Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML Atas

7 Cara Jualan Online Laris di Whatsapp, Simak Yuk!

7 Cara Jualan Online Laris di Whatsapp, Simak Yuk!

Cara Jualan Online Laris di Whatsapp - Salah satu platform media sosial (dengan jumlah pengguna terbesar) ini terkenal sangat ampuh untuk mempromosikan produk. Pemilik online shop umumnya menggunakan Whatsapp untuk menerima order dan juga memposting konten promosi. 

Nah bagaimana cara jualan online laris di Whatsapp? Apa saja langkah yang perlu dilakukan?

Yuk simak ulasan selengkapnya.

Ternyata, walaupun dikenal sebagai platform yang powerful untuk memasarkan produk, nyatanya tetap diperlukan strategi yang tepat saat berjualan di Whatsapp. Seorang pemilik toko online atau penjual produk tidak bisa hanya mengandalkan pesan blast lalu berharap produknya akan laku keras. 

Lalu, bagaimana caranya agar produk yang dijual secara online di Whatsapp bisa laris? 

Mari temukan jawabannya di artikel ini hingga tuntas.

Perkembangan Chat Commerce di Indonesia

Aplikasi pesan instan seperti Whatsapp ternyata ikut mempengaruhi pemilik produk dalam memasarkan barangnya. Umumnya cara ini dipilih oleh brand-brand kecil karena murah, tapi sangat efektif dalam menjangkau konsumen. 

Di sisi lain, perusahaan besar pun tampaknya juga tak mau ketinggalan, bahkan terus beradaptasi dan berinovasi dengan model chat commerce ini.

Contohnya adalah adanya penerapan teknologi chatbot agar perusahaan bisa berinteraksi secara langsung dengan konsumennya. Bisnis perbankan, e-commerce, otomotif, FMCG, bahkan retail turut menerapkan strategi ini. 

Jelas sudah bahwa di masa depan interaksi antara pembeli dan penjual akan semakin intens.

Untuk itulah, sebagai platform messaging yang paling populer dan terbesar di Indonesia, Whatsapp menunjukkan tajinya sebagai yang terdepan untuk urusan chat commerce. Ditambah lagi dengan diluncurkannya Whatsapp Business, yang membuat para pemasar lebih mudah lagi berinteraksi dengan konsumen.

Calon pembeli pun cenderung tertarik berbelanja di toko online atau penjual yang menyediakan layanan chatting lewat Whatsapp ini. Alasannya sangat klasik, yaitu responsif dan solutif. 

Pembeli sangat suka dilayani dengan sigap dan menyukai toko yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka dengan cepat. Hasilnya, memasarkan jualan online lewat Whatsapp terbukti sangat efektif.

7 Cara Jualan Online Laris di Whatsapp

Terlepas dari kekuatan Whatsapp sebagai platform berinteraksi dengan pembeli sampai akhirnya transaksi bisa terjadi, namun soal laris tidaknya produk adalah perkara lain. 

Seperti yang sering terjadi di masyarakat, dimana para pemilik toko online sangat rajin mengupdate statusnya dengan harapan produk laku terjual. Tetapi, tidak semua status yang diunggah menghasilkan pembelian.

Nah, lalu apa yang salah dari semua itu? Apakah status tidak menarik? Tidak diunggah di waktu yang tepat? Jawabannya ada pada daftar berikut ini. Yaitu beberapa tips penting yang perlu diketahui, agar cara berjualan online di Whatsapp bisa laris manis.

Diantaranya:

1.  Perluas Jaringan dan Perbanyak Teman

Jejaring dan jumlah kenalan sangat mempengaruhi suksesnya penjualan melalui Whatsapp. Semakin banyak teman, maka tentu peluang mendapatkan pembeli juga makin besar. 

Walaupun memang segmentasi tetap berperan penting dalam terjadinya keputusan pembelian. Namun sebagai upaya langkah awal yang efektif, maka bangunlah jejaring yang luas dan teman yang banyak di Whatsapp.

2.  Letakkan Kontak Whatsapp di Akun Media Sosial

Agar produk bisa laris manis, dukungan media sosial tetap harus ada. Instagram dan Facebook dikenal sebagai dua platform media sosial paling populer untuk posting konten promosi. 

Namun kedua media itu masih kurang efektif untuk berinteraksi secara langsung dan intens. Oleh karena itu, sangat disarankan agar menambahkan nomor Whatsapp yang aktif pada profil atau bio Anda di medsos. Dengan begitu, sehingga konsumen dapat langsung berinteraksi dengan Anda.

Info Menarik Lainnya : Cara Membalas Pesan WA Otomatis Paling Praktis

3.  Berikan Respon Cepat

Konsumen dewasa ini menyukai segala hal yang cepat dan praktis. Untuk itu, usahakan menjawab atau merespon chat konsumen dengan cepat. Bila perlu, aktifkan fitur auto chat sebagai bentuk respon pertama. 

