposal usaha, maka berikan gambaran usaha secara umum saja.

Info Menarik Lainnya : 5 Kelebihan Menabung di Bank Syariah

3. Menginformasikan Anggaran Biaya

Selain membuat proposal usaha, cara mengajukan bantuan modal usaha ke Baznas adalah menyertakan rincian anggaran biaya yang dibutuhkan dan akan dihasilkan oleh usaha. 

Jadi, seperti membuat bisnis plan, buatlah rincian anggaran yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha tersebut, pendapatannya hingga keuntungan atau kerugian yang akan dialami.

Nantinya, pelaku usaha bisa mengetahui modal total yang dibutuhkan. 

Jika memang para pelaku usaha memiliki modal tersendiri, jangan lupa untuk disertakan juga dalam rincian anggarannya juga. Dengan begitu, pelaku usaha maupun Baznas bisa mengetahui kekurangan modal yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha tersebut.

4. Membuat Surat Pernyataan

Sebagai lembaga yang berjalan sesuai Syariah Islam, tentunya Bazarnas tidak akan setuju jika ada pelaku usaha yang menjalankan riba. Untuk memastikan hal ini, maka salah satu persyaratan agar bisa mendapatkan bantuan adalah membuat pernyataan bahwa usaha tersebut tidak menjalankan riba. 

Jika ketahuan menggunakan riba, maka bantuan akan diberhentikan.

Surat lain yang menjadi persyaratan bantuan modal adalah surat keterangan usaha dan bantuan modal usaha. Kedua surat ini dapat dibuat sendiri dengan format tersendiri. Dalam surat permohonan bantuan modal jangan lupa untuk menyertakan besaran modal yang dibutuhkan.

Info Menarik Lainnya : 10 Tips Investasi Aman Dimasa Pandemi Covid19

5. Mengumpulkan Semua Persyaratan Ke Kantor Baznas

Sebelum mengumpulkan semua dokumen diatas, jangan lupa memasukkan juga fotokopi kartu keluarga dan KTP yang telah diverifikasi oleh RT setempat. Jika semua persyaratan diatas telah terkumpul, maka saatnya mengumpulkan seluruh dokumen tersebut ke kantor Baznas. 

Pengumpulan bisa dilakukan melalui pos atau secara langsung. Namun jika ingin lebih aman dan pasti sampai, ada baiknya untuk datang langsung ke kantor Baznas.

Sebelum mengumpulkan seluruh dokumen yang dibutuhkan, ada baiknya para pelaku usaha mengecek kembali seluruh persyaratan yang dibutuhkan. 

Hanya pendaftar yang dokumennya lengkap sesuai persyaratan yang akan diproses. Jadi jangan sampai seluruh usaha terbuang sia-sia karena ada persyaratan yang tidak lengkap.

6. Mengikuti Proses Pengecekan & Verifikasi

Setelah batas pengumpulan, pihak Baznas akan melakukan proses pengecekan. Pada awal program, Baznas biasanya akan menginformasikan jenis usaha yang akan dibantu. Jadi hanya pelaku usaha yang menjalankan usaha dalam bidang tersebut yang akan diproses lebih lanjut. 

Jika semua dokumen sudah lengkap, maka proses selanjutnya adalah verifikasi dan validasi data.

Proses selanjutnya ini biasanya akan dilakukan secara langsung oleh para petugas. Jadi tim Baznas akan datang ke tempat usaha dan melihat kondisinya. 

Untuk usaha yang belum berjalan, biasanya petugas akan tetap turun ke lapangan untuk melihat kondisi tempat usaha akan dijalankan serta meminta penjelasan dari sang pendaftar. Jika sudah sesuai, maka petugas tinggal memilih mana usaha yang layak untuk mendapatkan bantuan. Ini merupakan proses terlama dari seluruh proses pengajuan modal.

Info Menarik Lainnya : Pentingnya Brand, Bahaya Riba dan Rahasia Bisnis yang Tidak Akan Pernah Merugi (Belajar Dari Kebangkrutan Teh Sariwangi)

7. Membuat Persetujuan & Tanda Tangan Perjanjian

Bagi usaha yang mendapatkan modal bantuan akan diinformasikan melalui email serta surat. Selanjutnya, pihak Baznas akan memberikan kontrak kerja yang harus disetujui oleh kedua pihak. 

Jangan khawatir mengenai bentuk bantuan yang diberikan oleh Baznas, karena bentuknya tidak sama dengan peminjaman uang pada umumnya.

Nantinya, kedua pihak diharuskan menekan perjanjian yang telah disepakati bersama. Selanjutnya, pihak Baznas akan menyerahkan bantuan modal kepada usaha yang terpilih. Setelah diberikan, pelaku usaha bisa langsung menggunakan modal tersebut untuk menjalankan usaha.

8. Memberikan Laporan & Sumbangan

Selain tidak ada pengembalian uang ataupun pembayaran bunga, namun, usaha terpilih tetap diharapkan memberikan sumbangan kepada Baznas. Waktu dan jumlahnya pun tidak ditentukan karena semua kembali pada usaha tersebut.  

Jadi, jika usaha baru stabil dan bisa mendapatkan keuntungan pada bulan ke-8, maka sumbangan bisa diberikan pada saat tersebut.

Selain itu, pelaku usaha diharapkan memberikan laporan secara berkala kepada pihak Baznas. Hal ini untuk memastikan bahwa usaha tersebut bisa berjalan sesuai dengan rencana. Sebaliknya, jika mengalami kesulitan maka Baznas bisa membantu usaha tersebut dengan cara lain.

Selain memberikan bantuan dalam bentuk modal, Baznas juga memberikan bantuan kepada usaha mikro dalam bentuk pelatihan dan pendampingan. 

Pelatihan biasanya akan diberikan secara berkala untuk meningkatkan kemampuan dan ilmu para pelaku usaha. Tema pelatihan pun beragam, mulai dari cara meningkatkan omzet, penjualan hingga strategi pemasaran.

Jadi, bagi yang tertarik untuk mendapatkan bantuan modal, maka pastikan memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan diatas. 

Secara umum, cara mengajukan bantuan modal usaha ke Baznas sangat mudah dan simpel karena dokumennya pun bisa didapatkan dengan mudah. Jika semua sudah terkumpul, maka kirimkan seluruh dokumen ke kantor Baznas. 

Pastikan untuk mengirimkan seluruh persyaratan menjadi satu sebelum batasan waktu yang ditentukan.

Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk Anda semua.

Post a Comment for "Cara Mengajukan Bantuan Modal Usaha ke Baznas (Untuk Pengusaha Kecil)"