Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML Atas

6 Bisnis yang Masih Jarang Digeluti di Indonesia, Intip Yuk!


Bisnis yang Masih Jarang Digeluti - Dalam menjalankan sebuah usaha, pesaing dalam bidang yang sama seringkali dianggap sebagai 'ancaman'. Bahkan tidak sedikit para pengusaha yang takut membuka usaha karena banyaknya pesaing di bidang tersebut. 

Nah daripada pusing mikirin pesaing, sebaiknya pelaku usaha memilih bisnis yang masih jarang digeluti orang Indonesia.

Yuk kita ulas hingga tuntas.

Siapa bilang semua jenis bisnis di Indonesia saat ini sudah pasaran? Jika pelaku usaha mau menelisik lebih dalam lagi, sebenarnya masih ada bisnis yang jarang digeluti orang Indonesia. 

Nah bagi yang penasaran, cobalah beberapa usaha sebagai berikut:

1. Menyewakan Baju & Barang Branded

Tidak jarang orang yang ingin merasakan barang branded, namun tidak semua mampu membelinya. Nah untuk memfasilitasi orang-orang tersebut, maka salah satu peluang bisnis yang bisa dicoba adalah menyewakan barang dan baju branded. 

Sama halnya dengan menyewakan baju pesta, bisnis ini menyewakan baju-barang bermerk untuk orang yang ingin tampil glamor dengan biaya yang lebih murah.

Sistem bisnis menyewakan barang bermerk sebenarnya sama dengan menyewakan baju pesta. Penyewa tinggal memilih barang-barang yang ingin disewa dan menentukan periode sewanya. 

Namun agar berbeda dengan sewa baju pesta, berilah waktu sewa yang lebih panjang. Dengan begitu, para penyewa bisa menikmati barang yang mereka sewa dan menggunakannya sepuas mungkin.

Untuk memastikan produk tidak rusak, maka jangan lupa untuk memotret barang sebelum dan sesudah disewa. Jika terjadi kerusakan, maka bisa dikenakan penalty kepada penyewanya. 

Selain itu, pemilik usaha harus rajin membersihkan barang-barangnya agar selalu terlihat bagus dan menarik. Jangan lupa untuk menyediakan barang bermerk untuk berbagai kebutuhan lainnya.

2. Bisnis Food Truck Keliling

Bisnis yang banyak ditemukan di negara barat namun masih jarang ada di Indonesia adalah bisnis food truck. Saat ini memang ada beberapa food truck di Indonesia, namun mereka cenderung diam ditempat (mangkal) dan tidak berkeliling. 

Sebaliknya di luar negeri, dengan sistem ini, para pengusaha tidak menyewa ruko untuk menyajikan makanan, atau untuk tempat memasak. Semua kegiatannya bisa dilakukan dari dalam truk tersebut.

Jadi, dengan membangun bisnis food truck keliling, para pengusaha tidak harus berhenti di satu tempat melainkan keliling ke berbagai tempat dan acara. 

Jika ada acara tertentu seperti konser, ataupun keramaian, food truck tersebut bisa berhenti di acara tersebut dan berjualan. Namun kalau ingin mendapatkan pelanggan tetap, maka pada jam tertentu food truck itu bisa berhenti di lokasi yang ramai.

Dengan ruangan yang lebih sempit, maka ada baiknya pengusaha food truck menjual makanan yang ringan-ringan seperti burger, kentang hingga dessert. Dengan begitu, juru masak food truck pun tidak membutuhkan waktu banyak atau terlalu ribet ketika ingin memasak makanan. 

Selain itu, waktu sajinya pun akan lebih cepat membuat para pelanggan tidak harus menunggu lama.

Info Menarik Lainnya : Rincian Modal Usaha Kopi Keliling (Lengkap Dengan Kiat Suksesnya)

3. Menjual Barang Langka & Vintage

Siapa bilang barang tua itu selalu menjadi sampah? 

Jika dirawat dan dibersihkan dengan benar, maka barang tua tersebut bisa menjadi harta untuk orang lain. Bahkan nilainya bisa meningkat hingga 10x lipat dari harga awalnya. Sayangnya, hingga saat ini menjual barang vintage merupakan bisnis yang masih jarang digeluti orang.

Peminat barang vintage memang tidak sebanyak produk baru. Namun, pecinta barang vintage biasanya rela membayar atau membeli produk tua dengan harga yang mahal. Hal inilah yang membuat bisnis ini sangat menarik dan menggiurkan.

Salah satu penyebab bisnis barang vintage masih jarang digeluti di Indonesia adalah karena sulitnya menemukan barang vintage dengan kondisi yang bagus. 

