Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML Atas

Cara Menentukan Harga Jual Produk (Untuk Pebisnis Pemula)

Ketika terjun ke dunia bisnis dan memutuskan untuk menjual suatu produk, harga terkadang menjadi hal yang tricky. Kesalahan dalam menentukan harga bisa berakibat fatal pada kelangsungan bisnis. Pebisnis pemula harus mengetahui cara menentukan harga jual produk yang sesuai dengan produk itu sendiri.

Penentuan harga akan berpengaruh besar terhadap perolehan profit.

Lalu, bagaimana cara menentukan harga jual yang tepat untuk pebisnis pemula?


Cara Menentukan Harga Jual Produk (Untuk Pebisnis Pemula)
Ilustrasi. Foto by : Cinta Bisnis (Youtube).

 

Artikel kali ini akan membahas apa saja indikator-indikator yang digunakan dalam penentuan harga jual. Simak sampai tuntas yuk!

Pengertian Penentuan Harga Jual

Tidak terkecuali pebisnis pemula, pebisnis besar pun kadang mengalami kesulitan menentukan harga. Tidak jarang produk yang sudah dilempar ke pasar gagal jual karena harganya tidak sesuai. Sebenarnya, cara menentukan harga jual itu hampir sama di setiap jenis bisnis. Yaitu didasarkan pada HPP (Harga Pokok Penjualan) dan harga jual, permintaan, laba, dan persaingan.

Tetapi, setiap perusahaan memiliki perbedaan akan kesemua hal di atas. Kombinasi dari semua faktor yang telah disebutkan di atas akan menyesuaikan dengan tujuan perusahaan, pasar, dan sifat produk itu sendiri. Itulah mengapa setiap perusahaan akan memiliki formula dan strategi penetapan harga sendiri-sendiri.

Para ahli juga memiliki pendapatnya sendiri mengenai harga. Hansen & Mowen misalnya, mereka mengatakan bahwa harga jual produk merupakan jumlah moneter yang oleh suatu unit usaha dibebankan kepada konsumen terhadap produk yang sedang dijual.

Sedangkan Ronald J. Ebert dan Ricky W berpendapat kalau penetapan harga jual merupakan sebuah proses penentuan yang diterima oleh sebuah perusahaan dalam penjualan produk perusahaan tersebut. Perusahaan pun akan menggunakan berbagai cara dalam penetapan harga.

Tujuan ditetapkannya cara menentukan harga jual antara lain adalah untuk menjaga kualitas produk, penetrasi pasar dan mengutamakan penjualan, keuntungan maksimal, mempertahankan proses operasional dan juga menentukan ROI atau balik modal perusahaan.

Cara Menentukan Harga Jual

Berdasarkan informasi mengenai pengertian dan tujuan dari penetapan harga, pebisnis akan tahu bagaimana menentukan harga jual produknya. Berikut ini akan dijelaskan bagaimana sebenarnya cara menentukan harga jual hingga ke harga jual reseller.

1. Menetapkan Harga Berdasarkan Biaya

Cara menentukan harga bisa didasarkan pada biaya atau cost based pricing. Harga pada cara ini ditentukan dari semua biaya yang timbul atas produk. Semua ongkos produksi harus dimasukkan dan dihitung sebagai dasar penentuan harga.

Ongkos atau biaya produksi itu sendiri dibagi lagi ke dalam tiga golongan yaitu biaya material, biaya manpower, dan biaya lain-lain. Biaya material adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan bahan mentah serta peralatan produksi. Sedangkan biaya manpower adalah biaya untuk tenaga kerja baik karyawan internal maupun eksternal seperti customer service.

Yang terakhir adalah biaya lain-lain yang meliputi peralatan kantor, pemasaran, perbaikan, dan lainnya yang tidak ada kaitannya dengan proses produksi. Dari seluruh biaya ini, sebenarnya harga sudah bisa ditentukan dengan menambahkan laba yang diinginkan. Sehingga, rumus sederhananya adalah seperti ini :

Harga = Biaya produksi + Laba

Jika disimulasikan dengan sebuah contoh kasus adalah seperti ini:

Sebuah usaha pakaian memproduksi 20 pakaian dengan biaya produksi sebesar 1.000.000 dan biaya operasional sebesar 1.000.000. Keuntungan yang ingin diraih adalah sebesar 40%, maka harga jual per unitnya adalah :

2.000.000 + (40% x 2.000.000) = 2.800.000 (ini adalah harga jual untuk 20 pakaian). Maka, harga jual satuannya adalah 2.800.000/20 = 140.000/buah.

