Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

7 Cara Mengembangkan Usaha Depot Air Minum yang Tepat


Cara mengembangkan usaha depot air minum sering dikulik orang-orang yang berkecimpung di bisnis ini. Karena merupakan kebutuhan pokok manusia biasanya konsumen datang dengan sendirinya bahkan tanpa effort yang tinggi. Tapi tetap saja, namanya pengusaha, ingin agar jualannya laku lebih banyak. 

Atau bahkan membuka cabang baru.

Membesarkan sebuah usaha adalah langkah tepat menambah keuntungan. Namun perlu diingat, semakin besar bisnis, maka makin kompleks pula operasionalnya. Belum lagi tambahan resources dan biaya yang diperlukan. 

Lalu, seperti apa supaya depot air minum makin maju? 

Yuk baca dulu artikel ini supaya tahu trik-trik dan tantangannya.

Pahami dengan Benar Jenis Usaha

Jangan salah mengartikan depot dengan agen air minum. Sekilas tampak sama namun keduanya sangat berbeda. Depot pada bisnis ini merupakan tempat pengisian air minum isi ulang yang dilengkapi dengan instalasi penyulingan. Ada proses mengubah air mentah supaya bisa langsung diminum dan biasanya dikenal dengan proses osmosis atau RO.

Pemahaman ini tentu akan mempengaruhi terhadap bagaimana rencana pengembangan bisnis. Usaha ini jelas membutuhkan lokasi yang mendukung untuk pembuatan instalasi. 

Depot yang benar akan dilengkapi dengan pipa-pipa penyulingan terpasang rapi, sumber air bersih (sumur), alat sterilisasi dan juga pencucian galon. Semuanya harus memenuhi standar kebersihan, kesehatan, dan keamanan.

Namun kenyataannya banyak dijumpai depot-depot yang tampak kurang maksimal untuk urusan di atas. Alat untuk mencuci galon pun kadang sudah rusak atau tak memadai tapi tetap dipakai. 

Peralatan seadanya ini tentu saja untuk menekan cost. Saat ingin menjalankan usaha dengan benar serta mengembangkannya, maka sebaiknya lakukan dengan benar dari awal.

Bagaimana caranya? 

Tentu dengan memenuhi standar keamanan produk, dilengkapi dengan legalitas, serta rutin melakukan uji lab terhadap kualitas air. Jangan sampai ada kasus gangguan kesehatan akibat air yang tidak bersih. 

Walaupun investasinya sedikit lebih besar, namun manfaat jangka panjangnya sangat banyak.

Cara Mengembangkan Usaha Depot Air Minum Mudah

Bagi yang sudah menjalankan bisnis ini dan ingin membesarkannya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Perbaikan di segala lini terutama dari segi keuangan dan pemasaran harus diperhatikan. 

Berikut adalah cara-cara yang bisa dicoba:

1.  Perbaiki dan Tambah Layanan untuk Pelanggan

Pelayanan yang ramah harus tetap ada di depot saat melayani pembeli. Usahakan beri mereka service lengkap seperti membersihkan galon, mensterilkannya, kemudian tentu saja mengisi. 

Agar semakin memuaskan, lengkapi depot dengan layanan pesan antar melalui Whatsapp yang tentu saja harus direspon dengan cepat.

Orang akan lebih memilih memesan air dari rumah kemudian diantar daripada harus repot-repot datang ke depot. Supaya bisa melakukan pengantaran dalam jumlah banyak, ada baiknya menambah investasi untuk mobil bak atau motor angkut seperti keluaran VIAR. 

Jika perlu, tambah karyawan untuk melayani pelanggan.

2.  Jalin Kerjasama

Jangan puas dengan konsumen yang rutin datang atau dari pelanggan lama saja. Perluas cakupan pelayanan dengan menawarkan kerjasama supply air minum ke instansi-instansi. Perkantoran, restoran, kos-kosan, atau juga rumah sakit bisa dijadikan konsumen baru. Dari penambahan rekanan ini tentu pemasukan akan lebih besar lagi.

Agar calon partner percaya, buatlah proposal atau penawaran yang menarik dan terstruktur. Pastikan depot memiliki instalasi penyulingan air bersih yang benar, sudah melewati uji lab, dan ada sertifikat dari lembaga kesehatan atau yang berwenang lainnya. Legalitas ini bisa meningkatkan nilai jual penawaran di mata calon rekanan.

Info Menarik Lainnya : Berapa Modal Usaha Agen Minuman Kemasan? Berikut Rinciannya

3.  Kelola Laba dengan Benar

Setiap keuntungan yang diperoleh harus diinvestasikan supaya keuangan depot selalu sehat. Ada banyak cara mengelola margin, salah satunya dengan menginvestasikannya di pasar modal atau deposito. Dengan begini, pemilik usaha bisa mendapatkan income dari tempat lain. Apabila suatu saat depot butuh suntikan dana, maka bisa diambil dari laba yang disisihkan tadi.

