Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Memulai Usaha Catering dan Persiapan Lokasi Produksinya


Membuka usaha catering merupakan pilihan yang paling umum bagi orang yang ingin berbisnis kuliner. Selain karena adanya fleksibilitas dalam hal waktu dan juga modal, catering juga cocok untuk mereka yang ingin bisnis sampingan. Cara memulai usaha catering juga terbilang mudah.

Usaha ini dibilang mudah dijalankan karena produksi baru dilakukan saat ada pesanan. Pemilik dengan mudah mengukur berapa besar modal yang harus dikeluarkan. 

Tertarik ingin menekuni bisnis ini? Jangan lewatkan pembahasan kali ini yang secara tuntas mengulas soal usaha catering.

Menyiapkan Pembukaan Usaha Catering

Banyak orang yang menjalankan bisnis catering langsung terjun tanpa membuat perencanaan terlebih dulu. Umumnya, mereka beranggapan ketika memiliki keahlian memasak, maka sudah cukup untuk membuka bisnis catering. Padahal walaupun kecil-kecilan, sebuah usaha tetap memerlukan perencanaan yang matang.

Perencanaan ini penting agar si pemilik bisa menakar kebutuhan serta kemampuan internalnya. 

Misalnya saja, seseorang yang menjalankan catering rumahan skala kecil apalagi belum memiliki karyawan, tentu tidak akan bisa mengambil order terlalu banyak. Mengapa? Alasannya adalah karena kurangnya tenaga kerja untuk mengerjakan proses produksi.

Berbeda dengan bisnis catering skala menengah sampai besar yang didukung tenaga kerja, peralatan, serta manajemen yang lebih kompleks lagi. Tentu pemiliknya bisa mengambil pesanan lebih banyak karena kemampuan produksinya lebih besar. Nah, inilah pentingnya perencanaan.

Di awal, sebaiknya segera tentukan mau mengambil catering jenis apa. Apakah itu catering acara kantor, acara sosial (gathering, arisan, pernikahan, ulang tahun, dll), atau catering sehari-hari. 

Ada banyak sekali bentuk dari usaha ini sebenarnya. Seseorang bisa menggarap banyak segmen apabila sumber daya dan kapasitas produksi memadai.

Jadi, perencanaan dan identifikasi jenis catering penting dilakukan di awal. Ini akan berfungsi sebagai patokan soal banyak hal. 

Misalnya, pengadaan bahan baku, penyimpanan bahan baku, durasi proses produksi, serta berapa banyak tenaga yang dikeluarkan untuk menyelesaikan pesanan. Modal usaha sangat tergantung pada berapa banyak pesanan yang masuk.

Cara Memulai Usaha Catering

Di awal sudah dikatakan bahwa persiapan pertama untuk membuka bisnis catering adalah membuat perencanaan dan identifikasi. Tujuannya untuk menakar kemampuan internal ditambah menyiapkan strategi pemasarannya juga. Lalu, seperti apa cara memulai usaha catering yang baik? 

Berikut ini langkah-langkah yang bisa dikulik:

1.  Memilih Bentuk Usaha Catering

Langkah ini diletakkan pada urutan pertama bukan tanpa sebab, melainkan untuk memandu agar lebih fokus. Ada banyak bentuk usaha catering ini dalam skalanya masing-masing. Dengan mempelajari setiap jenisnya, akan memberikan gambaran yang lebih jelas soal apa yang nantinya dijalankan.

Beberapa bentuk usaha catering adalah misalnya untuk acara hajatan (prasmanan/nasi box), acara kantor (nasi kotak/prasmanan), catering menu sehat, atau bahkan catering rumahan. Ada juga bentuk usaha catering yang menjual makanan lauk-pauk kiloan. Fokus pada satu jenis dulu pada tahap awal justru bisa jadi kunci kesuksesan.

Artikel Menarik Lainnya : 10 Usaha Rumahan yang Menjanjikan dan Tahan Segala Kondisi

2.  Melakukan Riset Pasar dan Harga

Tidak semua yang murah itu akan disukai orang dan mendatangkan untung. Harga sangat tergantung pada biaya-biaya, harga di pasaran pada produk yang sama, harga bahan baku, kemudian juga kepada siapa produk dijual. Ini semua harus dianalisa dan diketahui agar produk yang dijual tidak kemahalan dan juga tidak terlalu murah.

Usaha catering sangat tergantung pada harga-harga bahan baku. Untuk itu, perlu dicari supplier yang bisa memberikan produk bagus dengan harga yang bersaing. 

Riset pasar diperlukan untuk mengidentifikasi siapa yang menjadi target market. Pengetahuan akan target market ini juga berguna sebagai acuan ketika menentukan harga jual nantinya.

