Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Menghitung Return Saham Supaya Makin Cuan


Berinvestasi adalah cara tepat mengembangkan aset yang dimiliki. Ada banyak instrumen investasi salah satunya stock exchange. Tapi jangan selalu berpikir bakal selalu untung karena dibutuhkan analisa dan perhitungan yang tepat. 

Cara menghitung return saham setidaknya harus dimiliki oleh orang-orang yang memutuskan menginvestasikan uangnya kesini.

 Ada baiknya bagi pemula mempelajari dulu apa itu saham, bagaimana analisanya, dan yang terpenting seperti apa perhitungan returnnya. 

Yang paling penting adalah jangan dulu menggelontorkan uang banyak dengan harapan untung besar, karena tidak seperti itu cara kerjanya. Supaya lebih jelas, baca artikel ini sampai habis.

Pengertian Return Saham

Sesuai arti katanya yaitu pengembalian, maka bisa dikatakan bahwa return saham adalah apa yang didapat dari uang yang diinvestasikan. Jadi, bukan berupa keuntungan saja tapi bisa jadi rugi. Sering juga disebut sebagai capital gain atau capital loss.

Pengembalian ini dilakukan oleh broker kepada investor pada periode tertentu atau ketika dana ingin ditarik. Uang yang diinvestasikan ditambah keuntungan atau dikurangi kerugian, maka itulah hasil perolehan selama masa investasi.

Pemula harus paham bahwa dalam berinvestasi tentu ada untung rugi. Untuk meminimalisir kerugian melakukan analisa sebelum membeli saham. Toleransi titik cut loss menentukan apakah akan cuan atau tidak. 

Biasanya, pembeli yang cenderung agresif bisa menoleransi sampai sekitar 15 atau 20 persen, maka mereka berani bermain di pembelian saham.

Sedangkan untuk pemula, umumnya tidak terlalu ingin mengambil resiko. Buyer kategori moderat ini kurang berminat membeli saham dan memilih obligasi sebagai investasinya. 

Tetapi begitu, return untuk saham memang sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar, kondisi politik, serta performa bisnis dan keuangan perusahaan itu sendiri.

Jadi, sebelum membeli, perbanyak dulu riset. Jika belum mahir, gunakan konsultan atau broker yang terpercaya. Bergabunglah juga dengan teman-teman yang sudah lama bermain di instrument ini. Tidak bisa dipungkiri, feeling juga memegang peranan penting soal kapan beli dan jual.

Faktor-Faktor Penyebab Naik Turunnya Return Saham

Kondisi perekonomian menjadi yang utama terhadap fluktuasi harga di stock exchange. Faktor makro seperti angka inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta suku bunga menjadi beberapa di antaranya. Belum lagi tentang kenaikan harga minyak dunia serta kurs valas terus mempengaruhi return saham.

Sedangkan faktor mikro datang dari internal perusahaan seperti kondisi keuangan, pembagian dividen, angka penjualan, serta hal lain seperti seberapa besar perusahaan ikut mempengaruhi. Dari luar, kondisi politik dan ekonomi turut mempengaruhi besar kecilnya return.

Sebelum membeli saham disarankan untuk menggali banyak informasi tentang hal-hal diatas. Menghitung return akan jadi perkara mudah jika sudah paham betul apa yang menyebabkan pengembalian turun atau naik. Bahkan ketika sudah membeli saham-saham blue chip pun, kerugian bisa terjadi.

Fenomena yang terjadi di masyarakat sekarang adalah pemain banyak juga mengandalkan referensi dari orang-orang yang sudah lama bermain jual beli saham. 

Seperti misalnya rekomendasi dari Kaesang Pangarep soal membeli saham Antam terbukti jitu membuat banyak orang dulang cuan. Atau juga ikut membeli apa yang dibeli oleh Ustad Yusuf Mansur.

Hal-hal seperti ini boleh saja karena semua informasi terbukti sangat berguna ketika orang ingin memaksimalkan keuntungan dari membeli saham. Tapi alangkah baiknya juga melatih sendiri kemampuan analisa supaya feeling untuk kapan beli dan jual lebih kuat.

Info Menarik lainnya : 10 Tips Investasi Aman Dimasa Pandemi Covid19

Cara Menghitung Return Saham

Pengetahuan tentang perhitungan capital gain atau loss harus dimiliki untuk meminimalisir kerugian serta memaksimalkan cuan. 

Berikut ini akan diberikan contoh sederhana supaya pemula paham dulu bagaimana dasar terjadinya return.

1.  Keuntungan

Untung atau capital gain terjadi saat ada kenaikan nilai saham. Misalnya, pada tahun lalu nilai stock yang dibeli adalah 1000 per lembarnya. Namun sekarang, setahun kemudian, berubah jadi 1500. 