Tapi, jangan juga biarkan konsumen menunggu lama setelahnya karena kesan buruk akan langsung tercipta. Semakin cepat konsumen dilayani, makin besar peluang produk terjual.

Ingat, kepuasan konsumen berawal dari bagaimana kesan pertama diciptakan. Cara jualan online laris di Whatsapp bisa diawali dengan cepat menjawab chat. Konsumen yang puas akan memberikan testimoni yang baik ke orang lain. Dan ini juga sangat berpotensi terjadinya pembelian berulang (repeat order) lho.

4.  Kirim Chat Blast di Waktu yang Tepat

Chat blast terbukti efektif apabila dikirim di waktu-waktu yang tepat. 

Memang, pemetaan waktu terbaik mengirim pesan blast di Whatsapp tidak begitu spesifik, karena orang cenderung bergulat dengan media ini setiap saat. Tapi, jika bicara soal konten, ada baiknya “meniru” timing Instagram. Hari terbaik memposting adalah Rabu, sedangkan jamnya adalah di jam 11.00-13.00 dan 19.00-21.00.

Lalu, apakah memposting konten di status Whatsapp tidak efektif? Pertanyaannya, apakah kontak yang ada di Whatsapp semuanya memantau status orang lain? Jawabannya adalah tidak selalu. Namun, jika yang dikirim adalah direct message, pesan akan langsung sampai kepada konsumen.

Info Menarik Lainnya : Cara Promosi Jual Pulsa di WhatsApp agar Banyak Pembeli

5.  Membuat Katalog Produk

Daripada mengirimkan banyak foto dalam sekali chat, lebih baik susun dulu foto produk ke dalam bentuk katalog. 

Selain lebih mudah dicerna, tampilan katalog juga tidak membuat penerima pesan kewalahan. Nyatanya, konten infografis lebih disukai, karena tampilan visualnya menarik serta bisa menghimpun dan menyampaikan informasi yang banyak dalam satu gambar.

Tidak punya keahlian membuat infografis? Jangan khawatir, sekarang sudah banyak software yang menyediakan template-template catalog atau infografis. Beberapa bisa digunakan secara gratis namun jika ingin mendapatkan full feature, biaya berlangganan mungkin akan diterapkan.

6.  Gunakan Nomor Khusus

Kesalahan paling umum para pemasar di Whatsapp adalah tidak menyediakan nomor khusus jualan. Cara jualan online laris di Whatsapp bisa dilakukan dengan fokus pada melayani konsumen. 

Salah satu caranya tentu saja dengan memisahkan nomor pribadi dengan nomor jualan. Apabila nomor pribadi dijadikan satu, chat pribadi bisa saja tercampur dan chat konsumen bakal lama dibalas.

Penggunaan nomor khusus juga bisa membuat toko online terlihat professional. Lebih baik lagi, jangan ragu untuk menggunakan Whatsapp Business. Fitur-fitur yang ada di dalamnya sangat mendukung untuk membuat jualan toko online laris manis, lho. Misalnya fitur katalog, profil, auto reply, dan lainnya.

Info Menarik Lainnya : 5 Cara Mengembalikan Chat Whatsapp yang Terhapus di iPhone Praktis

7.  Bangun Brand Persona

Whatsapp tidak bisa berdiri sendiri jika dikaitkan dengan urusan membangun awareness atau persona. 

Untuk itu, jangan ragu menggunakan fitur paid promote di media sosial agar semakin banyak orang terhubung dan tahu mengenai produk. Selain itu, paid promote biasanya langsung menargetkan segmen yang sesuai dengan produk.

Segmen-segmen konsumen inilah yang nantinya akan berinteraksi dengan penjual melalui chat di Whatsapp. 

Jadi, kegiatan pemasaran lain seperti memposting konten di Instagram tetap harus dilakukan karena Whatsapp hanya berfungsi sebagai sarana eksekusi penjualan. Ketika konsumen sudah mengirim chat di Whatsapp, usahakan agar pembicaraan berujung pada closing.

Kesimpulannya, chat commerce memiliki masa depan yang cerah khususnya dalam hal eksekusi pembelian. Orang semakin ingin berinteraksi langsung dengan pembeli tanpa harus datang ke toko. Maka, cara jualan online laris di Whatsapp bisa dilakukan asalkan menggunakan strategi serta manajemen yang tepat. 

Kuncinya adalah pada respon yang cepat dan tepat.

Semoga dapat bermanfaat dan sukses selalu untuk Anda.

Post a Comment for "7 Cara Jualan Online Laris di Whatsapp, Simak Yuk!"