Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Menghitung Keuntungan Jualan Pop Ice & Memaksimalkannya

Cara Menghitung Keuntungan Jualan Pop Ice & Memaksimalkannya

Berjualan minuman masih menjadi salah satu bisnis yang bisa dijalankan dengan modal kecil dengan keuntungan yang maksimal. 

Info tentang cara menghitung keuntungan jualan pop ice cukup banyak dicari orang. Sebab usaha ini termasuk mudah untuk dijalankan. Seseorang hanya cukup menyediakan blender, cup, es batu, kemudian kulakan Pop Ice-nya, maka dia sudah bisa mulai berjualan.

Tetapi perlu diperhatikan juga bahwa ini termasuk usaha yang padat pesaing. Walaupun modalnya kecil, namun sudah banyak pelakunya. Dalam satu komplek perumahan saja bisa terdapat dua sampai tiga penjual. Maka, harus disiasati bagaimana terus untung dan bisa menghitung keuntungan dengan cermat.

Kelebihan dan Kekurangan Berjualan Pop Ice

Sebelum langsung terjun menjalankan usaha ini, ada baiknya tahu dulu apa saja yang menjadi kelebihannya serta kekurangannya. 

Hal pertama yang menjadikan bisnis ini layak digeluti adalah sedikit modal, bahkan tak sampai 2 juta Rupiah sudah bisa menjalankannya. Kemudian juga mudah dilakukan, tak perlu keahlian khusus untuk membuat minuman ini.

Selain dua hal diatas, Pop Ice adalah produk yang harganya sangat terjangkau. Sehingga, semua orang bisa membelinya. Kemudian juga sudah ada segmen pasar yang jelas untuk usaha ini yaitu anak-anak sampai remaja. 

Dengan tak perlu membayar mahal maka dua kalangan ini dapat membeli. Kelebihan lainnya adalah peralatan berjualan mudah dicari.

Tentunya setiap usaha juga tidak terlepas dari sisi kelemahan. Nah, berjualan Pop Ice ini juga ada kelemahannya, salah satunya yaitu terlalu ramainya pesaing. 

Sangat sulit untuk tampil beda (unik) dalam usaha ini karena hampir semua orang bisa menirunya. Satu-satunya cara yang dapat Anda lakukan (agar punya ciri khas), yakni dengan memberikan pelayanan yang ramah dan selalu menjaga kebersihan.

Modal Awal dan Keuntungannya

Cara menghitung keuntungan jualan Pop Ice bisa dengan mudah dihitung karena memang tak memerlukan bahan baku yang rumit. 

Peralatannya pun tidak banyak serta mudah didapat. Menentukan harga jualnya pun sangat praktis. Tak banyak komponen penyusun bahan baku serta biaya operasionalnya.

Berikut ini adalah cara menghitungnya:

1.  Menentukan Modal Awal

Sebelum menjalankan usaha, seseorang harus menganggarkan dana untuk modal. 

Nantinya, akan digunakan membeli peralatan serta bahan baku. Termasuk juga menyediakan budget untuk sewa lahan jika terpaksa menyewa. 

Di bawah ini adalah rincian keperluannya:

  • Meja jualan
  • Cup Press (Bisa menggunakan, boleh tidak)
  • Blender
  • Container/termos es batu
  • Cup plastik
  • Sedotan
  • Toples untuk topping

Sedangkan untuk bahan bakunya adalah kulakan Pop Ice-nya serta es batu. 

Berikut ini adalah anggaran yang diperlukan:

Meja display/booth : 1.000.000

Container es batu : 600. 000

Blender : 500. 000

Toples 5 buah @15.000 :  75. 000

Cup Press :  550. 000

TOTAL MODAL                                    : 2.725.000

Jangan lupakan juga anggaran untuk operasional seperti bahan baku, listrik, serta keperluan lainnya.

Seperti rincian di bawah ini:

Kulakan Pop Ice : 250.000

Cup serta sedotan : 300. 000

Topping (meses, coco crunch, oreo, dll) : 100.000

TOTAL BIAYA OPERASIONAL                         : 550.000

Semua ini tentu bisa ditekan dengan menggunakan peralatan yang sudah ada di rumah. Misalnya, sudah punya blender, termos es, serta meja sebelumnya. Maka tak perlu membeli lagi, modal awal semakin kecil, bukan?

2.  Menghitung Keuntungan Jualan

Minuman ini banyak dicari ketika siang hari atau pada saat cuaca terik. Biasanya, anak-anak sepulang sekolah atau sore hari akan berburu Pop Ice. Maka, inilah prime time bagi para penjualnya. Di waktu ini tak akan sulit menjual banyak, ditambah dengan sisa jam-jam lainnya. 

Berikut ini estimasinya.

