Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Potensi Jualan Salad Buah saat Pandemi (Plus Tantangannya)

Potensi Jualan Salad Buah saat Pandemi (Plus Tantangannya)


Jualan salad buah bisa menjadi bisnis sampingan yang menguntungkan. Karena salad buah termasuk jenis makanan yang banyak disukai orang di berbagai rentang usia. Rasanya yang menyegarkan membuat anak-anak hingga orang dewasa suka mengonsumsi makanan ini. Selain itu, salad buah juga dikategorikan sebagai kudapan sehat.

Bisnis ini juga semakin naik daun karena semangat hidup sehat terus bergaung di kalangan anak muda maupun orang tua. Maka, makanan-makanan yang rendah kalori, rendah karbohidrat, dan tinggi serat biasanya jadi buruan. Salad buah adalah salah satunya. 

Lalu, bagaimana peluang dan tantangan membuka jualan salad buah saat pandemi? 

Berikut ini ulasannya.

Potensi Bisnis Salad Buah saat Pandemi Covid 19

Ada fenomena menarik yang terjadi pada penjualan salad buah saat pandemi, yaitu tidak mengalami penurunan penjualan tapi justru kebanjiran order. 

Disaat bisnis lain kelimpungan dihantam pandemi, para penjual salad buah justru menikmati cuan dari penjualan mereka. Bahkan, ada yang meraup untung hingga jutaan rupiah perbulan lho, lho.

Yang paling menjual dari bisnis ini adalah bahwa salad buah dikategorikan sebagai makanan sehat. Pandemi Covid 19 membuat orang berlomba-lomba menjaga imunitas tubuhnya agar tidak tertular virus. 

Alhasil, segala sesuatu yang berbau hidup sehat pasti diminati. Contohnya adalah memperbanyak konsumsi buah dan sayur.

Namun kadang semangat mengonsumsi buah dan sayur ini tidak seiring sejalan dengan kemampuan mengolahnya. Belum lagi ketiadaan waktu karena kesibukan. Bahkan hanya sekedar untuk mengupas buah lalu memotong-motongnya pun ada yang tidak sempat (karena saking sibuknya). 

Nah, jualan salad buah seolah menjawab semua itu. Tanpa perlu repot, cukup membeli saja, sudah bisa menikmati beragam buah dalam satu cup atau mangkok.

Meningkatnya penjualan secara online juga membuat bisnis ini semakin naik daun. Tanpa perlu repot menyewa tempat berjualan seseorang sudah bisa menjajakan jualannya lewat platform-platform online. 

Banyak diantara mereka yang sudah bekerjasama dan bergabung di Go Food, Grab Food, atau Shoppe Food. Selain itu, kalau ditambah dengan berjualan di e-commerce, maka akan bisa menjaring konsumen lebih banyak lagi.

Jadi, potensi bisnis salad buah di masa pandemi ini terbilang cukup besar. Hampir semua orang menyukai rasa dari salad buah. Tentu hal ini bisa memicu permintaan dan minat beli yang tinggi. 

Kemudian, perkembangan teknologi juga mendukung bisnis ini berkembang lebih besar lagi. Teknologi internet telah membuat penjual lebih mudah memasarkan produknya. Mereka bisa menjual produk tanpa perlu mengeluarkan modal yang besar untuk sewa toko fisik dan biaya operasional lainnya.

Tantangan Jualan Salad Buah saat Pandemi

Sebagus apapun sebuah bisnis, tetap akan menemui tantangan seiring waktu dan perkembangannya. Berjualan salad buah pun tak luput dari itu. Jangan dulu berpatokan bahwa bisnis salad buah pasti untung. 

Memang betul bisnis ini bisa mendatangkan keuntungan besar, dengan syarat jika bisnis dikelola dengan baik dan pemiliknya bisa mengatasi setiap tantangan. 

Lalu, apa saja tantangan di bisnis ini? Berikut penjelasannya:

1.  Produk Tidak Tahan Lama

Salad buah termasuk produk yang tidak bisa bertahan lama (apalagi jika tanpa bantuan mesin pendingin). Buah-buahan yang sudah dikupas lalu dibiarkan dalam suhu ruang cenderung cepat berair, berubah warna dan rasa (membusuk). 

Padahal, pembeli tentu mengharapkan salad buah dari buah-buahan segar yang baru dikupas.

Nah karena tidak tahan lama, maka pemiliknya harus pandai-pandai mengatur persediaan. Perkiraan jumlah pembeli harus menjadi dasar dalam pembuatan salad. Apalagi untuk jenis penjual yang sengaja membuat stok dagangan. 

Jika tak ingin rugi, sistem open PO bisa diterapkan. Jadi apa yang dibuat sudah berdasarkan pesanan sebelumnya.

2.  Konsistensi Rasa

Ada satu hal yang membuat salad buah ini semakin menarik yaitu saus atau toppingnya. 

Jadi salad buah ini bukan sekedar buah potong biasa, tapi semacam buah potong yang diberi topping saus dan keju. Saus umumnya terbuat dari campuran mayonaise dan yoghurt, kemudian diberi taburan keju di atasnya. Nah, konsistensi rasa saus inilah yang sering jadi tantangan.