Lakukan juga pencatatan keuangan. Apabila kurang menguasai soal akuntansi, sekarang ini sudah banyak software kasir yang dilengkapi dengan pembuatan laporan penjualannya. Carilah yang paling ekonomis biaya berlangganannya. Ini sangat membantu pemilik usaha ketika memantau kondisi keuangan.

4.  Lakukan Pemasaran Online

Sekarang ini semua jenis usaha sudah memanfaatkan internet untuk berkembang. Supaya lebih dikenal orang dan bisa menggaet lebih banyak konsumen, buatlah akun media sosial seperti Facebook untuk mempromosikan jualan. Sertakan nomor telepon yang bisa dihubungi untuk melakukan pemesanan.

Umumnya, depot air minum memberikan gratis sekali isi galon setelah 10 kali pembelian melalui kupon. Agar tak perlu lagi terus menerus mencetak kertas kupon, maka manfaatkan saja platform online. Misalnya, berdasarkan riwayat pemesanan melalui Whatsapp. Cara mengembangkan usaha depot air minum seperti ini tentu menarik dan membuat depot tampil beda.

Info Menarik Lainnya : Modal Jualan Es Buah Cuma 150 Ribuan? Ternyata Cukup Lho!

5.  Buka Cabang Baru

Yang satu cara mengembangkan usaha depot air minum ini tentu membutuhkan investasi yang besar tapi layak dicoba. Jika dirasa penjualan di outlet existing baik, maka saatnya menambah depot lagi. 

Usahakan untuk membangunnya di lokasi yang dekat dengan perumahan atau kawasan padat. Jalan raya/besar bukan lagi tempat strategis untuk usaha ini tapi justru yang dekat dengan tempat tinggal masyarakat.

Tapi ingat untuk melakukan pemantauan pada saat awal-awal pembukaan lokasi baru. Kemudian harus dilakukan perhitungan dan perencanaan yang benar. Ada baiknya menggunakan kontraktor ketika membangun instalasi penyulingan supaya bisa mendapat manfaat after sales service. Bentuknya bisa perbaikan serta pemeliharaan.

6.  Rutin Melakukan Uji Lab

Menjaga kualitas sangat penting pada usaha ini. Kesehatan harus ditempatkan pada posisi pertama. Maka dari itu, jangan sampai lupa menguji air yang akan diisikan ke galon-galon konsumen. 

Pastikan air tidak mengandung bahan-bahan berbahaya. Hanya laboratorium lah yang bisa mengeluarkan rekomendasi tentang kondisi produk.

Pengujian ini sendiri bisa memberikan rasa percaya diri bagi pemilik usaha. Pasalnya, usahanya dijalankan dengan benar dan mengedepankan prinsip-prinsip keamanan serta kesehatan. 

Kepercayaan diri menjual produk yang baik bisa membangun optimism apalagi bagi yang sedang mengembankan depotnya.

Info Menarik Lainnya : Peluang Usaha Minuman Unik Kekinian

7.  Hindari Hutang Konsumtif

Berhutang bukan untuk tujuan produktif bisa jadi petaka apalagi bagi pemilik usaha. Diperparah dengan pencatatan keuangan yang buruk, alih-alih berkembang depot malah bisa jadi tutup. 

Meminjam uang untuk membesarkan usaha boleh saja asalkan ke instansi yang tepat. Usahakan prosedur peminjaman benar agar terhindar dari kerugian di kemudian hari.

Sekarang ini, disaat kebutuhan semakin meningkat, daya beli masyarakat menurun akibat pandemi, menyebabkan penjualan ikut lesu. Cara pertama yang terbesit untuk menyambung hari-hari adalah dengan hutang. Padahal ini merupakan kesalahan bagi pelaku usaha kecil. Laba digunakan untuk membayar pinjaman hasilnya usaha tidak bisa berkembang.

Seharusnya, yang dilakukan adalah melakukan promosi supaya penjualan bisa meningkat. Perbaiki layanan dan jangan ragu menambah sedikit modal untuk keuntungan yang lebih besar. Misalnya dengan membeli mobil untuk mengantar air dan menambah karyawan.

Silahkan dicoba cara mengembangkan usaha depot air minum yang diulas diatas. Selain ketujuh trik diatas, tetap diperlukan sikap disiplin, persistence, tidak mudah menyerah, dan kreatif dalam menjalankan usaha. 

Membesarkan sebuah bisnis pasti memerlukan pengorbanan baik biaya maupun waktu. Tapi, kerja keras ini akan membuahkan hasil yang sangat besar.

Semoga bermanfaat.

Post a Comment for "7 Cara Mengembangkan Usaha Depot Air Minum yang Tepat"