Jadi, sebelum memulai usaha ini, ada baiknya para pengusaha mencari terlebih dahulu beberapa barang atau orang yang menjual sisa barang-barang lama. Dengan begitu, penjual bisa memberikan opsi kepada pembelinya.

Info Menarik Lainnya : Mau Jual Mainan Anak Bekas? Ini Cara Hunting Barangnya

4. Menjual Produk Hasil Daur Ulang

Bisnis lainnya yang masih jarang digeluti namun bisa menghasilkan keuntungan yang besar adalah menjual produk hasil daur ulang. Bisnis ini sangat menarik karena bisa mengurangi sampah dan pembeli tetap bisa mendapatkan sesuatu yang indah.

Agar usaha ini menjadi lebih menarik, maka sediakan banyak pilihan produk dari hasil daur ulang itu. Sediakan barang-barang rumahan seperti alas gelas, piring hingga hiasan rumah. 

Selain itu, sediakan juga pilihan yang bisa digunakan diluar ruangan seperti ayunan ban karet, meja dan kursi dari bahan dari daur ulang.

Untuk bisa mendapatkan banyak pilihan produk, maka cobalah bekerja sama dengan UMKM daerah. 

Jika ingin pilihan yang bervariasi, maka usahakan untuk memilih UMKM dari lokasi yang berbeda-beda. Contohnya, buatlah kerjasama dengan UMKM pengrajin tas di Surabaya, Bali, Aceh sekaligus. 

Meskipun produknya sama-sama tas, namun desain dan coraknya akan berbeda-beda.

Info Menarik Lainnya : Modal Awal Usaha Daur Ulang Plastik (Rincian Lengkap)

5. Jasa Perawat Khusus Lansia

Merawat lansia tentunya sangat berbeda dengan merawat anak-anak. Dengan usia yang lebih tua dan kondisi yang lebih rentan, perawatan lansia membutuhkan keahlian khusus. 

Sayangnya, di Indonesia belum ada banyak jasa yang menyediakan perawat khusus lansia. Jika ada pun, biasanya perawat tersebut berasal dari rumah sakit tertentu.

Jadi, bagi yang mencari bisnis yang masih jarang digeluti, cobalah membuka jasa perawat khusus untuk merawat lansia. Jumlah perawatnya pun tidak perlu banyak, namun pastikan setiap perawat kerja dengan rajin dan sabar. 

Apabila hasil kerjanya memuaskan, maka sangat mungkin jasa ini akan semakin terkenal dan mendapatkan banyak pelanggan.

Untuk konsepnya, jasa perawat khusus lansia bisa menggunakan konsep seperti pembantu umum. Perawat bisa disewakan secara harian, mingguan atau bulanan. Biaya jasa tahunan tentunya akan lebih murah jika dibandingkan dengan harian atau mingguan.

Info Menarik Lainnya : 10 Ide Usaha Kecil kecilan Dirumah yang Menguntungkan

6. Jasa Sopir Panggilan

Jasa lainnya yang cukup menarik namun belum banyak di Indonesia adalah jasa sopir panggilan. Bisnis ini sangat cocok untuk memfasilitasi orang-orang yang lelah mengemudi atau membutuhkan sopir dadakan. Untuk jasa sopirnya, bisa ditentukan dari jarak pengantarannya.

Konsep dari jasa sopir panggilan bisa dibuat dengan konsep seperti Gojek. Jadi, dengan menggunakan aplikasi tertentu, pengguna bisa memilih lokasi awal dan tujuan sopir tersebut akan menyetir. 

Selanjutnya, aplikasi akan membantu mencarikan sopir dengan lokasi terdekat. Nantinya, akan muncul juga biaya jasa sopir tersebut.

Jika sopir sudah bisa tiba di lokasi penjemputan, sopir harus menyalakan atau menekan tanda start pada aplikasi. Dengan sistem tracking, pihak aplikasi bisa melihat posisi mobil dan sopir, serta mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Meskipun tampak sulit, namun jasa ini akan sangat laris terutama di kota-kota besar di Indonesia, dimana sebagian besar penduduknya memiliki mobil. Dengan jasa sopir panggilan, orang yang lelah tidak perlu menyetir sendiri dan beristirahat di dalam mobil saja.

Jadi itulah diatas beberapa bisnis yang masih jarang digeluti dan punya prospek bagus jika dibuka di Indonesia. 

Sebelum membuka atau menjalankan usaha diatas, pastikan untuk tetap melakukan survey pasar untuk melihat tingkat kebutuhannya di daerah masing-masing. Jika mendapatkan respon yang positif, maka jangan ragu untuk menjalankannya!

Semoga bermanfaat.

Post a Comment for "6 Bisnis yang Masih Jarang Digeluti di Indonesia, Intip Yuk!"