Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Modal Usaha Thai Tea Skema Franchise dan Pribadi


Bisnis minuman merupakan jenis usaha yang pasarnya stabil malah cenderung meningkat. Salah satu yang diminati orang untuk dijalankan adalah berjualan teh Thailand. Modal usaha "Thai Tea" (nama keren minuman ini) ternyata tidak terlalu besar, lho. Bahan-bahannya pun mudah didapat.

Yang menarik lagi, tak perlu harus menyewa lapak atau stand yang besar di shopping mall untuk dapat memulai. Garasi atau halaman rumah bisa jadi tempat pertama dengan menggunakan alat-alat yang juga sudah ada. 

Lalu, seperti apa modal usaha Thai Tea yang katanya kecil itu? Bagaimana tipsnya agar cepat untung? 

Yuk, simak penjelasan berikut.

Pilihan Skema Bisnis Tentukan Besaran Modal

Berjualan Thai Tea bisa dilakukan dengan dua cara yaitu Franchise atau mengusung brand sendiri. Keduanya memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Namun begitu, dua-duanya juga berpotensi datangkan untung. Yang harus diingat betul adalah pengelolaan tepat tetap menjadi kunci sukses di bisnis minuman.

Skema Franchise atau waralaba cocok dipilih bagi pemilik dana lebih kemudian tidak ingin repot memikirkan bagaimana branding. Dengan membeli merek dagang yang sudah terkenal, maka usaha akan lebih mudah dikenal oleh pelanggan. Umumnya, konsumen cenderung percaya kepada sesuatu yang sudah mereka kenal.

Kemudian juga, waralaba tepat untuk pebisnis yang tak ingin dipusingkan oleh bagaimana cara memperoleh bahan baku, peralatan berjualan, serta sistem pemasaran dan promosi. Hal-hal ini sudah diatur oleh pemilik merek dimana para mitra tinggal berjualan saja, sambil berpromosi sesuai program owner.

Kelemahannya, mitra tidak bisa leluasa menentukan kebijakan untuk outletnya. Misalnya, tidak bisa sembarang membeli bahan baku di tempat lain, padahal kadang pasokan dari franchisor tak selalu lancar. Lalu, tak ada control terhadap reputasi usaha. Dan terkadang ada pembagian keuntungan juga.

Disisi lain, modal usaha Thai Tea ternyata sangat terjangkau bagi yang ingin mengusung merek sendiri. Bahkan, tidak sampai 5 juta saja sudah bisa memulainya. 

Selain kecilnya dana awal, keuntungan lain dari menjalankan sendiri bisnis minuman ini tentu saja sangat leluasa membangun brand. Semua keputusan tentang promosi, strategi pemasaran, serta hubungan dengan konsumen bebas dilakukan owner.

Kelemahannya, jika tidak memiliki pengetahuan serta kecakapan yang baik tentang manajemen keuangan, marketing, serta pasokan, maka usaha bisa berpotensi gulung tikar. 

Menjual minuman, walaupun diminati banyak orang, apabila tidak dapat menjaga kualitas, stabilitas, serta tak tahu bagaimana mengelola pasar, akibatnya bisa fatal dan merugi.

Modal Usaha Thai Tea 3 Jutaan

Tidak semua orang memiliki dana berlebih ketika memulai sebuah bisnis. Tapi jika memang hasrat berbisnis sudah tak terbendung lagi, maka sebaiknya eksekusi saja. Beruntung, minuman kegemaran masyarakat ini bisa dijual tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam.

Berikut ini akan diuraikan perkiraan rincian modal awal dengan budget 3 juta Rupiah:

1.  Biaya Alat

Di awal, tak perlu jor-joran dalam membeli peralatan. Target penjualan seharinya pun hendaknya disesuaikan dengan dana yang ada. Berikut ini perkiraan yang bisa dikulik:

  • Teko Thai Tea dan saringan @90.000 x2 : 180.000
  • Sendok racik @5000 x 2 : 10. 000
  • Cangkir stainless @15.000 x 3 : 45. 000
  • Ice crusher :  250.000
  • Container untuk es :  500.000
  • Panci :    90.000
  • Ketel :    75.000
  • Kompor gas kecil : 200.000

Total biaya alat                                                                                     : 1.360.000

Info Menarik Lainnya : Cara Menghitung Keuntungan Jualan Pop Ice & Memaksimalkannya

2.  Biaya Bahan Baku

Setelah menganggarkan untuk peralatan, maka jangan lupakan juga membeli persediaan. Jangan stok terlalu banyak karena usaha masih baru. Ukur kemampuan produksi dengan menyesuaikan juga sumber daya yang ada. Misalnya jika karyawan hanya 1, menjual 50 cup sehari sekiranya sudah maksimal.

