Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Menghitung BEP Usaha dan Manfaatnya


Pemilik bisnis kecil hendaknya juga mengerti tentang perhitungan keuangan. Salah satunya yaitu tentang cara menghitung BEP usaha. Pengetahuan ini penting apalagi untuk perusahaan yang baru saja dirintis. Mereka perlu membuat proyeksi kapan titik impas balik modalnya, atau sering disebut Break Even Point.

Tidak dapat dipungkiri bahwa tak semua pelaku usaha memiliki pengetahuan yang baik tentang manajemen keuangan serta perhitungannya. Apalagi untuk skala kecil yang mana kadang mereka pun masih mencampur adukkan antara modal, pengeluaran, pendapatan, serta keuntungan. 

Artikel kali ini akan mengulas tentang cara menghitung BEP serta kegunaannya. 

Yuk simak hingga tuntas!

Manfaat Perhitungan Break Even Point

Seperti telah disinggung dalam pembukaan artikel bahwa ini merupakan titik dimana pengeluaran dan pemasukan seimbang, tidak terjadi rugi ataupun untung. Singkat kata, ini adalah saat dimana pengusaha berada dalam keadaan impas atau sering juga disebut balik modal.

Kegunaan paling umum dari perhitungan ini adalah sebagai bahan analisa berapa banyak barang yang perlu diproduksi supaya bisa impas. 

Atau, jumlah pendapatan yang diperlukan agar tercapai kembali modal. Nantinya, setelah tahu berapa lama bisa BEP, perusahaan akan dapat memprediksi kapan keuntungan itu mulai terjadi.

Manfaat lainnya adalah pemilik bisnis jadi tahu korelasi serta perubahan-perubahan yang terjadi pada penjualan, biaya, laba rugi, dan juga produksi. Pengetahuan ini nantinya digunakan untuk mengambil sejumlah kebijakan. 

Misalnya, bagi yang ingin segera meraih keuntungan maka umumnya BEP dipercepat. Caranya tentu dengan memproduksi dan menjual lebih banyak.

Perusahaan bisa mengambil keputusan soal berapa jumlah produk yang harus dijual setiap hari atau bulannya dengan mengetahui estimasi kapan akan impas. Dari sini tentu forecast soal margin juga bisa diketahui. 

Itulah kegunaan menghitung BEP, yaitu membantu para manajer atau pimpinan menentukan kebijakannya.

Hal yang perlu diketahui bahwa perhitungan break even point biasanya didasarkan pada asumsi dasar antara lain yaitu:

  • Perubahan volume menjadi satu-satunya penyebab perubahan biaya.
  • Ada penggolongan biaya ke pengeluaran tetap dan variabel.
  • Pendapatan dan beban berada dalam satu garis lurus pada semua area volume yang relevan.
  • Tidak ada perubahan pada persediaan.
  • Gabungan produk yang termasuk dalam penjualan juga tak berubah dan merupakan variasi pembentuk total sales.

Berdasarkan asumsi dasar ini, jika ada perubahan pada salah satunya, maka posisi BEP juga ikut berubah. Artinya waktu kapan mengalami impas bisa saja bergeser sehingga perolehan keuntungan bakal terpengaruh juga. Bisa lebih cepat atau makin lambat.

Info Menarik Lainnya : Cara Manajemen Karyawan untuk Usaha Kecil, Simak Yuk!

Cara Menghitung BEP Usaha

Sedikitnya ada tiga komponen penyusun yang nantinya digunakan sebagai dasar perhitungan. Setiap perusahaan yang sudah memenuhi semua asumsi ini bisa melakukan perhitungan Break Even Point.

Komponen itu Antara lain adalah:

Fixed cost : pengeluaran yang setiap bulannya pasti dikeluarkan meskipun tidak  Contohnya adalah pembayaran gaji pegawai, asuransi, serta penyusutan peralatan.

Biaya variable : ini merupakan jenis pengeluaran dinamis, yaitu ketika terjadi peningkatan produksi, cost juga ikut naik. Contohnya, listrik, bahan baku, serta bahan bakar.

Selling price : harga jual untuk setiap satuan barang

Sedangkan rumus perhitungan BEP sendiri ada 3 dan semuanya harus dihitung, yaitu:

  • BEP Rupiah: Total Fixed Cost DIBAGI Harga jual tiap unitnya dikurangi dengan variable cost lalu DIKALI dengan selling price/unit.
  • BEP-Unit : Biaya Tetap Dibagi Selling Price yang dikurangi Variable Cost.