Apabila pernah membeli 2000 lembar, berarti pembeli mendapat gain sebanyak 500 setiap lembarnya ditambah dividen. Selisih inilah yang menjadi cuan.

Saat nilai naik, maka merupakan waktu tepat untuk menjualnya kembali. Pemula cenderung menunggu terus sampai kenaikan maksimal tanpa memperhitungkan analisa pasar. 

Akibatnya, ketika harga saham turun ia harus menderita kerugian. Ada istilah “jangan kemaruk ketika main saham”, jadi saat dirasa sudah cukup menguntungkan, maka lebih baik jual apa yang dimiliki.

2.  Kerugian

Seperti diuraikan di atas bahwa bermain di instrumen investasi tidak selamanya untung. Ada kalanya nilai saham turun dan pembeli rugi. Tapi jangan dulu buru-buru menjual aset yang sudah dibeli karena justru ini adalah saatnya beli lagi. 

Pada perusahaan-perusahaan yang solid, naik turun sudah biasa terjadi. Lihatlah portfolionya selama setahun kebelakang, jika trennya positif, maka tentu masih aman.

Nah, lalu bagaimana perhitungan capital loss atau rugi ini? 

Pakai saja contoh kasus di bawah, lalu balik keadaannya. Apabila pembeli membeli 2000 lembar dengan harga 1000 lalu saat ini turun ke 500, maka terjadi kerugian sebanyak 500 Rupiah setiap lembarnya. 

Toleransi kerugian berbeda-beda setiap orang. Seperti telah dijelaskan diatas, feeling jual beli lama-lama akan terbentuk sendiri.

Selain perhitungan secara umum di atas, ada juga menghitung didasarkan pada jenis pengembalian sahamnya. Sedikitnya ada dua jenis yaitu, return realisasi dan return ekspektasi. Dari keduanya memiliki turunan masing-masing serta perhitungannya.

Info Menarik lainnya : Simak! Cara Mudah & Tepat Dalam Menganalisis Peluang Usaha

Menghitung Return Realisasi

Disebut juga pengembalian historis karena cara mengalkulasinya dengan menghitung selisih harga dari riwayat perusahaan. History ini berfungsi sebagai alat ukur performa perusahaan guna memprediksi resiko serta ekspektasi pada waktu mendatang. Perhitungannya menggunakan prinsip aritmatika serta geometri.

Jenis dari return realisasi ini sendiri ada empat yaitu return total, kumulatif, relatif, dan penyesuaian. Semuanya dihitung berdasar kinerja perusahaan di periode tertentu. Menghitungnya dengan cara mengurangkan harga saham sekarang dikurangi dengan harga periode sebelumnya, maka didapatlah hasil return waktu tertentu.

Perhitungan Return Ekspektasi

Jika pada pengembalian realisasi didasarkan pada performa perusahaan sebagai tolak ukurnya, maka untuk kali ini, return dihitung berdasarkan pada berapa besar keuntungan yang ingin diperoleh nantinya. 

Menghitungnya sederhana saja yaitu dengan memasukkan level keuntungan di pasar pada periode tertentu. Hasilnya, akan ada prosentase gain atau bahkan loss pada saham yang sudah dibeli.

Keuntungan Mengetahui Cara Menghitung Return Saham

Pengetahuan soal bagaimana perhitungan pengembalian sangat penting untuk menakar berapa untung rugi yang bakal didapat investor. Perusahaan pun melakukan kalkulasi ini karena mereka tetap harus menjaga agar harga saham tetap tinggi. Fluktuasi yang terlalu tajam juga tidak baik untuk portofolio perusahaan karena membuat pembeli hilang kepercayaan.

Menguasai soal kalkulasi return juga penting untuk pengambilan keputusan. Investor perlu mengetahui bagaimana menghitung return supaya bisa memprediksi apakah saham yang ia miliki bisa mendatangkan untung. 

Jika sudah mulai rugi, maka ada dua pilihan jual dengan kerugian sedikit, atau tahan untuk bisa membeli lagi. Saat harga naik, maka ia memperoleh keuntungan lebih banyak lagi.

Info Menarik lainnya : Mau Rintis Bisnis Sendiri? Belajar Manajemen Bisnis Dulu Yuk

Itulah tadi beberapa cara menghitung return saham yang bisa dicoba oleh pemula. Disarankan jangan menggelontorkan uang banyak dulu ketika baru mulai bermain. Ada saham-saham yang bisa dibeli mulai Rp. 50.000 bahkan Rp. 10.000. 

Selamat mencoba!

Post a Comment for "Cara Menghitung Return Saham Supaya Makin Cuan"