Berikut ini perkiraan kebutuhannya:

  • Thai Black Tea @55.000 x 10 : 550.000
  • Cup plastik @600 x 1000 : 600.000
  • Creamer kental manis @9.500 x 20 : 190.000
  • Gula pasir @12.000 x 5 :  60.000
  • Sedotan :   20.000
  • Susu Evaporasi @12.000 x 10                                  : 120.000
  • Air galon isi ulang @8.000 x 10 : 80. 000
  • Es batu/25 kg                                              :  40.000

Total biaya bahan baku                                                                                   : 1.660.000

Dari dua kebutuhan di atas, maka dapat disimpulkan kalau dengan uang sebesar 3 juta, seseorang sudah bisa memulainya. Lalu bagaimana jika dana yang ada kurang dari itu? Tentu tetap bisa memulai. 

Caranya yaitu dengan kalkulasikan saja keperluan operasional untuk 1 minggu berjualan. Kemudian bisa menambah lagi persediaan dari pendapatan yang didapat selama seminggu itu tadi.

3.  Kebutuhan Sewa Tempat

Menyewa lahan sangat tergantung pada budget yang dimiliki karena ini memerlukan uang cukup besar. Katakanlah mengincar lokasi di depan minimarket seperti Alfamart atau Indomaret, umumnya mereka mematok harga sekitar 1 – 1,5 juta sebulan bagi pelapak.

Idealnya, pelaku usaha harus menyiapkan uang sewa untuk kebutuhan setahun atau enam bulan. 

Untuk itulah hendaknya dilakukan negosiasi dengan pemilik lahan, apakah bisa pembayaran dilakukan setiap bulan saja dengan mengambil dana dari pendapatan outlet. Dengan skema ini, modal awal bisa dialokasikan untuk operasional dan membeli peralatan.

Info Menarik Lainnya : Rincian Modal Usaha Minuman Boba, Prospek & Keuntungannya

4.  Gaji Karyawan

Sebagai salah satu komponen biaya operasional, maka alokasikan juga untuk kebutuhan 6 bulan. Namun jika ingin menghemat, di awal bisa dikerjakan sendiri dulu. Gaji tenaga kerja untuk usaha ini ada di kisaran 1,5 – 2 juta per bulan. 

Mempekerjakan karyawan memang akan memudahkan jalannya bisnis. Tetapi perlu perhitungan yang tepat juga, ya. Gencarkan penjualan agar pemasukan terus ada.

Untuk mengetahui kisaran gaji karyawan, bisa dengan cara mencari tahu ke para pesaing. Gali informasi bagaimana sistem penggajian serta berapa besarannya. Kemudian dapat juga berpatokan pada UMR daerah, biasanya ini lebih efektif dan lebih standar. Apa

Modal Usaha Thai dengan Franchise

Ini merupakan skema bisnis yang juga banyak dipilih orang dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Antara lain adalah tidak perlu repot lagi mempromosikan dan membangun brand, adanya manajemen keuangan yang lebih rapi, serta kepastian perolehan bahan baku. Pun juga untuk urusan program-program promosi.

Karena sejumlah kemudahan ini, biasanya modal yang diperlukan juga lebih besar. Sebut saja ingin membeli merek Dum Dum, maka mitra akan dikenakan sedikitnya 9 juta Rupiah. Jika ukuran stand lebih besar, tentu saja harus merogoh kocek makin dalam.

Lalu, apakah ada franchise Thai Tea yang lebih ekonomis? Tentu saja ada. Sebelum membeli, hendaknya calon mitra perlu melakukan riset dulu tentang aspek legalitas, popularitas merek, paket yang ditawarkan, proyeksi balik modal serta laba, dan juga prospek perkembangan waralaba itu sendiri.

Info Menarik Lainnya : Cara Memulai Usaha Minuman Bubble untuk Pemula

Beberapa brand yang bisa dikulik dan dilakukan riset misalnya Rachacha, Mobo Thai Tea, Chagocha, Piti Cha, dan juga Nyot-Nyot. Rata-rata, franchisor menerapkan paket mulai dari 4,5 – 8 juta Rupiah. Skema bisnisnya pun menarik dan bahkan ada yang memberikan keleluasaan bagi para mitra untuk melakukan promosi sendiri.

Itulah tadi pembahasan soal modal usaha Thai Tea beserta pilihan skema bisnisnya. Ternyata dengan uang 3 juta pun sudah bisa memiliki bisnis ini dengan cara mengusung merek milik sendiri. Jika memutuskan membeli franchise, tentu perlu merogoh kocek lebih dalam lagi.

Sekarang, lakukan riset dan pertimbangkan semua aspek yang dapat mempengaruhi usaha. Keduanya harus dilakukan karena sama-sama punya potensi yang besar untuk mendapatkan keuntungan.

Selamat memulai usaha baru dan semoga sukses untuk Anda!

Post a Comment for "Modal Usaha Thai Tea Skema Franchise dan Pribadi"