BEP Produk Ganda, cara menghitungnya sedikit unik yaitu mengikuti rumus seperti ini: 

FC/[(1-v/c)xWi]

Sekarang mari lanjutkan pembahasan dengan contoh soal supaya lebih mudah dimengerti. Asumsikan saja ada sebuah perusahaan bernama PT Gelora Abadi yang memiliki rincian biaya serta produksi seperti di bawah ini:

1.  Fixed Cost Satu Bulan Sebesar 150 Juta

Angka Rp. 150.000.000 ini terdiri dari sejumlah data soal pengeluaran tetap antara lain:

  • Beban gaji             : 80 juta
  • Penyusutan peralatan : 1,5 jt
  • Asuransi Medical : 20 juta
  • Sewa gedung : 18,5 jt
  • Sewa Pabrik : 30 juta

2.  Variable Cost untuk Setiap Unit Barang yaitu 70.000

Asumsikan data pada perusahaan ini adalah sebagai berikut:

  • Tenaga kerja langsung : 30.000
  • Bahan baku : 40.000
  • Biaya lain : 20.000

Perlu dicatat bahwa ini termasuk komponen yang menyusun asumsi dasar perhitungan BEP. Jadi, jika nilainya berubah, maka titik impas tentu ikut bergeser, ya.

Info Menarik Lainnya : Cara Menghitung Margin Laba Bersih (Untung atau Rugi)

3.  Selling Price per Unit 95.000

Ini merupakan komponen terakhir yang harus diketahui. Setelah itu, bisa langsung dimasukkan ke dalam rumus-rumus yang telah diuraikan di atas. Berikut ini adalah hasil akhirnya:

BEP Unit : 6.000 unit

BEP Rupiah : 570 juta

Break even point untuk produk gabungan tidak dihitung karena dalam kasus ini perusahaan tak memilikinya.

Manager perusahaan juga bisa menambahkan target laba ke dalam perhitungan ini untuk mengetahui berapa banyak produk yang harus dijual agar mencapai keuntungan. Simulasinya adalah sebagai berikut:

Anggap saja ingin meraih laba 60 juta sebulan, maka perhitungannya yaitu:

BEP Laba : (Fixed cost + target margin) : (unit selling price – variable cost)

             (150.000.000 + 60.000.000) : (95.000 – 70.000)

                 = 8.400 unit

Artinya, PT Gelora Abadi harus menjual 8.400 unit barang dalam sebulan jika ingin meraih laba 60 juta. Peningkatan target keuntungan juga akan mempengaruhi jumlah produk yang harus dijual. Namun begitu, cara menghitungnya tetap sama.

Penerapan cara menghitung BEP usaha yang tepat bisa digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap investasi serta kampanye pemasaran yang dilakukan perusahaan. Mengapa begitu? Karena sejatinya perhitungan ini erat kaitannya dengan biaya atas semua kegiatan marketing.

Selain itu, perusahaan juga bisa melakukan analisa apakah perusahaan mampu memenuhi permintaan konsumen terhadap produknya. Semua ini mendorong tumbuhnya kedisiplinan saat membuat kebijakan pemasaran serta menakar apakah itu akan berhasil atau tidak.

Info Menarik Lainnya : Cara Menghitung Laba Kotor, Pengertian, dan Manfaatnya

Perlunya Konsultan Keuangan

Masalahnya, tidak semua perusahaan baru memiliki sumber daya yang mumpuni untuk melakukan semua analisa dan perhitungan ini. Karyawan banyak berada di bagian produksi dan belum ada yang bisa membantu mengerjakan soal keuangan.

Jika anggaran untuk membayar gaji seorang finance manager belum ada, pemilik usaha bisa memilih untuk menggunakan software akuntansi. Sekarang ini, bisa dikatakan teknologi mulai menggantikan peran manusia untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu. Salah satunya akuntan.

Ada banyak vendor yang menawarkan aplikasi atau program pencatatan keuangan beserta penyajian laporan. Mulai dari laba rugi, penjualan, persediaan, pembelian, sampai kepada perhitungan break even point. Ini tentu lebih praktis ketimbang harus mempekerjakan seorang manajer keuangan disaat kondisi finansial perusahaan belum kuat

Nah, itulah tadi pembahasan soal cara menghitung BEP usaha yang diharapkan dapat memberikan gambaran bagi para pemula. Manfaatnya sangat penting bagi kelangsungan bisnis karena berhubungan dengan proyeksi kapan akan impas serta untung. Kemudian juga soal berapa banyak barang yang harus dijual supaya bisa meraih keuntungan.

Semoga bermanfaat.

Post a Comment for "Cara Menghitung BEP Usaha dan Manfaatnya"