Membuat saus salad buah gampang-gampang susah. Komposisi yang berbeda seringkali membuat rasanya jadi ikut berbeda. Maka, harus ada rumus atau hitungan racikan yang benar ketika membuat salad. 

Misalnya dengan cara membuat adonan saus per 10 porsi. Ulangi lagi membuat adonan kemudian simpan untuk 10 porsi berikutnya dan begitu seterusnya.

Info Menarik Lainnya : Modal Jualan Es Buah Cuma 150 Ribuan? Ternyata Cukup Lho!

3.  Metode Pengiriman

Tantangan ketiga ketika jualan salad buah adalah metode pengirimannya. 

Salad buah paling enak dikonsumsi dingin karena akan mengeluarkan sensasi segar. Kesegaran ini bisa menurun bahkan menghilang jika proses pengiriman terlalu lama. Misalnya memilih armada pengiriman yang juga mengantar makanan lainnya.

Ada banyak jenis pengiriman langsung dan didukung dengan metode penyimpanan frozen food yang baik, namun biasanya akan menyebabkan ongkir yang lebih mahal. 

Jadi sebaiknya komunikasikan kepada pelanggan bahwa akan ada biaya tambahan pengiriman ini. Tujuannya demi menjaga kualitas dan cita rasa produk. Jangan sampai rasa lezat salad buah menurun hanya karena salah metode pengiriman.

4.  Persaingan Tinggi

Sudah  mulai banyak orang yang membuka usaha salad buah. Pasalnya pembuatannya mudah dan tidak memerlukan keahlian khusus untuk melakukannya. 

Yang memperburuk persaingan adalah banyak penjual yang menjual dengan harga murah tanpa mengutamakan kualitas. Alhasil, produk yang berkualitas justru tidak dilirik.

Untuk menghadapi persaingan ini, maka sejak awal produk harus diposisikan dengan benar. Apabila memang menggunakan buah kualitas premium, saus premium, dan packaging yang bagus, maka sah-sah saja jika harga lebih mahal. 

Jangan lantas ikut-ikutan menurunkan harga dan kualitas hanya karena takut tersaingi produk murah berkualitas rendah. Hal seperti ini justru bisa membuat pelanggan merasa bingung dan bertanya-tanya; "kok cita rasa dan kualitasnya gak pernah konsisten? Malahan makin menurun?" 

Pada akhirnya bisnis kita yang akan merugi karena ditinggal oleh para pelanggan.

Info Menarik Lainnya : Menghitung Modal Usaha Jus Buah dan Potensi Keuntungannya

5.  Sulit Menjaga Pasokan Buah

Beberapa jenis buah tidak selalu ada karena bergantung pada musim. Selain karena musimnya, pasokan juga sering terhambat pada buah-buah impor. Akibatnya, komposisi salad buah seringkali tidak konsisten. 

Misalnya, minggu ini bisa menemukan kiwi atau blueberry, minggu depan belum tentu bisa. Oleh sebab itu, perlu untuk memberi penjelasan tentang masalah kepada pelanggan. Tidak boleh tidak. Karena kalau Anda tidak menyampaikan tentang kondisi ini, maka akan bisa membuat pelanggan jadi kecewa.

Mayoritas pelanggan menyukai konsistensi ketika membeli sesuatu, pun pada salad buah. Padahal, buah-buahan merupakan komoditas yang sangat bergantung pada musim. Alhasil, dalam satu cup salad buah, tidak bisa dipastikan akan memiliki ragam buah yang selalu sama. 

Tapi Anda tidak perlu terlalu khawatir. Karena hal ini bisa disiasati dengan cara menjalin kerjasama kepada beberapa supplier buah. Sehingga pasokan buah dapat terus terjaga.

Cara Agar Jualan Salad Buah Laris Manis

Berbisnis saat pandemi memang cukup riskan dan penuh tantangan. Ekonomi yang terpuruk, daya beli masyarakat menurun, dan juga banyaknya penutupan lapangan kerja membuat orang berpikir berkali-kali ketika akan membeli sesuatu. 

Untungnya, salad buah adalah sebuah produk yang bernilai positif karena baik untuk kesehatan. Oleh karena itu, mengkonsumsi buah kini (seolah) jadi termasuk salah satu kebutuhan primer masyarakat.

Info Menarik Lainnya : Peluang Usaha Jual Buah Dan Tips Supaya Untungnya Maksimal

Nah, agar salad buah bisa laris manis (bahkan sampai kebanjiran order, maka perlu melakukan trik yang jitu. 

Bagaimana caranya?

Yang pertama yaitu dengan memaksimalkan promosi dan komunikasi secara online. Media sosial dan e-commerce adalah sarana yang paling murah dan efektif. Tak perlu sampai membuat website karena cost dan maintenance-nya bakal cukup tinggi. Cukup viralkan saja lewat TikTok, lalu hubungkan ke akun Instagram.

Platform Instagram digunakan untuk mengunggah konten berisi foto produk, promosi, harga, serta konten relevan lain (tujuannya untuk menciptakan engagement dan interaksi dengan konsumen). Sedangkan Platform TikTok berfungsi untuk mem-viral-kan produk salad buah tersebut. 

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Rianda
Rianda Saya seorang penulis freelance

Post a Comment for "Potensi Jualan Salad Buah saat Pandemi (Plus Tantangannya)"