Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Cara Bagi Hasil Usaha Pemodal dan Pengelola, Simak Yuk!

Cara Bagi Hasil Usaha Pemodal dan Pengelola, Simak Yuk!


Cara Bagi Hasil Usaha Pemodal dan Pengelola - Dalam membangun sebuah bisnis, maka adanya kerja sama antara pemodal dan pengelola, itu sudah hal yang lumrah dan biasa terjadi. 

Biasanya karena faktor keterbatasan dana saat merintis usaha, sehingga membuat sebagian pelaku bisnis memutuskan untuk bekerja sama dengan pihak yang bermodal besar. 

Begitupun sebaliknya, pihak pemodal pun juga butuh rekan bisnis, terutama mereka yang mau diajak bekerjasama secara sungguh-sungguh untuk mengembangkan usahanya.

Nantinya pemodal dan pengelola akan membagi hasil bisnis secara adil. 

Kali ini akan dibahas seperti apa cara bagi hasil usaha pemodal dan pengelola yang adil. 

Tentunya pembagian sesuai dengan kapasitas serta perannya masing-masing.

Mari kita ulas yuk!

Namun sebelum membahas cara bagi hasil yang tepat antara pemodal dan pengelola, perlu diketahui terlebih dahulu apa saja yang akan memengaruhi jumlah uang bagi hasil nantinya. 

Perlu untuk diketahui, bahwa nilai pembagian hasil ini bisa berbeda-beda. Ada model kesepakatan bagi hasil dengan skala pembagian 50% : 50%, pembagian 60% : 40%, dan ada juga yang model bagi hasil 70% : 30% 

Jadi soal kesepakatan bagi hasil ini harus dilihat dulu seperti apa kondisi bisnisnya. Dan perlu diperhatikan juga faktor lain yang biasanya turut memengaruhi nilai bagi hasil tersebut.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesepakatan Bagi Hasil

Pertama, jumlah modal atau uang yang dikeluarkan oleh pemodal akan berpengaruh besar pada nilai bagi hasil nantinya. 

Jika semakin banyak dana usaha yang dikeluarkan oleh pihak pemodal, maka tentu dia akan mendapat persentase bagi hasil yang lebih besar. Biasanya diterapkan seperti itu. Namun soal ini tidak berlaku secara baku. Jadi semuanya kembali lagi pada model hubungan kerja sama yang dijalin antara pemodal dan pengelola usaha.

Hubungan antara pemodal dan pengelola usaha sangat beragam. 

Bisa jadi keduanya memiliki kedudukan sejajar dalam sebuah bisnis. Atau bisa jadi pihak pemodal hanya menanam saham saja, sedangkan pihak yang satunya menjadi pengelola. 

Ada pula pemodal yang memberikan dana kepada pengelola usaha dalam bentuk utang. 

Semua kondisi yang berbeda diatas akan berpengaruh pada cara pembagian kerjasama tersebut.

Cara Pembagian Modal 

Mari kita ulas lebih detail cara bagi hasil usaha pemodal dan pengelola, terutama bila kondisi kerjasamanya berbeda-beda. 

Cara ini bisa dijadikan acuan, sehingga pemodal dan pengelola sama-sama merasa adil dalam menjalankan bisnisnya. 

Berikut ini beberapa model dan cara pembagian hasil usaha antara pemodal dan pengelola:

1. Rekan Kerja

Sistem kerja sama yang pertama adalah rekan kerja. Artinya pemodal dan pengelola akan memiliki kedudukan yang hampir sama. 

Keduanya sama-sama memberikan tenaga dalam membangun usaha. Bedanya, si pemodal adalah yang memiliki dana dalam usaha tersebut. Jadi baik pemodal dan pengelola sama-sama berperan untuk membangun bisnis tersebut. 

Dalam hal ini pihak pemodal akan mendapatkan dua penghasilan, yaitu dividen dari modal dan gaji dari hasil kerja. Dividen akan didapatkan dari nilai keuntungan dipotong investasi bisnis dan biaya operasional. 

Sementara itu pembagian keuntungan akan disesuaikan dengan persentase modal yang ditanamkan masing-masing. 

Pada umumnya bagi hasil keuntungan dari modal akan diakumulasi dan diberikan setahun sekali. 

Sementara itu gaji hasil kerja akan diserahkan setiap bulan secara rutin.

2. Pemodal dalam Bentuk Saham

Berikutnya ada sistem kerja sama dimana pemodal akan berperan sebagai pemilik saham. Artinya modal yang diserahkan oleh pemodal ini akan menjadi investasi bagi dirinya. 

Pemodal juga tidak akan ikut bekerja dalam mengembangkan usaha tersebut. Cara bagi hasil usaha pemodal dan pengelola untuk sistem kerja sama seperti ini lebih ringkas, karena pemodal hanya akan mendapatkan hasil dividen.

Dalam sistem kerja sama ini, pemodal dan pengelola bisnis harus membuat perjanjian terlebih dahulu. Artinya harus disetujui berapa persentase dividen yang akan dibagikan. Tentu saja jumlah persentase ini harus disesuaikan dengan besar modal yang diserahkan. 

Dividen ini akan dibagikan setiap tahun. Yaitu setelah selesai pengelolaan pembukuan untuk mendapatkan angka keuntungan yang akurat.