Diasumsikan dapat menjual 50 cup sehari dengan harga 5000 Rupiah, maka omset atau dalam satu hari adalah :

50 x 5000 = 250,000/hari

Dalam satu bulan, penjual bisa mendapat omset :

250,000 x 30 = 7.500.000/bulan

Kemudian, cara menghitung keuntungan jualan Pop Ice bersih adalah lewat mengurangkan omset kotor tadi dengan biaya operasional sebulan. 

Itulah keuntungannya bagi para penjual. Perhitungan ini sama untuk semua jenis usaha dan sangat mudah melakukannya.

Misalnya memiliki beberapa kios yang dijalankan oleh seorang karyawan, maka perlu juga memasukkan komponen gaji ke dalam biaya operasional. 

Apabila ada sewa, perlu dimasukkan pula. Satukan semua keuntungan dari semua lapak, maka itulah total untung yang didapat.

Info Menarik Lainnya : Modal Jualan Es Buah Cuma 150 Ribuan? Ternyata Cukup Lho!

3.  Cara Memaksimalkan Keuntungan

Cuan dari berjualan Pop Ice bisa dimaksimalkan dengan beberapa cara. Jangan khawatir, semuanya mudah, praktis, masuk akal, dan halal. 

Pertama, yang bisa dicoba adalah menjual saat ada event tertentu. Misalnya saja seperti pekan olahraga, pasar malam/pagi, bazaar, atau bisa juga saat pembagian raport siswa.

Menjual di acara-acara khusus berpotensi menambah omset diluar penjualan rutin. 

Carilah yang sewa lapaknya murah agar keuntungan semakin maksimal. 

Event seperti turnamen olahraga atau pekan raya biasanya akan sangat terasa melelahkan dan menimbulkan dahaga di siang hari. Saat inilah minuman dingin dan manis seperti Pop Ice diburu apalagi harganya terjangkau.

Lalu, tingkatkan untung dengan cara menjaga mutu pelayanan. Jangan karena menjual produk berharga ekonomis lalu mengabaikan pakem-pakem customer service. 

Tetap berikan layanan terbaik kepada pelanggan walaupun mereka anak-anak dan remaja. Bersikaplah ramah dan akrab, jangan membohongi konsumen, serta utamakan kepuasan mereka.

Selain itu, jaga pula kualitas produk. Maksudnya yaitu menjaga kebersihan dan kehigienisan minuman. 

Caranya bagaimana? 

Tentu saja dengan rajin membersihkan peralatan atau blender yang dipakai. Jangan menggunakannya berulang-ulang tanpa dicuci, atau setidaknya membilasnya dengan air mengalir sebelum digunakan lagi.

Gunakan juga air matang atau isi ulang dan hindari menggunakan yang mentah. 

Kecurangan sekecil apapun justru bisa membawa kerugian yang besar terhadap usaha. Berjualan lah secara etis, higienis, dan tentu saja mengedepankan mutu pelayanan.

Info Menarik Lainnya : Cobalah Bisnis Minuman Kemasan Cup yang Sedang Laris

4.  Meminimalisir Kerugian

Walaupun bermodal kecil, segmen pasar jelas, dan disukai anak-anak, potensi rugi tetap ada. Cara menghindarinya adalah tentu dengan melakukan pencatatan keuangan yang baik. 

Bukukan belanja modal dan operasional secara rinci. Memahami perhitungan untung rugi dasar tetaplah diperlukan meskipun usaha tergolong mikro.

Kemudian, disiplinlah mengelola keuangan. Jangan mencampurkan hasil jualan yang belum dihitung untungnya dengan uang pribadi. Pisahkan antara modal setiap harinya dengan keuntungan yang sudah diperoleh. 

Lakukan ini rutin serta tak menunda menghitung serta memisahkannya. Banyak usaha kecil gulung tikar karena tidak cermat dalam hal ini.

Lalu, jangan juga mengijinkan orang belanja dengan sistem ngebon. Walaupun pembeli rata-rata anak-anak dan remaja, mereka terkadang juga sudah mengerti soal berhutang. 

Hindari memberikan fasilitas seperti itu, karena jika Anda biasakan orang bisa ngebon, maka justru itu bisa menjadi sumber petaka. Nanti jadi tidak jelas lagi berapa modal, penjualan, dan keuntungan jika banyak piutang beredar di luar sana. 

Jadi selalu minta pembeli langsung membayar belanjaannya.

Nah, itulah diatas cara menghitung keuntungan jualan Pop Ice yang bisa dikulik. 

Info Menarik Lainnya : Modal Usaha Cafe Pinggir Jalan (Info Detail & Penjelasannya)

Kesimpulannya, untung bersih didapat dari mengurangkan omset kotor dengan biaya operasional dalam sebulan. Untuk memaksimalkannya, lakukan cara-cara seperti jualan di event, fokus pada mutu layanan, memperhatikan kebersihan tempat berjualan, serta tetap ramah. 

Yuk, dicoba. Sukses selalu untuk Anda! 😉

Rianda
Rianda Saya seorang penulis freelance

Post a Comment for "Cara Menghitung Keuntungan Jualan Pop Ice & Memaksimalkannya"