Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML Atas

Cara Menghitung Harga Jual Emas Perhiasan dan Buyback


Cara Menghitung Harga Jual Emas Perhiasan - Semenjak pandemi covid 19 merebak, nilai logam mulia melesat. Dikarenakan kebutuhan juga meroket sementara banyak orang terkena PHK, maka menjual aset yang dimiliki jadi pilihan. Salah satunya adalah aksesoris berharga dari logam mulia. 

Nah, cara menghitung harga jual emas perhiasan berbeda dengan yang batangan lho.

Yuk kita ulas selengkapnya.

Untuk barang yang satu ini, ada banyak biaya dan ongkos yang ditetapkan oleh tempat penjualan. Kemudian besaran karat juga mempengaruhi berapa besaran buyback. 

Yang tak boleh dilewatkan, apakah kondisi masih bagus, cacat sedikit, atau bahkan rusak. Semua ini nantinya pasti mempengaruhi uang yang bakal diterima si penjual. Bagaimana, sih, perhitungannya? 

Simak dulu artikel berikut ini supaya lebih paham.

Mengenal Jenis-jenis Emas Perhiasan untuk Tahu Hitungannya

Pengetahuan soal macam-macam bahan baku aksesoris berharga ini penting untuk mengetahui berapa nanti harga jual kembalinya. Tidak seperti yang batangan, jika sudah diubah kedalam bentuk gelang, cincin, kalung, atau liontin, maka kandungannya tidak lagi murni melainkan sudah campuran.

Penambahan bahan lain fungsinya untuk menambah daya tarik dan juga mempermudah proses pembuatan model-model. Itu sebabnya akan muncul potongan ongkos pengrajin ketika nanti dijual. 

Di masyarakat dikenal jenis karat 24, 18, dan 9. Sebutan emas murni adalah untuk kandungan 24. Sedangkan untuk yang 18 disebut emas tua. Pada 9 karat, dikatakan emas muda.

Ada juga emas produksi pabrik yang umumnya memiliki emblem atau stamp pada setiap produknya. Misalnya UBS, Lotus, KH, serta LM untuk logam mulia Antam. 

Perhiasan pabrikan ini juga memiliki tanda lain untuk menunjukkan kandungan emasnya yaitu 375, 420, 700, 750, dan 999. Cara membacanya dengan menghilangkan satu angka paling belakang. Misalnya 999 artinya 99 persen.

Selain dari pabrik, ada juga hasil produksi dari pengrajin. Umumnya masyarakat masih mempercayakan pembuatan model yang diinginkan kepada mereka. 

Tak sulit menemukannya, setiap toko emas biasanya menerima pesanan juga. Disinilah ongkos produksi akan muncul tergantung pada rumit tidaknya sebuah desain. Kemudian juga pertimbangkan kandungan emasnya.

Emas pengrajin inilah yang justru banyak beredar di masyarakat awam, karena orang masih banyak membeli perhiasan langsung ke toko emas. 

Sedangkan untuk UBS, lotus, dan UH, sekarang ada juga Aurum umumnya dibeli secara online. Meskipun tak sedikit juga barang pabrikan ini yang dijual bersamaan dengan yang dari pengrajin.

Seperti Apa Cara Menghitung Harga Emas Jual Perhiasan?

Orang awam mungkin akan mengira bahwa nilai logam mulia yang sudah diubah kedalam bentuk kalung, cincin atau gelang akan sama dengan yang batangan. Banyak yang mengacu pada nilai penjualan logam mulia 24 karat yang sering ditemukan di internet atau berita-berita.

Padahal, seperti dikatakan di atas, perhiasan tidak mungkin dibuat dari emas murni dan pasti menggunakan campuran. Besaran kandungan lah yang nantinya menentukan harga ditambah ongkos-ongkos lain. 

Maka tak jarang banyak orang yang sudah berpengalaman mengatakan jika ingin untuk investasi, maka sebaiknya dipilih logam mulia batangan saja dan bukan perhiasan.

Jadi menghitungnya seperti apa? 

Berikut ini hal-hal yang harus diketahui:

1.  Perhitungan Rumus Dasar

Pada dasarnya, menghitung ini cukup mudah yaitu dengan mengalikan harga emas per gram dengan besaran kadar emasnya. Patokan untuk nilai per gramnya didasarkan pada harga global menurut karat. Untuk kadar, dilihat dari seberapa banyak kandungan yang jadi bahan dasar pembuatan perhiasan.

Untuk yang 24 karat tentu akan berbeda harganya dengan 18 atau 9. Bagi pembeli, disarankan untuk tidak hanya melihat ke berat/gram-nya saja ketika membeli tapi juga karatnya. Perhiasan yang ukurannya sama 5 gram misalnya, akan berbeda harga karena karat.