Info Menarik Lainnya : Cara Membuat Izin Usaha Mikro Kecil Online dan Manfaatnya

3. Pemodal dalam Bentuk Pemberian Utang

Ada juga sistem bisnis dimana pemodal akan memberikan uangnya dalam bentuk utang. Artinya pengelola usaha dalam hal ini akan berperan sebagai kreditur. Dengan begitu maka pengelola memiliki kewajiban untuk mengembalikan uang yang diberikan sebagai modal tadi. 

Sama saja halnya seperti konsep pelaku usaha mengajukan utang kepada bank maupun pihak lain. 

Dalam hal ini harus ada perjanjian bunga dan jatuh tempo pinjaman.

Sistem hubungan pemodal dan pengelola usaha seperti ini tidak memiliki ikatan apapun. Artinya pemodal dan  pengelola tidak saling bekerja sama untuk membangun bisnis bersama. 

Pemodal hanya meminjamkan uang dan akan mendapatkannya kembali sesuai jangka waktu yang ditentukan sebelumnya. Metode bagi hasilnya bisa juga disebut dengan pembayaran utang, yang sistemnya harus dibicarakan dulu untuk mencapai kesepakatan.

Tips Bagi Hasil Akurat dan Menguntungkan

Dalam menjalankan sebuah bisnis, pembagian hasil antara pihak-pihak yang terlibat ini memang sedikit tricky. Seringkali ada pihak yang merasa tidak adil dan dirugikan. Oleh sebab itu dibutuhkan metode pembagian hasil yang tepat. 

Berikut ini ada beberapa tips agar sistem bagi hasil bisa akurat dan menguntungkan semua pihak:

1. Tentukan Hubungan Kedua Pihak

Pertama, tentukan dulu dengan jelas hubungan kedua pihak yang terlibat dalam usaha tersebut. 

Telah dibahas sebelumnya bahwa pembagian hasil dibedakan berdasarkan jenis hubungan pihak yang bekerja sama. 

Pastikan apakah pemodal memberikan uang dalam bentuk saham, modal kerja sama, atau berupa utang. Ini akan menjadi pedoman utama dalam membagi hasil keuntungan bisnis nantinya.

Info Menarik Lainnya : Peluang Usaha Terbaru Dan Terlaris Yang Perlu Anda Ketahui (Bonus Tips Sukses)

2. Buat Perjanjian di Awal

Pastikan pemodal dan pengelola maupun pihak lain yang bekerja sama dalam pembangunan bisnis membuat perjanjian di awal. 

Perjanjian ini sangat penting dibuat, karena akan menjadi bukti penting dalam pembagian hasil usaha. Dokumen tersebut juga akan menjadi pedoman untuk membagi hasil tanpa ada yang merasa dirugikan.

Perjanjian yang disetujui bersama akan menurunkan risiko kecurangan. Baik pemodal dan pengelola akan sama-sama tau fungsi dan kedudukannya masing-masing. 

Jadi tidak ada yang bisa bertindak curang karena sudah ada aturan jelas yang disetujui bersama. Ini juga akan mempermudah proses pembagian hasil, karena sudah ada aturan jelas yang dijadikan sebagai acuan. 

Perlu dicatat juga bahwa perjanjian ini wajib dibuat walau sedekat apapun hubungan antara pemodal dan pengelola. Misal seperti hubungan kerjasama bisnis antara kakak dan adik, paman dengan keponakan, dsb.

3. Sertakan Bukti Laporan

Jangan lupa agar selalu sertakan bukti laporan setiap kali melakukan pembagian usaha. Pengelolaan sebuah bisnis tidak bisa dilakukan sembarangan. Harus ada penyusunan laporan di dalamnya. 

Laporan ini dibuat secara berkala untuk memastikan arus kas yang masuk dan keluar. Laporan ini harus selalu disertakan setiap kali melakukan pembagian hasil, agar pemodal dan pengelola sama-sama tahu kondisi bisnis yang dijalankan tersebut.

Info Menarik Lainnya : Warung Sembako Modal 5 Juta, Solusi Penghasilan Tambahan Untuk Keluarga

4. Pastikan Sistem Pembagian Transparan

Perlu dipastikan juga, bahwa sistem pembagian hasil ini harus bersifat transparan. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi dan kedua pihak harus sama-sama tahu mengenai pembagian hasil yang dilakukan. Hal ini akan sangat membantu kelancaran kerja sama antara pemodal dan pengelola. 

Perhitungan dana maupun penyerahan laporan harus sebisa mungkin dilakukan secara terbuka. Dan juga harus ada komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat.

Itulah diatas penjelasan singkat mengenai cara bagi hasil usaha pemodal dan pengelola. Sistem bagi hasil yang tepat dan akurat akan mempererat hubungan kerja sama dalam sebuah bisnis. 

Sebisa mungkin pastikan pembagian hasil ini berjalan dengan adil. Yaitu sesuai dengan kontribusi yang diberikan oleh masing-masing pihak yang terlibat, baik pihak pemodal maupun pengelola.

Semoga bermanfaat.

Post a Comment for "Cara Bagi Hasil Usaha Pemodal dan Pengelola, Simak Yuk!"