3.  Menyiapkan Modal dan Perlengkapan

Keuntungan menjalankan bisnis catering adalah leluasa mengatur modal dan perlengkapan. Kapasitas pesanan bisa diseusuaikan dengan modal yang ada. Misalnya, tersedia dana yang hanya cukup untuk memproduksi 50 box paket nasi, maka maksimal pesanan adalah 50.

Bagaimana jika order yang masuk lebih dari itu? 

Boleh saja menambah modal baik dari pinjaman atau menyuntikkan dana tambahan dari tabungan pribadi, namun dengan perhitungan yang matang. Jangan berspekulasi apabila belum pandai melakukannya. Pengadaan perlengkapan harus disesuaikan dengan kapasitas produksi.

Artikel Menarik Lainnya : Panduan Lengkap Usaha Jajanan Rumahan, Layak Untuk Anda Coba

4.  Kegiatan Promosi dan Pemasaran

Tidak ada usaha yang tak memerlukan strategi pemasaran dan promosi. Cara memulai usaha catering juga harus diawali dengan kedua hal ini. Strategi pemasaran disusun berdasarkan data yang ada yaitu siapa target marketnya, apa jenis produknya, bagaimana mengomunikasikannya, serta promosi apa saja yang akan dibuat.

Manfaatkan semua saluran baik konvensional maupun digital. Jangan lupakan peran social media, ya. 

Efek sosmed sangat besar untuk kelangsungan usaha catering. Eksposure yang besar membuat kegiatan branding semakin lancar. Pun juga dengan kehadiran e-commerce. Sekarang ini banyak pengusaha catering yang juga memasarkan usahanya di platform ini.

5.  Menyiapkan SOP

Usaha catering adalah jenis usaha yang memiliki alur produksi sebagai salah satu kegiatannya. SOP perlu disusun agar tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan pada tiap-tiap karyawan. 

Juga agar kegiatan produksi berjalan lancar serta aman. SOP ini dimulai dari pembelian bahan baku, proses penyimpanan, pembersihan, persiapan memasak, proses memasak, penyajian/pengepakan, sampai ke pengiriman.

SOP ini juga penting untuk memantau ketersediaan bahan baku serta mengatur aliran penggunaannya. Sistem FIFO (first in first out) adalah yang paling sesuai atau umum digunakan dalam usaha catering. 

Kemudian, SOP juga bisa digunakan untuk memantau tertib lancarnya setiap pekerjaan. Bahwa tiap orang mengerjakan pekerjaan dengan cara yang benar sesuai kebutuhan usaha.

Artikel Menarik Lainnya : 10 Usaha Rumahan Terbaik Dan Untungnya Besar (Prospektif)

Menyiapkan Lokasi Produksi

Catering rumahan umumnya dilakukan dari dapur rumah masing-masing. Jika usaha dijalankan dari rumah atau skala rumahan, maka perlu dilakukan sedikit penyesuaian. Penyesuaian ini diperlukan untuk mendukung proses produksi. Karena akan ada penambahan ruang untuk penyimpanan serta tempat produksi.

Agar tidak mengganggu kegiatan internal rumah tangga, maka penyesuaian perlu dilakukan. Tidak perlu merombak total lokasi dapur, tapi sesuaikan saja agar ruang gerak menjadi lebih nyaman. Apalagi jika tenaga kerja masih dari internal anggota keluarga, belum dibutuhkan penambahan ruang yang terlalu banyak.

Tetapi jika kapasitas produksi bertambah besar seiring dengan jumlah pesanan yang terus meningkat, maka perlu dipertimbangkan untuk membuat lokasi produksi terpisah dari rumah. 

Jika masih ada area di dalam rumah atau di dekat rumah yang bisa dimanfaatkan maka ini bisa dipilih. Tapi apabila tak ada lagi ruang, tentunya diperlukan menyewa sebuah tempat yang bisa dijadikan dapur untuk proses produksi.

Contoh usaha catering yang sukses mengoperasikan usahanya dari dapur besar adalah Berrykitchen. 

Mengusung sistem pemesanan online untuk setiap menunya, Berrykitchen sukses menjadi startup lunchbox pertama di Indonesia. Capaian keuntungan bahkan mencapai 1,25 juta Dollar Amerika di tahun 2015. Nah, konsep ini bisa ditiru dan dikembangkan, lho.

Itulah tadi pembahasan mengenai cara memulai usaha catering serta bagaimana menyiapkan lokasi produksinya. Karena inti kegiatan dari usaha ini adalah bagaimana memproduksi makanan, mengemasnya, memastikan porsinya akurat, kemudian mengirimnya. 

Semoga bermanfaat!

Post a Comment for "Cara Memulai Usaha Catering dan Persiapan Lokasi Produksinya"