Harga ini bisa digunakan untuk menghitung BEP dimana BEP bisa digunakan sebagai patokan dalam menentukan strategi pemasaran maupun penjualan. Proyeksi angka penjualan akan menentukan angka BEPnya. Semakin tinggi proyeksi penjualan maka angka BEP semakin rendah.

Info Menarik Lainnya : 7 Cara Jualan Online Laris yang Jarang Diketahui Orang

2. Harga Ditetapkan Berdasarkan Pesaing

Mengamati pesaing sangat penting dalam menentukan strategi penetapan harga, pemasaran dan penjualan. Dalam menetapkan harga, hendaknya juga mengamati bagaimana pesaing menetapkan harga untuk produknya. Hal ini harus dilakukan terlebih lagi jika produk yang akan dijual sama atau sejenis.

Jika harga produk yang sama lebih murah atau mahal di pesaing, maka cari tahu sebabnya. Apakah karena itu karena kualitas materialnya? Atau karena kualitas pelayanan dan value dari produk? Semua ini harus diketahui jika ingin menetapkan harga berdasarkan harga dari pesaing.

Lalu bagaimana jika produk harganya lebih mahal daripada harga pesaing? 

Tentu saja tidak masalah. Produk yang lebih mahal bisa diimbangi dengan kualitas dan pelayanan yang lebih baik pula. Misalnya untuk produk pakaian, ada garansi penukaran setelah pembelian dengan syarat dan ketentuan tertentu. Atau misalnya menggunakan material yang kualitasnya lebih tinggi.

Selain itu, jangan takut menetapkan harga jual produk sedikit lebih tinggi dari pesaing. Ini justru salah satu strategi branding. Dengan harga yang lebih mahal, konten-konten promosi di media sosial bisa dibuat lebih eksklusif. Audience biasanya percaya pada konten eksklusif di media sosial seperti penggunaan foto produk yang terkonsep dan berkualitas.

Cara menetapkan harga jual berdasarkan pesaing sangat mudah dilakukan oleh pemula. Tetapi, sayangnya tidak ada formula yang pasti untuk cara ini. Yang paling mudah adalah menurunkan atau menaikkan sedikit saja dari harga pesaing atau harga pasar. Pilihlah mana yang paling efektif mendatangkan banyak pembeli.

Info Menarik Lainnya : Mau Rintis Bisnis Sendiri? Belajar Manajemen Bisnis Dulu Yuk

3. Menetapkan Harga Berdasarkan Metode Penjualan

Cara menjual produk nyatanya bisa digunakan untuk menentukan harga jual produk. Misalnya, produk yang dijual dalam partai besar atau grosir harganya harus lebih murah. Alasannya adalah karena produk langsung terjual dalam jumlah yang besar. Konsumen yang ingin mendapatkan harga lebih murah bisa memilih opsi grosir ini.

Selain itu, metode penjualan reseller juga bisa digunakan untuk menetapkan harga jual. Kepada reseller, harga produk harus lebih murah agar reseller punya ruang untuk mendapatkan laba dari selisih harga. Selisih harga ini tergantung pada kalkulasi pemilik produk. Harus tetap ada laba di sana walaupun lebih kecil.

Metode penjualan eceran tentu tidak bisa disamakan dengan grosir atau reseller. Pada metode eceran, harga jual pasti lebih tinggi dan keuntungan lebih besar. Namun, perlu waktu yang lama untuk meraih BEP atau untung. Jika ingin segera mendapat keuntungan, maka cobalah menjual dengan harga grosir. Artinya, berikan opsi pembelian partai besar atau sistem reseller.

Yang terpenting dari semua metode penjualan ini adalah produsen atau pemilik usaha telah mengetahui HPP-nya. Selain itu, buatlah proyeksi yang tepat dari harga per unit yang sudah diketahui untuk melihat kapan bisnis bisa mencapai BEP. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik BEP inilah yang dijadikan patokan kapan bisnis akan untung. Semakin cepat tentu semakin baik.

Itulah beberapa cara menentukan harga jual produk untuk para pebisnis pemula. Hati-hati dalam menentukan harga dan lakukan berdasarkan perhitungan yang tepat. Konsumen memang menyukai produk yang murah, namun ingat bahwa murah tidak selamanya menguntungkan. Harga yang baik adalah harga yang sesuai dengan target market suatu produk.

Info Menarik Lainnya : Perang Harga di Toko Online (dan Offline) Semakin Marak Terjadi (Adakah Solusinya?)

Semoga artikel singkat ini dapat bermanfaat untuk Anda semua.

Penulis by : Bang izal.

Post a Comment for "Cara Menentukan Harga Jual Produk (Untuk Pebisnis Pemula) "