Info Menarik Lainnya : 10 Tips Investasi Aman Dimasa Pandemi Covid19

2.  Simulasi Perhitungan

Diasumsikan aksesoris berharga yang dimiliki adalah mengandung logam mulia 24 karat yang mana harga pasarnya sekarang di kisaran 955.000 Rupiah. Maka jika terdapat sekitar 75 persen bahan baku di dalam sebuah perhiasan, perhitungannya akan seperti ini :

955.000 x 0,75 = 716,250 per gramnya

3. Hitung Juga Biaya Penyusutannya

Pada proses pembuatan, sebut saja bahan baku emas murni 70% dan campurannya 30%, pasti akan ada penyusutan. Sebabnya adalah pada kegiatan pembakaran saat produksi berjalan. 

Umumnya, dari total bahan baku bisa susut sampai 2 persen. Namun toko-toko emas akan memberikan stamp 70 persen walaupun sudah ada penyusutan.

4.  Biaya Perawatan

Selain memasukkan biaya produksi yang mencakup ongkos pengrajin dan bahan baku, ada juga beban perawatan yaitu pencucian. Anggaran ini harus dimasukkan ke dalam komponen harga jual karena memang tak bisa dihindari. Mencuci emas dimaksudkan untuk menjaga kondisinya tetap bagus. 

Besarannya sekitar 1.500 – 2.500 untuk setiap gramnya.

Pada proses mencuci ini juga menimbulkan susutnya gramasi. Berat yang hilang selama proses ini dihitung per 100 gram, yaitu sekitar 1-2 gram. Maka apabila dikonversikan ke Rupiah, biaya penyusutan per gramnya adalah 5.700 – 10.400 Rupiah. 

Ongkos-ongkos inilah nanti yang harus dimasukkan ke dalam cara menghitung harga jual emas perhiasan.

Info Menarik Lainnya : 5 Kelebihan Menabung di Bank Syariah

Perhitungan Buyback-nya Bagaimana?

Saat seorang pemilik perhiasan datang untuk menjual apa yang mereka miliki, maka biasanya pihak toko akan mengenakan potongan sekitar 5000 – 10.000 untuk setiap gramnya. 

Sedangkan nilai margin pembelian kembali umumnya ditetapkan antara 20.000 – 50.000 per gram tergantung apakah gelang atau cincin yang tergolong emas lama atau baru.

Maka, ketika seseorang bermaksud menjual perhiasannya katakanlah 10 gram, uang yang akan ia terima tidak serta merta hanya didasarkan pada hitungan rumus dasar. 

Jadi, cara menghitung harga jual emas perhiasan pasti bakal dikurangi dengan potongan tadi. Selisih sampai 500,000 bisa saja terjadi apalagi jika kondisinya tidak bagus.

Toko biasanya juga menyediakan dua pilihan untuk perhiasan yang kondisinya tidak baik, yaitu dengan mengenakan biaya perbaikan selain potongan. 

Kemudian yang kedua adalah dijual apa adanya pada keadaan rusak dan diberi harga emas leburan. Kebijakan ini biasanya memang digunakan oleh pedagang karena sebagai antisipasi apabila nanti perhiasan tadi tak laku dijual lagi.

Contoh, si A memiliki kalung dengan kadar 70 persen lalu dibawa ke toko untuk dijual namun kondisinya rusak. Si pembeli akan memberikan harga di 65 atau 68 kadar. Jika diasumsikan nilai emas 24 karat sekarang adalah 995.000 Rupiah, kurang lebih. Maka nantinya harga jual yang akan diberikan adalah sekitar 635.000 – 655.000.

Memang akan tampak banyak berkurangnya karena kondisi yang rusak tadi. Tapi jika keadaan barang bagus, tidak cacat, surat-surat lengkap, margin buyback dan potongan yang dikenakan oleh toko emas tidak akan berpengaruh banyak terhadap hasil penjualan.

Info Menarik Lainnya : Cara Mengajukan Bantuan Modal Usaha ke Baznas (Untuk Pengusaha Kecil)

Dimana Harus Menjual? 

Disarankan juga untuk melakukan  buyback di toko emas yang memiliki reputasi bagus. Biasanya, toko dengan reputasi bagus akan memberikan harga buyback yang tinggi sehingga tidak terlalu rugi. Jangan karena kepepet lalu sembarangan menjual emas ke toko-toko yang tidak bisa dipercaya. 

Perlu diperhatikan juga bahwa sebenarnya perhitungan ini tidaklah pakem. Setiap pedagang biasanya punya cara menghitung harga jual emas perhiasan sendiri. Terutama pada besaran margin buyback serta penyusutan dan ongkos. Yang perlu diketahui para pemilik adalah patokan harga global per gram untuk setiap karatnya.

Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk Anda semua.

Post a Comment for "Cara Menghitung Harga Jual Emas Perhiasan dan Buyback"